Indiepreneur (Pandji Pragiwaksono)

review buku indiepreneur pandji pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono adalah salah seorang penulis yang gaya menulisnya sangat saya kagumi. Saya sudah pernah membahasnya di Nasional. Is. Me, Pandji Pragiwaksono dan Buku-Bukunya

Pandji, menurut saya, adalah satu dari sedikit orang yang bisa berbicara dan menulis sama baiknya. Maksud saya, ada orang yang jago menulis tetapi menjadi lain saat ngomong. Demikian juga sebaliknya, banyak orang yang jago ngomong tapi benar-benar kesulitan saat menulis. Akhirnya, tulisannya tak bisa sebagus seperti saat dia bicara langsung.

Continue reading Indiepreneur (Pandji Pragiwaksono)

A Man Called Ove (Buku & Film)

Buku

review ulasan a man called ove buku film
gambar : amazon.com

Sinopsis

Sesuai judulnya, buku ini bercerita tentang sosok laki-laki bernama Ove.

Jadi siapakah Ove?

Tak terlalu sulit untuk menggambarkannya. Ove adalah seorang pria tua berusia 59 tahun. Dia galak, kurang ramah,dan selalu menganggap orang lain (terlebih yang lebih muda darinya) sebagai idiot tak berguna. Ove juga, seperti orang tua pada umumnya, membenci  teknologi-teknologi terbaru. Continue reading A Man Called Ove (Buku & Film)

Rekomendasi 10 Artikel Menarik dari Para Bloger

shiq4.wordpress.com | 7 Manfaat Link Nofollow

Shiq4 dikenal sebagai seorang bloger yang sering menulis tentang tips-tips menulis dan blogging. Tulisan-tulisannya telah banyak membantu saya dalam mengembangkan blog.

Di dalam artikelnya kali ini, Shiq4 memperkenalkan saya dengan istilah link nofollow serta kegunaan-kegunaannya. Artikel ini penting dibaca bagi anda yang sedang serius mengembangkan blog, terutama jika anda mengincar banyak pengunjung dari mesin pencari.

 

ajheris.com | Dari Bullerbyn Hingga ke Katthult

Ini adalah artikel yang membangkitkan kenangan masa kecil saya. Mbak Helena menuliskan kunjungannya ke Bullerbyn, sebuah desa unik di Swedia yang cuma berisi 3 rumah. Bullerbyn sendiri merupakan latar dari buku yang saya baca berulang-ulang saat berusia 5-7 tahun, The Six Bullerbyn Children (Kami Anak-Anak Bullerbyn) karya Astrid Lindgren.

 

nursbio.wordpress.com | Jodoh dari Sahabat Pena Versi Lama

Artikel ini harus dibaca oleh anak-anak kelahiran 90-an dan setelahnya. Ibu Nur mengisahkan kenangannya tentang sahabat pena dan surat-menyurat dari masa-masa pra-gadget. Membaca artikel ini akan membuat kita berkelana ke masa lalu dan memahami betapa repot dan lamanya berkomunikasi dengan menggunakan surat.

 

febriminato.com | The Cute Yuzu

Blog ini dikenal dengan tulisan-tulisannya mengenai segala hal yang berhubungan dengan Jejepangan seperti anime, cosplay, dll.

Beberapa waktu lalu sang empunya blog menerbitkan sebuah artikel berisi wawancara dengan seorang cosplayer cantik. Ingin tahu lebih banyak tentang dunia cosplay? Atau penasaran secantik apa cosplayer yang dikenal dengan panggilan Yuzu ini? Silahkan klik link di atas.

 

desfortinmenulis.wordpress.com | Menengok Budaya Membaca Buku di Berbagai Negara

Sebuah artikel bagus yang membahas tentang budaya membaca buku di berbagai negara dari mulai Amerika Serikat, Jepang, sampai negara kita Indonesia. Artikel ini juga menjelaskan mengenai penyebab minat baca masyarakat kita yang masih rendah dan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya.

 

wisnuwidiarta.com | Kereta Terakhir

Penulis dikenal sering membuat karya fiksi berupa Flash Fiction, sebuah cerita pendek sepanjang kurang lebih 100 kata. Kereta Terakhir adalah Flash Fiction bertema horror yang sukses membuat saya merasa merinding dalam waktu singkat.

 

nekochan150999.wordpress.com | Still

Still adalah judul dari sebuah cerita bersambung yang terdiri dari 6 episode plus prolog dan epilog. Bercerita tentang kisah pertemuan dan perpisahan sepasang manusia, kisah ini unik karena menggunakan dua sudut pandang, laki-laki dan perempuan. Meski ceritanya tergolong pendek dan sederhana, Still akan membuat perasaan anda terbawa suasana. Terlebih cerita ini memiliki ending yang cukup mengharukan.

