Brazil is Back? 

Brazil 2017
Brazil 2017/ The Sun

Piala Dunia 2002 adalah kali pertama saya mengenal sepakbola. 

Kala itu ajang tertinggi antar negara-negara di dunia itu diadakan di Asia, tepatnya Korea dan Jepang sehingga jam tayangnya cukup bersahabat. 

Karena belum tahu apapun tentang sepakbola,  saya sama sekali tak tahu harus mendukung tim mana. 

Ayah saya mengatakan kalau timnas Perancis adalah tim yang bagus dan menjadi favorit juara. Tim ini memiliki pemain-pemain kelas dunia seperti Zinedine Zidane dan David Trezeguet. 

Sayapun sangat antusias menyaksikan pertandingan pembuka, Prancis melawan Senegal. 

Prancis kalah 0-1 di laga itu dan saya begitu kecewa, tak jadi menemukan tim yang bakal saya dukung. 

Sampai akhirnya saya menonton pertandingan Jerman melawan Arab Saudi. Tim Panser menghabisi sang wakil asia 8-0 dan saya tanpa ragu memutuskan untuk mendukung Michael Ballack dkk. 

Saat itu saya berpikir kalau timnas Jerman adalah tim terbaik di dunia. Demikian juga halnya dengan Arab Saudi yang saya anggap sebagai tim terlemah di dunia. 

Baru beberapa saat kemudian saya sadar kalau ada tim yang jauh lebih buruk. Itu adalah hari dimana Arab Saudi mengalahkan timnas Indonesia dengan skor 5-0.

Singkat cerita, kiprah timnas Jerman berjalan mulus. Mereka terus melaju hingga ke final setelah di semifinal mereka menaklukkan salah satu tim tuan rumah, Korea Selatan. 

Di final,  Jerman bertemu dengan sebuah tim yang sama sekali tak pernah saya tonton sebelumnya. Tim berseragam kuning yang hampir semua pemainnya berkepala plontos, Brazil. 

Saya cukup yakin Jerman akan menang mudah kala itu. 

Memangnya Brazil pernah membantai lawannya dengan skor 8-0? 

Lagipula, Apakah Brazil punya penyerang sekelas Miroslav Klose yang sangat jago dalam memanfaatkan peluang? 

Lihat saja nanti, Klose akan mencetak hattrick “

Kira-kira itulah yang ada dalam benak saya, seorang anak 8 tahun yang baru mengenal sepakbola kala itu. 

Pada akhirnya, Jerman takluk 0-2 dan salah satu pemain berkepala plontos Brazil, yang hanya menyisakan potongan rambut kecil berbentuk segitiga di bagian depan kepalanya mencetak dua gol. 

Sejak saat itu saya sangat mengagumi timnas Brazil, terlebih si penyerang berambut segitiga, Ronaldo Nazario. 

Setiap kali Brazil bertanding di Piala Dunia, saya selalu menyempatkan diri untuk menonton. 

Brazil, menurut saya adalah salah satu tim yang selalu tampil bagus di Piala Dunia meski selepas tahun 2002, mereka belum lagi merebut gelar juara dunia. 

Pada ajang Piala Dunia terakhir, tahun 2014 yang diselenggarakan di tanah Brazil, sang pemegang 5 gelar juara dunia gagal di semifinal. 

Ironisnya tim yang menggagalkan langkah mereka adalah Jerman. 

Empat belas tahun setelah final piala dunia 2002 harapan saya benar-benar terwujud. Jerman mencukur Brazil 7-1. Klose mencetak satu gol di laga itu sekaligus merebut predikat top skor Piala Dunia sepanjang masa dari tangan Ronaldo Nazario, striker yang mengalahkannya di 2002. 

Jerman akhirnya meraih gelar Juara Dunia  2014 setelah di final menaklukkan Argentina 1-0.

Sementara bagi Brazil, kekalahan dari Jerman menjadi aib yang akan dikenang seumur hidup. 

Kegagalan 2014 diikuti dengan dua kegagalan berturut-turut di Copa America 2015 & 2016 membuat Brazil tak lagi dipandang sebagai raja sepakbola. 

Akan tetapi secercah harapan muncul di awal-awal tahun 2017 ini. 

Selepas bergonta-ganti pelatih dan membongkar pasang skuad, kini tim samba hadir dengan wajah baru. 

Di bawah asuhan pelatih baru Tite, Brazil menyapu bersih 7 laga yang mereka jalani. 

Kini mereka berada di puncak klasemen kualifikasi piala dunia zona Amerika Selatan. 

Dengan keunggulan poin yang signifikan dari tim-tim lain, hampir dipastikan  kita akan menyaksikan kiprah Brazil di Piala Dunia Russia tahun depan.

Beberapa media bahkan menyebut Brazil sebagai tim dengan permainan terbaik saat ini. 

Banyak orang percaya ini adalah awal kebangkitan kembali sang raja sepakbola. 

Skuad Brazil saat ini memang menjanjikan karena diisi oleh pemain-pemain muda berbakat seperti Neymar, Philippe Coutinho, Gabriel Jesus dll. 

Apakah Brazil akan mampu kembali merajai sepakbola dunia? 

Jawabannya akan kita ketahui selepas Piala Dunia Russia tahun depan. 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

7 replies to Brazil is Back? 

  1. Iya nih brazil yg sekarang dipandang sebelah mata. Padahal dulu dipuja-puja sebagai surganya pemain bola terbaik.

    Kalau saya dari dulu mendukung inggris. Meskipun mereka spai saat ini selalu kesulitan di piala dunia. Tapi saya tetap suka. Doalnya tahunya pemain inggris doang karena rutin nonton liga inggris.

  2. Pemain bola pertama kali saya kenal adalah Ronaldo botak yang fenomenal di piala dunia (nggak nonton pertandingannya sih, cuma buku2 tulis zaman sd saya covernya timnas Brazil, jerman, Luis Figo, Totti, Ronaldo, Oliver Khan. Bagi saya pahlawan bola saat itu si botak Ronaldo.

    • Sama, saya juga pernah punya buku2 gambar pemain2 bola hahaha.

      Tapi dibandingkan Ronaldo, saya lebih mengagumi Miroslav Klose.

  3. Saya dari dulu jagoin brazil sama italia, karna dulu banyak pemain ac milan berasal dari brazil. Saya yakinlah brazil bakal bangkit, sekarang sudah matang lah skuadnya. Dan pemain yang paling saya suka adalah countinho ama firmino.

    • Iya sekarang pemainnya sudah bagus dan kualitasnya merata. Suka Liverpool juga mas? Kok nyebutin dua pemain Liverpool? hehe

  4. Eh iya Brazil yang sekarang harus diperhitungkan. Kemaren mainnya bagus banget… pas nonton kayak menemukan gairah baru di sepak bola dan sadar bahwa ini lah Brazil yang sebenarnya.

    Tapi saya bukan pendukung Brazil sih… Saya ganti-ganti. hahahaha. Kadang Jerman, kadang Spanyol, Kadang Korea Utara. tergantung mana yang mainnya bagus aja… :3

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!