Bukan Nama yang Buruk

typodyf2

Namaku Damar Yahya Firmanto. Tiga kata, 18 huruf. Nama yang cukup panjang untuk seseorang yang lahir tahun 90-an. Dulu aku sempat berpikir kalau nama yang bagus adalah nama yang terdiri dari dua kata. Michael Jackson, Rudi Widodo, Slamet Prayogo, keren kan nama-nama tadi?

Berbeda dengan namaku yang sedikit ribet untuk diucapkan.

Tapi semua berubah sejak tahun 2004. Di tahun itu terjadi kejutan besar dalam dunia politik Indonesia. Seseorang yang tidak diunggulkan sebelumnya terpilih sebagai Presiden Indonesia,  Susilo Bambang Yudhoyono. Nama itu adalah nama terpanjang yang pernah dimiliki oleh seorang presiden Indonesia. Nama itu terdiri dari tiga kata, seperti namaku. Sang presiden Indonesia ke 6 akhirnya sampai saat ini lebih dikenal dengan panggilan SBY. Satu kata, tiga huruf, akronim dari masing-masing kata dalam namanya.

Pandanganku soal nama berubah sejak saat itu. DYF, inisial namaku, tampak sangat keren.

Jaman dulu, punya nama tiga kata adalah sesuatu yang istimewa, maklum kebanyakan orang mempunyai nama dengan dua kata atau bahkan hanya satu. Lain halnya dengan sekarang. Orangtua bisa memberi nama anaknya sangat panjang, sampai 5 kata bahkan lebih. Dan makin lama banyak sekali dijumpai nama-nama aneh. Ada orang yang bernama Tuhan menjadi perbincangan publik padahal nama Gusti (Tuhan dlm bahasa Jawa) sudah lama dipakai dan bahkan dianggap wajar.

Namun tak ada yang lebih aneh dari nama seorang teman perempuanku di SMP. Dia bernama Nganti Tuntas. Bagi yang belum tau, Nganti Tuntas berasal dari bahasa Jawa yang bisa diartikan “Sampai Selesai”. Entah apa yang dipikirkan orangtuanya saat memberi nama tersebut.   Mungkin mereka ingin anaknya kelak mampu menyelesaikan semua masalah. Kuakui, meski aneh, itu bukanlah nama yang buruk. Ia beruntung punya nama unik yang mungkin tidak ada duanya di dunia ini.

Namaku sendiri, aku sangat mengerti artinya. Damar adalah representasi dari nama kedua orangtuaku, iDA & MARyoto. Damar juga bisa diartikan lampu atau kayu. Yahya adalah versi lain dari John dan Yohanes, murid yang paling dikasihi Yesus dalam ajaran Kristen. Firmanto, bisa dipecah menjadi firman, yg sudah jelas artinya dan -to, nama belakang yang cukup umum dimiliki oleh orang Jawa. Jadi, namaku benar-benar menggambarkan siapa diriku. Seorang Jawa beragama Kristen, anak dari Bp Maryoto dan Ibu Idayati.

Bukan nama yang buruk.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.