The Other Side dan Champagne Supernova


You know I, I’ll be waiting on the other side
And you, all you gotta do is cross the line
I could wait a whole lifetime
But you just gotta decide

 

Petikan lagu “The Other Side”nya Bruno Mars selamanya akan selalu mengingatkan saya pada suatu malam gerah dan sepi di pertengahan 2012.
Malam pertama saya merantau.

Lagu itu menjadi sangat berkesan karena saat itu merupakan satu-satunya penghibur yang saya miliki. Suara Bruno Mars yang khas itu membuat saya lupa sejenak bahwa besok pagi saya mungkin akan menghabiskan semua uang yang ada di dompet untuk membeli mie instan supaya saya tetap bisa makan sebelum mendapatkan uang tambahan.

Suara itu juga setia menemani di saat saya merasa sendiri, belum punya seorangpun teman di perantauan.

Saat itu mendengarkan lagu adalah satu-satunya hal yang bisa saya lakukan dengan ponsel saya. Entah kenapa, ponsel saya yg buatan produsen china  itu selalu mati jika saya gunakan untuk telepon dan bahkan sms. Otomatis saya sangat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga di rumah waktu itu. Dan, tentu saja mendengarkan alunan mp3 dari ponsel menjadi terasa amat menyenangkan……


Slowly walking down the hall
Faster than a cannon ball
Where were you while we were getting high?

 

Sekitar 2 tahun kemudian, di tempat berbeda, saya sedang mendengarkan “Champagne Supernova”nya Oasis.

Saat itu saya sedang ‘berjuang’ untuk bisa tertidur. Kemarin saya bekerja pukul 16.00-00.00 lalu dilanjutkan lembur sampai pukul 06.00. Pukul 15.00 saya sudah harus berangkat kerja lagi. Saat itu sudah pukul 09.00 dan saya belum juga tertidur. Masih ada 6 jam memang, cukup untuk sekedar beristirahat, namun mengingat tidur adalah salah satu hobi saya, 6 jam adalah waktu yang amat singkat. Jadi saya putuskan untuk berbaring dan mendengarkan lagu-lagu Oasis supaya segera tidur.

Tampaknya itu bukanlah pilihan yang bagus. Lagu-Lagu Oasis beraliran British Pop yang terdengar sangat berisik. Bukannya tertidur, justru saya tambah susah tidur. Namun beberapa saat kemudian terdengar suara petikan gitar lembut, disusul dengan alunan suara Liam Gallagher, vokalis Oasis yang ternyata bisa juga bernyanyi dengan lembut.

Ya…, itu adalah “Champagne Supernova”. Tak lama setelah itu saya tertidur pulas dan terbangun pukul 14.30.

Sejak saat itu saya selalu memutar “Champagne Supernova” paling awal di playlist saya.
Lagu itulah yang akan selalu mengingatkan saya saat-saat penuh kerja keras, saat-saat saya hanya tidur kurang dari 6 jam dengan beralaskan tikar, tanpa bantal di sebuah kamar berukuran 3×3 meter yang dihuni 3 orang. 🙂

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!