 

momentumkehidupan.wordpress.com | Anthony Robbins, Motivator dan Pebisnis Sukses

Momentum Kehidupan adalah sebuah blog yang berisi artikel-artikel motivasi. Termasuk artikel berikut ini yang berisi tentang kisah Anthony Robbins, motivator ulung yang juga dikenal sebagai pebisnis.

Dalam artikel ini diceritakan bagaimana proses Robbins melewati masa-masa suram dalam hidupnya hingga berhasil meraih kesuksesan.

Di akhir artikel juga tersedia link download dari sebuah ebook karya Anthony Robbins.

 

myevskahpmapshkfchwlbjmvtac.wordpress.com | Ultah Sang Pancasila

Blog yang memiliki alamat URL unik ini ternyata dikelola oleh seorang gadis SMA. Dalam postingan yang linknya tertera di atas, penulis menyambut hari kelahiran Pancasila dengan membuat sebuah puisi yang bagus serta menuliskan opininya tentang betapa pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

adhiiprasetya.wordpress.com | Mengenal Omar Momani, Kartunis Sepakbola Ternama

Soccer Bowl, begitulah blog ini biasa disebut, merupakan blog yang berisi opini-opini menarik seputar sepak bola. Sang penulis tergolong rajin dalam memperbarui postingannya meski akhir-akhir ini sepertinya sedang hiatus.

Artikel ini berisi hasil wawancara penulis dengan Omar Momani, seorang kartunis yang karya-karyanya sering dipajang di sebuah situs sepak bola besar.

Melalui wawancara ini terungkap proses yang dilalui Omar hingga bisa menjadi seorang kartunis sepak bola terkenal. Omar juga menceritakan kesehariannya sebagai seorang seniman serta klub dan pemain sepak bola favoritnya.

Review Buku: Sepakbola, The Indonesian Way of Life

review-ulasan-sepakbola-the-indonesian-way-of-life

Perbincangan soal sepakbola selalu menarik bagi saya. Ini karena sepakbola bisa dikaitkan dengan apa saja. Dari mulai kebudayaan, ekonomi, hingga sosial-politik. Sepakbola tak bisa dianggap sebagai permainan biasa.

Bill Shankly, mantan manajer Liverpool FC yang legendaris itu bahkan pernah berkata,

Some people think football is a matter of life and death. I assure you, it’s much more serious than that.

Tak terhitung banyaknya suporter bola yang mengamini kata-kata Shankly, termasuk di antaranya mungkin adalah Antony Sutton, sang penulis buku Sepakbola, The Indonesian Way of Life

Antony Sutton datang ke Indonesia di tahun 2002. Seperti kebanyakan orang eropa, ia sangat asing dengan negeri yang berada di timur jauh ini.

Akan tetapi siapa sangka ia menemukan sesuatu yang ia sukai di sini. Sesuatu yang mengingatkannya kepada masa kecilnya di London dulu. Sepakbola.

Menurutnya sepakbola Indonesia masih suci, tak seperti di negara asalnya, Inggris, yang sudah berubah menjadi lahan bisnis.

Sutton pun kemudian rutin menonton langsung pertandingan-pertandingan sepakbola di stadion-stadion di seluruh Indonesia tak peduli tim mana pun yang bertanding.

Pengalamannya itu membuatnya mengerti betul kondisi persepakbolaan Indonesia selama 10-15 terakhir.

Semuanya ia tuliskan di dalam blog miliknya, Jakarta Casual yang sampai sekarang masih aktif.

Sebagian catatan-catatannya tersebut kemudian juga dibukukan menjadi buku yang sedang saya review ini. Tentunya dengan bantuan dari Andi Bachtiar Jusuf, sutradara kondang yang menjadi penerjemah buku ini.

Review

Saya sangat menikmati isi buku ini, terutama bab-bab awal yang menceritakan tentang timnas Indonesia dan juga PSSI.

Bagian favorit saya adalah kisah tentang seorang suporter yang nekat masuk ke lapangan dan menendang bola ke arah penjaga gawang timnas Oman di ajang kualifikasi piala Asia.

Saya hampir-hampir melupakan peristiwa itu meski saya menontonnya TV. Buku ini menceritakan kembali kejadian itu dengan konyol hingga membuat saya tak bisa menahan senyum saat membacanya.

