#AwayDay @ Myanmar & Vietnam: Apakah Timnas Sudah Siap Berlaga di AFF Cup?

cwwpbm_uuaa0q03

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang Piala AFF 2016, timnas menjalani dua laga persahabatan terakhir mereka away  di negara lain. Myanmar menjadi lawan pertama beberapa hari yang lalu lalu sore tadi Vietnam menjamu pasukan garuda di Hanoi.

Jujur saja partai melawan Myanmar sangat mengecewakan. Bukan hanya karena penampilan timnas yang kurang greget, tetapi juga karena ternyata Myanmar juga tak menampilkan performa yang istimewa.

Tim yang sebagian besar berisi materi pemain yang tampil di Piala Dunia U-20 tahun 2015 lalu bermain sangat sangat  biasa. Mereka tidak menunjukkan kalau mereka pernah menembus semifinal Piala Asia U-19 dan bahkan penampilan mereka tak lebih bagus dibanding tim-tim yang dihadapi Indonesia di laga ujicoba sebelumnya.

Celakanya timnas juga tak tampil maksimal. Terlebih ada banyak perubahan dilakukan Alfred Riedl di lini depan dan tengah. Ketidakhadiran Andik Vermansah dan Irfan Bachdim membuat lini depan Indonesia sama sekali tak berkutik.

Laga sore itu menjadi salah satu pertandingan paling membosankan yang pernah saya tonton. Total kedua tim hanya melakukan 2 atau 3 tembakan yang mengarah ke gawang itupun menjelang pertandingan berakhir.

Melawan Vietnam tadi timnas boleh dibilang tampil dengan kekuatan penuh. Irfan dan Andik kembali menjadi starter.  Stefano Lilipaly, Rizky Pora, dan Kurnia Meiga untuk pertama kalinya tampil sejak awal mengisi posisi di lini tengah dan penjaga gawang.

Di babak pertama timnas tampil pragmatis dengan membiarkan para pemain tuan rumah menguasai bola. Meski lebih banyak bertahan, timnas berhasil menciptakan lebih banyak peluang dan bahkan mampu mencetak gol lebih dulu melalui Boas. Saya sangat menyukai proses terjadinya gol ini.

Berawal dari sepak pojok Vietnam, bola yang dibuang berhasil diterima Evan Dimas yang dengan cerdik memberikan umpan ke Lilipally. Dalam situasi 2 lawan 1, pemain yang saat ini bermain di Belanda tersebut melepaskan tendangan yang tak mampu dihalau dengan sempurna oleh penjaga gawang tuan rumah. Boas dengan mudah mencocor bola muntah ke gawang.

Babak pertama berakhir 1-1 setelah Lee Chong Vinh menanduk umpan dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan timnas. Tetapi secara keseluruhan  timnas bermain relatif nyaman di babak pertama dan bahkan harusnya bisa mencetak lebih dari satu gol.

Di babak 2 Indonesia kembali mampu unggul lewat penalti Irfan, tetapi di sisa pertandingan Vietnam mencetak 2 gol tambahan yang membuat skor akhir menjadi 3-2. Timnas menelan kekalahan pertamanya sejak lepas dari sanksi FIFA.

Meski kalah tetapi timnas tampil cukup bagus, terutama di babak pertama. Strategi yang diterapkan Alfred Riedl tampak cocok saat melawan tim dengan penguasaan bagus seperti Vietnam. Sepertinya saat melawan Thailand dan Filipina timnas akan bermain dengan gaya seperti ini, lebih banyak menunggu bola sambil menunggu peluang untuk melancarkan serangan balik cepat. Hanya saja yang patut dicermati adalah efektifitas serangan yang masih kurang. Di pertandingan tadi mereka berhasil membuat 12 shoot yang setengahnya on target. Meski berhasil menciptakan 2 gol namun dengan minimnya penguasaan bola , setiap peluang harusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

cwvtay4viaa7zi4
Statistik timnas vs Vietnam

Patut dicatat pula dua gol  Vietnam tercipta di 20 menit terakhir. Gol-gol tersebut terjadi saat stamina para pemain timnas menurun. Selain itu, sebelum gol kedua tercipta, Riedl menarik keluar Bachdim dan sebelum gol ketiga giliran Boas yang ditarik.

Keluarnya kedua pemain tersebut membuat kerja lini belakang Vietnam lebih mudah. Pengganti keduanya, Lerby dan Ferdinand tak banyak memberikan ancaman. Tuan rumah pun leluasa  melancarkan gempuran ke gawang timnas.

Pertandingan melawan Vietnam tadi menunjukkan kalau sesungguhnya jika mampu tampil fokus dan disiplin , timnas bisa mengimbangi lawan-lawan yang lebih kuat. Riedl juga menunjukkan kalau dirinya adalah pelatih yang cerdas dan tahu cara meramu strategi untuk menghadapi lawan yang jauh lebih superior.

Pertanyaannya sekarang tinggal satu, mampukah timnas menampertahankan disiplin dan fokus selama 90 menit di Piala AFF nanti? Jika jawabannya adalah “ya”, saya rasa mereka mampu untuk setidaknya lolos dari putaran grup.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!