Tentang Psikotes

Mengawali bulan Februari, saya akan menepati janji saya.
Beberapa bulan lalu, saya berjanji pada diri saya sendiri kalau saya lolos psikotes, saya akan menulis artikel tentang psikotes.

Apa itu psikotes?

Psikotes adalah suatu tes yang dilakukan oleh psikolog untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kecocokan seseorang dalam bidang-bidang tertentu.

Biasanya psikotes digunakan sebagai tes seleksi masuk kerja. Entah itu karyawan swasta atau PNS. Psikotes juga terkadang dilakukan untuk menyeleksi para calon mahasiswa sebuah Universitas.

Oleh karena itu, pengetahuan tentang psikotes wajib dimiliki oleh siswa-siswa sekolah menengah atas, terutama siswa lulusan SMK yang orientasinya adalah bekerja seperti saya.

Baik, sebelumnya saya mau bilang kalau saya sudah 3 kali menjalani psikotes dengan tingkat keberhasilan 66.66%, atau hanya sekali gagal.

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, kunci keberhasilan psikotes adalah persiapan yang matang.
Lalu apa sajakah yang harus dipersiapkan untuk menghadapi psikotes?

1. Siapkan fisik dan mental

Rata-rata psikotes memakan waktu 3-4 jam. Jadi, kondisi fisik sangat mempengaruhi keberhasilan kita. Cukup dengan berolahraga ringan, makan dan istirahat teratur beberapa hari sebelum pelaksanaan tes sampai hari H. Di hari H, jangan lupa sarapan supaya energi kita benar-benar full.
Persiapan mentalnya, latih kesabaran, karena psikotes akan membuat kita sangat frustasi.

2. Pelajari contoh-contoh soal

Satu hal yang sering saya temukan di psikotes adalah jenis soal yang mirip bahkan sama persis dengan tes-tes terdahulu. Cari buku-buku psikotes yang banyak bertebaran dj toko buku maupun perpustakaan, atau cari dengan google search, banyak sekali situs yang menyediakan contoh-contoh soal psikotes.

Sekarang sudah banyak juga aplikasi-aplikasi mobile yang berisi soal-soal psikotes yang tersedia di semua OS baik Android, IOS, Symbian, maupun Java. Biasanya aplikasi tersebut bernama tes IQ, tes psikologi, logical test dll.
Mempelajari itu semua dapat membuat kita lebih tenang dalam menghadapi psikotes.

3. Berlatihlah untuk mengerjakan soal secepat mungkin

Jika kita sudah memiliki contoh soal, cobalah kerjakan soal-soal itu dan hitung waktunya. Jika masih terasa lambat ulangi lagi sampai mencapai batas kecepatan maksimum. Sebagai informasi, rata-rata kita diberi waktu 30 detik untuk mengerjakan satu soal saat psikotes. Jadi usahakan saat latihan kerjakan satu soal dalam waktu 15 sampai 25 detik supaya kita nggak kaget dan malah nyantai saat pelaksanaan tes.

4. Minta doa restu orangtua

Ini wajib dilakukan! Dengan doa restu dari orangtua, kita akan lebih tenang dan nyaman dalam menghadapi psikotes.

5. Kejujuran adalah yang utama

Di soal psikotes, terkadang kita akan ditanya soal kebiasaan, pendapat dan hal-hal lainnya yang bersifat pribadi. Jawablah dengan jujur, jangan berpura-pura karena soal-soal ini membutuhkan keberuntungan dan keberuntungan biasanya lebih berpihak kepada orang yang jujur. 🙂

Di sini saya juga akan memberikan informasi beberapa tes yang sering muncul di psikotes:

1. Tes Koran/ kreplin

Ini adalah tes yang paling menguras fisik dan mental. Pertama-tama kita akan diberi sebuah kertas HVS seukuran koran. Pada kertas itu tercetak angka-angka satuan berukuran kecil. Kalau dihitung jumlahnya bisa mencapai ratusan digit. Angka-angka ini disusun rapi berbaris, bolak-balik dan memenuhi kertas. Lalu sang pengetes akan menyuruh anda menjumlahkan 2 angka yang saling berdekatan secepatnya dari bawah ke atas.

Beberapa saat kemudian pengetes akan berkata, “pindah” dan kita harus pindah ke baris berikutnya mulai dari bawah lagi. Terus begitu berbaris-baris sampai kita frustrasi.
Untuk menghadapi tes ini kita harus sabar dan pandai mengatur tempo. Kita harus sepenuhnya mengontrol pikiran kita. Jangan sampai pikiran kita terpengaruh oleh suasana stress yang luar biasa. Tetaplah berpikir jernih.

2. Wartegg tes

Sampai sekarang saya belum mengetahui tujuan dari tes ini. Kita diberi sebuah kertas berisi 8 gambar kotak persegi. Di dalam kotak-kotak tersebut ada bermacam-macam gambar yang tidak jelas.

Tugas kita adalah memodifikasi gambar-gambar tersebut menjadi gambar-gambar yang bermakna. Lalu kita diperintahkan untuk menuliskan urutan nomor kotak dari yang kita gambar pertama ke yang terakhir.

Sulit memberikan tips dalam mengerjakan soal ini, tapi usahakan kalian membuat gambar-gambar yang tak terduga. Untuk urutannya saya selalu menggunakan 3-4-1-2-5-6-7-8 dan selalu berhasil. 🙂

3. Menggambar Pohon dan Manusia

Tes ini sepertinya lebih cocok dilakukan oleh anak SD, tapi kenapa tes ini digunakan dalam psikotes?

Saya kurang tahu, tapi yang jelas kita harus membuktikan bahwa kita bukan sekedar anak SD yang menggambar secara asal-asalan.

Misalnya, saat menggambar manusia, gambarlah secara lengkap bagian-bagian tubuh yang mungkin terlihat dari ujung rambut sampai ujung kaki. Gambarlah orang yang sedang beraktivitas, karena orang yang tidak melakukan apa-apa akan terlihat bodoh (seperti yang menggambar :D). Perhatikan juga detail seperti pakaian yang dipakai dll. Ini juga berlaku untuk gambar pohon.

Setiap kali mengerjakan tes ini saya selalu menggambar orang yang sedang mengangkat barbel dan pohon beringin. 🙂

Itu saja sedikit sharing dari saya tentang psikotes. Tujuan utama saya menulis artikel ini adalah menepati janji saya tetapi kalau artikel ini bermanfaat bagi kalian saya akan sangat senang dan bersyukur.

Terima kasih!

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!