Sutton juga tak lupa membahas kejadian-kejadian aneh lain yang pernah terjadi di sepakbola Indonesia. Konflik PSSI, keberadaan dua kompetisi (ISL dan LPI), campur tangan pihak keamanan (polisi) dalam sebuah pertandingan, sampai kerusuhan suporter.

Menariknya, Sutton seringkali membandingkan kondisi sepakbola Indonesia dengan negaranya, Inggris. Tentu bukan dengan sepakbola Inggris yang sekarang, tetapi pada era 70-an.

Misalnya saat membahas mengenai aksi rusuh yang dilakukan Bonek ( pendukung Persebaya) saat mendukung timnya di laga tandang. Sutton membandingkan kelakuan mereka dengan kelakuan para suporter Manchester United saat tim yang kini diasuh Jose Mourinho tersebut terdegradasi di tahun 70-an.

Kejujuran dan sudut pandang Anthony Sutton dalam melihat kondisi sepakbola Indonesia inilah yang, menurut saya, menjadi kelebihan buku ini.

Namun bukan berarti buku ini tak memiliki kekurangan.

Ada beberapa bagian yang mengganggu saya. Seperti misalnya di bab 6 yang berjudul “Persibo dan Rasa Malu Bangsa”. Bab ini membahas tentang prestasi buruk klub-klub Indonesia di kompetisi Asia, baik itu Liga Champions maupun Piala AFC.

Di situ disebutkan bahwa prestasi terbaik klub-klub  Indonesia di Piala AFC adalah menembus 8 besar ( Arema & Semen Padang). Padahal di tahun 2014 Persipura mampu mencapai semifinal.

Bab yang membahas mengenai Bonek juga menurut saya terlalu berbelit-belit. Saya tidak tahu kenapa buku ini harus lebih dulu repot-repot menjelaskan tentang pertempuran 10 November di Surabaya. Mungkin maksudnya adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca non-Indonesia tentang sejarah kota Surabaya.

Tetapi tetap saja bagi saya membaca halaman-halaman awal bab ini seperti membaca kembali buku pelajaran sejarah SMP.

Satu lagi yang membuat saya kecewa adalah buku ini tak banyak membahas mengenai klub-klub kecil. Praktis hanya beberapa klub yakni Persib, Persija, Persebaya, dan Arema yang mendapatkan porsi cerita yang cukup.

Barangkali Sutton kesulitan untuk memilih klub lain yang menarik untuk dibahas di antara sekian banyak klub Indonesia. Atau mungkin ia menyimpannya untuk buku keduanya. Saya kurang tahu.

 

Kesimpulan

Sepakbola, The Indonesia Way of Life adalah buku yang sangat langka. Saat ini belum banyak buku-buku yang membahas mengenai sepakbola Indonesia. Fakta bahwa buku ini ditulis oleh seorang warganegara asing semakin menambah keunikan buku ini.

Meski tidak sempurna, saya rasa buku ini wajib dimiliki oleh pecinta sepakbola di Indonesia.

Dan ya, setelah membaca buku ini saya menjadi bermimpi untuk berkeliling ke stadion-stadion di seluruh Indonesia. Berbaur dengan para suporter dari berbagai suku dan daerah. Suatu saat nanti.

 

Terima kasih Antony Sutton!

 

 

 

Judul               :   SEPAKBOLA The Indonesian Way of Life

Penulis           :   Antony Sutton

Penerjemah   :   Andibachtiar Yusuf

Penerbit         :   Kawos Publishing , 2017

Order              :   Pilih Buku

Review Buku: Mata Hari (The Spy) by Paulo Coelho

cover_buku_90241
Cover Buku Mata Hari/ gpu.id

Selalu ada kisah-kisah menarik di balik sebuah peristiwa bersejarah.

Sebagian kisah tersebut tercatat rapi dalam buku-buku sejarah dan menjadi populer di seluruh dunia. Sebagian lainnya tak banyak diketahui orang. Bahkan kisah-kisah tersebut baru terungkap belasan hingga puluhan tahun kemudian.

Paulo Coelho mencoba menceritakan salah satu kisah tersebut lewat  buku terbarunya yang berjudul Mata Hari atau The Spy ( versi internasionalnya).

Novel Mata Hari berkisah tentang seorang wanita cantik bernama Mata Hari yang  hidup di masa perang dunia I.

Sinopsis

Margaretha Zelle adalah seorang perempuan Belanda yang hidup di akhir abad 19 sampai awal abad 20.

Masa-masa itu adalah masa-masa dimana perempuan hanya punya satu pilihan karir, menikah dan menjadi ibu rumah tangga.

