Terima Kasih 2013: Sebuah Refleksi Pribadi di Akhir Tahun

Di akhir tahun 2013 ini aku ingin coba merefleksi perjalanan hidupku selama setahun ini. Sebenarnya aku bukan orang yg suka mengingat-ingat kejadian di masa lalu. Tapi karena di 2013 terjadi peristiwa2 dan kondisi2 yg luar biasa dalam hidupku, aku tidak mungkin bisa dengan cepat melupakannya.

2013 adalah pertama kali aku mengawali tahun di tempat yg jauh dari kampung halamanku. Di tahun ini juga aku untuk pertama kalinya merasakan suasana tahun baru tanpa orang tua.

Di hari pertama di bulan Januari 2013 aku tertidur pulas. Aku tidak terlalu ingat kami (aku dan teman2 kosku) pulang jam berapa malamnya. Yang kuingat adalah pada malam tahun baru kami berjalan kaki sangat jauh dalam kondisi hujan gerimis menyusuri jalan2 raya di kota Jakarta. Saat itu aku hanya penasaran ingin tahu bagaimana suasana malam tahun baru di kota Jakarta.

Namun malam itu berjalan jauh dari efektif. Kegembiraan yg aku rasakan tidak sebanding dg rasa capek yg begitu luar biasa.

Di bulan Januari kuliahku memasuki semester 2. Dibandingkan semester 1 aku sedikit lebih enjoy dlm menjalaninya. Ditambah lagi dg adanya kebersamaan yg semakin erat antara aku dan teman2 angkatanku maupun dg teman2 satu kosku.
Mungkin kalau aku harus memilih, bulan Januari adalah bulan terbaikku di 2013.

Selanjutnya bulan demi bulan berlalu dan aku harus mengakui bahwa aku semakin nyaman dg kondisi sekitar. Bahkan cenderung terlalu nyaman.

Dan sekarang aku bisa belajar dr kondisiku saat itu. Aku belajar bahwa kondisi yg terlalu nyaman akan membuat aku berhenti bergerak. Sedangkan kehidupan saat ini menuntut manusia untuk selalu bergerak. Bahkan manusia dituntut bergerak lebih cepat.
Dan bayangkan saja aku hanya diam di tempat, seolah-olah waktu tidak terus berjalan dan bumi tidak berubah. Ini yg di masa depan harus kuhindari. Sebuah pelajaran yg amat mahal harganya.

Dan di bulan Juni akhirnya aku harus mengakhiri kuliahku. Dengan cara yg unik menurutku. Aku hampir memenuhi syarat untuk bertahan, kecuali satu.
Jika melihat alasan itu tentu aku seharusnya bersyukur karena semua perangai burukku pada bulan-bulan sebelumnya tampaknya tidak berpengaruh terhadap gagalnya kuliahku.

Tetapi tentu saja tetap ada banyak hal yg kusesali. Kalau sebelum-sebelumnya aku selalu mendapati rencanaku berhasil, saat itu aku bahkan tidak mempunyai rencana yg jelas. Aku benar2 belum siap meninggalkan zona nyamanku. Aku bahkan baru meninggalkan Jakarta di bulan Juli. Entah apa yg aku lakukan selama 1 bulan itu.

Setelah aku pulang ke kampung halamanku, aku meyakinkan diri bahwa masih ada banyak kesempatan untukku bisa menemukan tempat baru di 2013.
Dan kembali aku mendapatkan pelajaran. Pelajaran bahwa se-safe apapun suatu mekanisme, harus selalu ada tombol darurat di dalamnya. Dan sayangnya aku sama sekali tidak memikirkan itu.

Sampai akhirnya kini di bulan Desember menjelang pergantian tahun aku masih disini, di kampungku. Mencoba menyerap pelajaran2 kehidupan sebanyak-banyaknya sebelum aku terjun lagi kedalamnya.

Datangnya tahun baru tentu saja membuat semua orang senang. Akupun begitu.
Kadang aku berpikir bagaimana aku bisa melewati 6 bulan yg boring ini. Lalu aku sadar, ada banyak hal yg diberikan Tuhan. Orangtuaku misalnya, mereka selalu mendukungku dan mendoakanku.
Setidaknya aku merasakan perhatian dan kasih sayang yg lebih selama 6 bulan ini.
Ini membuat aku yakin kalau aku bisa bergembira dalam kondisi apapun.

