Antara Bandung, Manchester, dan Naples

Sepakbola. Apalagi yang selalu menemani akhir pekanku selain sepakbola?

Seperti minggu siang ini aku terbangun jam sebelas siang. Tadi malam aku sibuk melakukan perjalanan lintas negara dan lintas benua hanya demi sepakbola.
Dari mulai Bandung, Manchester, hingga Naples.

Bandung menyajikan partai perang bintang nan panas antara tuan rumah Persib, juara Indonesian Super League melawan tim muda nan kaya Pusamania Borneo FC.
Dilihat dari segi manapun pertandingan ini “Indonesia banget”. Kalau kalian rindu dengan persepakbolaan Indonesia yang “mati” dalam setahun terakhir akibat sanksi FIFA, setelah menonton duel malam tadi, kerinduan kalian pasti terbalaskan.
Suporter? tidak perlu diragukan lagi bobotoh Persib merupakan salah satu yang terbaik. Atmosfer yang mereka ciptakan bahkan membuat saya khawatir tim tamu dari kalimantan akan pingsan di stadion karena ngeri.

Namun nampaknya Borneo yg sebagian besar pemainnya adl pemain senior penuh pengalaman itu tidak gentar dan bahkan membuka skor terlebih dahulu. Situasi ini membuat pertandingan makin menarik karena sang tuan rumah kini tertinggal 2-4 secara agregat gol. Persib yang bermain kesetanan ditambah sorakan suporter seisi stadion benar2 menciptakan kepanikan di kubu Pusamania. Beruntung keunggulan mereka masih terjaga hingga paruh pertama berakhir.

Apa yang terjadi di babak kedua adalah sekali lagi bukti bahwa sepakbola sering menjadi kejam. Persib yang all out attack malah seringkali lengah hingga beberapa kali mereka nyaris kebobolan dalam situasi counter attack.

Saat Persib nampak frustrasi dan seperti kehabisan akal, tiba tiba gol itupun datang, disusul diusirnya salah seorang bek Pusamania dan gol yang tercipta lewat tendangan bebas hasil tekel yg berbuah kartu merah tadi, keadaan langsung berubah 180 derajat. Pusamania tertinggal 1-2 dan kalah produktivitas gol tandang tapi masih memiliki 10 menit tersisa untuk menambah gol. Namun justru mereka menambah koleksi kartu merah. Dan kalau mau jujur, setelah gol kedua Persib, yang dilakukan kedua tim hanyalah menambah jumlah kartu.

Persib lolos dan kali ini tak ada kecaman terhadap wasit meski sayangnya, dan ini khas Indonesia, waktu tambahan yang diberikan cuma 2 menit. Saya bukan pendukung salah satu tim tp menurut saya akan jauh lebih menarik kalau tambahan waktu diberikan lebih panjang. Pertandingan dengan atmosfer panas dan se intens ini layak mendapatkan “ending” yang lebih baik.

Coba bayangkan jika wasit memberi tambahan waktu 5 menit dan di menit 93 pusamania mencetak gol, atau persib memanfaatkan all out attack pusamania dan mencetak gol lewat serangan balik di menit ke 95. Jika momen itu terjadi sepakbola Indonesia akan semeriah Liga Inggris.

Di Inggris sendiri, tepatnya Manchester, tuan rumah menjamu tim juru kunci Sunderland pada pukul 21.00 WIB, jam yang sangat pas untuk nonton liga Inggris.
Pada awal pertandingan, seperti biasa permainan berjalan membosankan. Sunderland tidak semenarik Southampton minggu lalu saat memberikan perlawanan sengit kepada Man. United.

Pada akhirnya pertandingan berjalan sesuai skenario dan Man. United meraih kemenangan tiga gol tanpa balas sekaligus mengamankan puncak klasemen.

Dan malam tadi ditutup dengan kekecewaan dari Naples. Dua tim besar yang sedang terpuruk, Napoli dan Juventus berduel dengan misi untuk kembali ke papan atas. Sebenarnya aku lebih kecewa karena pertandingan ini tidak disiarkan stasiun tv lokal manapun. Terpaksa harus live streaming dengan jaringan yang putus nyambung dan gambar yang putus putus, aku menyerah saat Napoli mencetak gol pertama.

Hasil akhir 2-1 untuk Napoli yg kuketahui saat bangun terasa biasa karena toh ini adalah kekalahan ketiga Juventus musim ini.

Sepakbola memang selalu menghibur betapapun mengecewakannya penampilan timmu. Kadang meskipun timmu kalah, kau akan tetap senang karena rival timmu juga kalah. Menyaksikan sebuah tim menampilkan permainan menarik, sebuah pertandingan penuh kontroversial, dan gol2 indah yang terjadi bisa menjadi obat.

Secara umum weekend ini cukup senang melihat comebacknya sepakbola Indonesia, tentunya ini membuat kita optimis sepakbola indonesia ke depan akan menjadi lebih baik.

Melihat Manchester United menguasai puncak klasemen Liga Inggris setelah sekian lama juga menyenangkan karena perjuangan mereka sungguh menghibur dan tentu saja karena banyak teman dan kenalanku adl fans Man. United.

Juventus? Mengecewakan dan membingungkan. Mereka seperti lupa caranya menang. Tapi satu hal yang kuyakini musim depan mereka akan main di UCL, entah bagaimana caranya. Mungkin mereka bangkit dan menjuarai Serie A, mungkin mereka bangkit tapi hanya bisa berada di peringkat 2 atau 3. Bisa juga mereka meneruskan hasil bagus di UCL dan menjuarainya tahun ini, atau tren di Liga Champions terhenti dan mereka terlempar ke Europa League dan jadi juara di sana. Karena kita harus percaya bahwa ada 1000 cara untuk bangkit. Ayo berjuang Fino alla Fine (sampai akhir).

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!