Margaretha muda yang tinggal di sebuah kota kecil bernama Leuwarden  beruntung bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Meski sebenarnya sekolah bukanlah tempat yang meninggalkan kesan bagus baginya. Di tempat itu ia berulang kali diperkosa oleh kepala sekolahnya sendiri.

Cepat atau lambat gadis itu tahu kalau ia akan dipinang oleh seorang laki-laki dan saat itu tiba kebebasannya akan hilang.

Margaretha tak mau itu terjadi. Ia mencari-cari cara agar tak berakhir sebagai sebagai Ibu rumah tangga yang hanya berdiam diri di rumah.

Singkat cerita, Ia akhirnya menemukan sebuah solusi yang menurutnya cukup bagus. Gadis itu menemukan sebuah iklan di surat kabar tentang seorang Kolonel yang bertugas di Hindia Belanda yang sedang mencari seorang istri.

Tanpa berpikir panjang, Margaretha menghubungi kolonel tersebut dan tak lama kemudian mereka menikah.

Akan tetapi ternyata itu adalah awal mula petaka demi petaka yang menimpanya. Selama tinggal di Indonesia, hidupnya tak sesuai harapan. Suaminya tak memperlakukannya dengan baik. Ia hanya dianggap sebagai pelayan dan pemuas nafsu saja.

Tak cuma itu, beberapa saat kemudian ia kehilangan anaknya karena penyakit dan suaminya yang diracun oleh orang tak dikenal.

Dengan menanggung duka yang sangat mendalam, Margaretha memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan kembali ke eropa. Ia mengubah namanya menjadi Mata Hari dan kemudian mencoba peruntungannya di Prancis, tepatnya Paris.

Berbekal tarian tradisonal yang ia pelajari semasa tinggal di Indonesia, Mata Hari mampu menarik perhatian masyarakat Prancis. Namanya sempat menjadi buah bibir banyak orang karena sensualitas tariannya yang tak pernah dilihat oleh publik Prancis sebelumnya.

Saking tenarnya, Mata Hari bahkan diceritakan sangat dekat dengan beberapa tokoh penting di Perancis saat itu, dari mulai seniman, perancang busana, pengacara, sampai pejabat.

Akan tetapi lagi-lagi keberuntungan tak berada di pihaknya. Perang dunia Pertama Meletus di tahun 1914. Prancis saat itu sedang bersiap-siap untuk menghadapi serangan dari Jerman.

Aparat Prancis mengetatkan keamanan mereka dan menangkap orang-orang yang dicurigai sebagai mata-mata Jerman.

Mata Hari adalah satu dari antara orang yang mereka tangkap. Gadis itu dicurigai karena menjalin hubungan dengan orang-orang penting di Prancis. Selain itu asal usulnya yang tak jelas membuat kecurigaan kepadanya semakin menguat.

Mata Hari dijebloskan ke dalam penjara dan dieksekusi mati pada tanggal 15 Oktober 1917 di usianya yang ke 41.

 

Review

Novel ini  menarik menurut saya karena salah satu setting ceritanya bertempat di Indonesia.

Berkat buku ini saya tahu bahwa tidak semua warga Belanda yang tinggal di Indonesia di jaman penjajahan makmur dan bahagia. Terutama kisah tentang istri-istri para prajurit Belanda yang diceritakan mempunyai hidup yang penuh dengan keputusasaan.

Kepanikan dan ketakutan yang dialami oleh orang-orang eropa di masa perang dunia pun diceritakan dalam buku ini. Bagaimana Prancis, negara yang telah lama memproklamirkan diri sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan pun akhirnya juga merenggut kebebasan banyak orang.

Sayangnya, buku ini gagal untuk memberikan penjelasan yang lengkap dan detail, terutama di bagian cerita yang mengambil latar di Indonesia.

Mata Hari tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun. Akan tetapi buku ini tak banyak menceritakan tentang aktivitasnya selama tinggal di Indonesia dan bagaimana ia mempelajari tari-tari tradisional Jawa.

Barangkali Paulo Coelho kesulitan untuk mendapatkan kisah yang lebih lengkap mengingat kejadiannya sudah berlangsung lebih dari seabad yang lalu.

 

Kesimpulan

Buku ini layak dibaca karena akan memberikan kita gambaran tentang kehidupan di masa-masa penjajahan dan perang dunia.

Akan tetapi jika anda adalah penggemar Paulo Coelho dan mengharapkan buku ini akan sebagus The Alchemist, lebih baik jangan membaca buku ini karena kemungkinan besar anda akan kecewa.

 

 

Judul : Mata Hari

Pengarang : Paulo Coelho

Halaman : 181

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, 2016

Ebook : Scoop