0-0

1
gambar: shutterstock.com

Berkumpul dan saling bermaaf-maafan di hari raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi di keluarga kami. Bahkan meski sebagian besar di antara kami bukanlah muslim.

Setiap kali lebaran tiba kami akan ikut berkeliling kampung, mengunjungi rumah orang-orang sepuh untuk saling meminta maaf.

Di antara berbagai macam ucapan permohonan maaf, satu yang selalu saya ingat adalah kata-kata ini,

Mohon maaf lahir batin, 0-0 ya!

Sebuah ungkapan yang unik karena di dalamnya terkandung istilah yang biasa ditemui di dunia olahraga, ‘0-0’.

Termasuk juga di sepak bola di mana skor 0-0 sangat sering terjadi. Bahkan konon banyaknya skor 0-0 di sepakbola adalah salah satu penyebab olahraga terpopuler di dunia ini kurang diminati oleh masyarakat Amerika Serikat.

Saya sendiri tak menyangkal kalau pertandingan sepak bola seringkali membosankan apalagi jika berakhir dengan 0-0. Tetapi saya percaya tak semua pertandingan sepakbola yang berakhir dengan skor 0-0 membosankan.

Salah satu contohnya adalah skor 0-0  yang terjadi di pertandingan yang mempertemukan tim besar melawan tim kecil.

Bagi saya skor 0-0 di pertandingan seperti ini sangat seru dan menarik karena di luar prediksi banyak orang.

Skor 0-0 juga bisa memberikan pelajaran penting bagi kedua tim yang bertanding.

Bagi tim yang lebih kuat, skor 0-0 adalah sebuah pengingat  untuk tidak jumawa karena mereka tak bisa selalu meraih kemenangan.

Sedangkan bagi tim yang lebih lemah skor 0-0 bermakna harapan. Bahwa dengan kerja keras dan pengorbanan, mereka ternyata bisa mengimbangi tim yang lebih hebat.

 
Sekarang saya jadi berpikir jangan-jangan orang-orang yang menyebut ‘0-0’ dalam ucapan maafnya tadi mencoba untuk mengingatkan saya agar tidak pernah merasa sombong ketika sedang berada di atas dan tidak berkecil hati saat mengalami titik terendah di dalam hidup.

Mungkin mereka sebenarnya ingin berkata,

Mohon maaf lahir batin! Jangan sombong ya!

atau

Mohon maaf lahir batin! Jangan putus asa ya!

 

Entahlah, yang jelas saat ini, kepada seluruh teman-teman bloger dan pembaca blog ini, saya ingin mengucapkan,

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin!

 0-0 ya! 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.