Dan tentu saja harapan terus berdatangan dalam hidupku. Tuhan tampaknya sedang mempersiapkan kejutan untukku.
Harapan akan datangnya tahun keberuntunganku di 2014.

Dan menutup tulisanku, aku ingin berkata bahwa mungkin 2013 adalah tahun yg berat bagiku karena aku menghabiskan 6 bulan tanpa melakukan kegiatan apapun tapi aku sadar 6 bulan sisanya adalah salah satu periode paling berwarna, paling membahagiakan dan paling kusukai dalam hidupku. Dan saat menyadari itu semua aku merasakan betapa adilnya Tuhan.

Dan mungkin saja malam tahun baru 2014 adalah salah satu malam tahun baru yg paling sepi dlm hidupku tapi jujur…2014 adalah tahun yg paling kunantikan sepanjang 19 tahun hidupku ini.

Karena

2014 mengingatkanku bahwa waktu terus berjalan, dunia terus berubah, dan roda terus berputar.

Dan

Seiring berjalannya waktu, berubahnya dunia, dan berputarnya roda akan ada harapan2 baru akan terjadinya perubahan hidup.

Mungkin saja pada lain waktu akulah yg akan menjadi orang yg berada pada tempat yg pas, di waktu yg pas dan dalam kondisi yg tepat.

#DYF

Shawshank Redemption: The Best Film Ever

Beberapa waktu lalu gue iseng mengunjungi situs IMDb. Itu loh , situs yg isinya semua tentang film. Dari mulai sinopsis, trailler, sampai rating film.
Gue langsung tertarik dg sebuah artikel yg judulnya "IMDb Top 250".
Ternyata isinya tentang 250 film terbaik sepanjang masa. Atau dalam arti yg sebenarnya 250 film dg rating IMDb tertinggi.
Dari sekian banyak film yg ada di situ, banyak banget film yg belum pernah gue tonton. Wajar sih, soalnya kebanyakan dr film2 itu diproduksi di tahun 90 an, dan bahkan ada yg tahun 50 an.

Berikut ini top 10 nya:
1. 9.2 The Shawshank Redemption (1994)
2. 9.2 The Godfather (1972)
3. 9.0 The Godfather: Part II (1974)
4. 8.9 Pulp Fiction (1994)
5. 8.9 The Good, the Bad and the Ugly (1966)
6. 8.9 12 Angry Men (1957)
7. 8.9 Schindler's List (1993)
8. 8.9 The Dark Knight (2008 )
9. 8.8 The Lord of the Rings: The Return of the King
(2003)
10. 8.8 Fight Club (1999)

Ya, dan gue langsung tertarik dg film no.1 alias film terbaik sepanjang masa dg rating 9.2 . Sebagai perbandingan aja ya, film Fast and Furious 6 yang keren itu di IMDb cuma dpt rating 7.2, film horor nan serem The Conjuring ratingnya 7.5. Yang suka film korea, My Sassy Girl yg katanya amat sangat mengharukan itu ratingnya 8.1.

Gue sendiri belum lama nonton The Shawshank Redemption. Dan abis nonton gue tahu betul kenapa Film ini dilabeli sbg "Film terbaik sepanjang masa".
Film yg diproduksi pd tahun 1994 ini (tahun kelahiran gue) mampu mengubah perasaan penontonnya.

Film ini menceritakan tentang Andi, seorang bankir yg dituduh membunuh isterinya. Andi kemudian dijatuhi hukuman penjara 2 kali seumur hidup ( kebayang nggak sih lo, 2 kali seumur hidup. Apa di kehidupan setelah kematian dia masih dipenjara? gue jg kurang tau). Dan mirisnya, sebenarnya Andi ngga salah sama sekali.
Bukannya putus asa, Andi malah mampu menjalani kerasnya kehidupan di penjara layaknya ia bebas. Seiring berjalannya waktu, Ia bahkan mjd orang penting di penjara. Ia dipercaya mengurusi keuangan kepala penjara, Ia mengelola perpustakaan dan Ia dihormati oleh setiap penghuni penjara, tak terkecuali oleh sipir dan kepala penjara!
Namun Andi tentu saja masih punya harapan bahwa suatu saat dia akan bebas. Dia yakin dan nggak pernah menyerah. Dan dia bebas 19 tahun kemudian!
Tahu nggak apa yg dilakukannya..?.Ia menjebol tembok penjara selama 19 tahun dg bermodalkan sebuah palu kecil!

Menonton film ini akan membuat kita sadar akan arti perjuangan hidup dan pentingnya memelihara harapan.
Harapan itu selalu ada selama kita masih hidup, bahkan di tempat yg paling tak berpengharapan sekalipun.

Ada salah satu kutipan favorit gue, ketika Andi ngomong ama Red, temannya di penjara yg selama puluhan tahun dipenjara selalu di-PHP-in bakalan bebas oleh kepala penjara. Dia bilang gini kira2 : "Kamu harus tahu, di dunia ini ada banyak tempat yg tidak terbuat dr batu seperti penjara ini. Ada sesuatu yg kaumiliki yg tidak akan bisa mereka rampas, yaitu harapan".

Menurut gue ini adl film paling inspiratif yg pernah gue tonton. Meskipun diproduksi th 1994 film ini sama sekali nggak terasa kuno.
Buat kalian yg lagi putus asa film ini cocok banget. Buat yg belum nonton, cepetan deh cari filmnya. Buat yg udah nonton gue cm mau bilang selamat, lo sudah nonton film terbaik sepanjang masa!

#DYF

Kepuasan Membaca Novel Dan Brown: The Lost Symbol

OK sesuai judulnya, aku mau bahas tentang buku, novel lebih tepatnya.

Beberapa hari yg lalu aku baru saja menyelesaikan lembar terakhir buku “The Lost Symbol” -nya Dan Brown yg total berjumlah 757 halaman. Semua itu kulahap habis dlm waktu kurang dr seminggu woww!

Aku sendiri juga nggak tau kenapa aku begitu cepet baca novel ini. Yang jelas saat baca novel ini, aku nggak merasa lagi baca. Membaca halaman demi halaman buku ini lebih seperti nonton film!

Kata-katanya, alur ceritanya, misterinya, semua yang ada dalam buku ini seolah-olah “memaksa” kita untuk menciptakan sendiri sebuah “film” di dlm otak kita. Klo udah larut dlm ceritanya dijamin deh, nggak bakalan mau berhenti baca buku ini. Nggak heran kalo buku ini jd best seller internasional dan bahkan menimbulkan sensasi di seluruh dunia.

Aku sendiri beruntung bisa dapet e-book ini gratis hehehe

Buku ini sebenarnya merupakan Lanjutan dari novel-novel Dan Brown sebelumnya yg Menampilkan Robert Langdon professor cerdas ahli simbologi yg berpenampilan sederhana.

Dikisahkan Ia dipaksa memecahkan sandi untuk menemukan harta paling berharga di muka bumi ini oleh seorang asing yang menculik sahabatnya Peter Solomon.

Misteri demi misteri tidak dipecahkannya dengan mudah. Ia harus berhadapan dg CIA yg menganggapnya mengganggu keamanan nasional.

Lewat buku ini aku juga dikenalkan dengan gedung-gedung terkenal di AS seperti US Capitol, House of Temple dan tempat-tempat lain yang semuanya memilki misteri dan legendanya sendiri-sendiri.

Yang begitu menarik dari novel ini adl tokoh Robert langdon yg menurut saya rendah hati namun cerdas
Selain itu Langdon sepertinya selalu beruntung. Ya, ia selalu bisa memecahkan simbol-simbol yg terlihat sangat tidak masuk akal.

Bahkan ketika buku ini menceritakan bahwa ia tenggelam di dalam kotak sempit yg berisi air penuh, saya pikir dia takkan lolos lg dr kematian, namun ternyata ia bisa lolos.

Memang ada kekurangan dr buku ini yaitu cukup mustahil bahwa semua kekacauan yg diceritakan oleh buku ini ternyata hanya dilakukan oleh seorang tokoh saja yg bernama Malakh.

Well, apapun itu buku ini tetaplah sebuah buku yang berkualitas yang layak untuk coba kalian baca. Sekian, Terima Kasih