Sambil Menyelam Minum Air ala Facebook

bn-ra485_1201fa_j_20161201023330
gambar: wsj.net

Tahun ini Facebook akan genap berumur 13 tahun. Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat situs jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg tersebut beberapa kali diramal akan ditinggalkan oleh para penggunanya.

Sekitar dua sampai tiga tahun lalu banyak orang mengklaim bahwa Facebook sudah tak menarik lagi. Alasannya beragam, dari mulai para alay yang merajalela hingga munculnya jejaring-jejaring sosial baru yang lebih menarik semisal Path, Instagram, ataupun Snapchat.

Tetapi nyatanya hingga kini Facebook masih menjadi jejaring sosial paling digemari di dunia. Menurut situs statista.com, per Januari 2015 pengguna Facebook di seluruh dunia jumlahnya mencapai 1,59 triliun. Angka itu bahkan melebihi jumlah penduduk Tiongkok, negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia!

Facebook memang terus melakukan perubahan-perubahan demi mempertahankan para penggunanya. Fitur-fitur baru mereka tambahkan seperti Facebook Live, penambahan stiker, serta tombol like yang kini lebih bervariasi.
Fitur-fitur tersebut membuat Facebook terlihat lebih modern dan mampu bersaing dengan Instagram maupun Snapchat.

Tetapi ada satu hal yang selama ini menjadi kekurangan utama Facebook. Ada terlalu banyak berita-berita hoax yang menyebar melalui situs ini. Anda tentu setuju bahwa dibanding situs-situs lain, Facebook adalah “raja-nya” berita hoax.

Pada awalnya memang postingan-postingan hoax yang ada di Facebook sangatlah sepele. Tiga atau empat tahun yang lalu paling-paling kita hanya menemukan hoax “dosis ringan” berupa foto-foto ajaib yang mengajak para pengguna Facebook untuk menyukai foto tersebut dan berkomentar “Amin”.

Tetapi lama kelamaan situasi menjadi semakin parah karena kemudian muncul berita-berita hoax yang merugikan pihak-pihak tertentu. Misalnya, mulai banyak tokoh-tokoh terkenal yang diberitakan meninggal.

Puncaknya saat berita-berita bohong bertema politik mulai menyebar. Entah siapa yang memulainya, berita-berita tersebut semakin menjadi-jadi dan efeknya sampai ke seluruh dunia.

Di Inggris Raya, beragam berita hoax di Facebook mampu mempengaruhi hasil polling yang membuat negara tersebut memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit).
Di Amerika Serikat, keberadaan berita hoax turut berperan dalam kemenangan mengejutkan Donald Trump pada Pemilihan Presiden 2016 lalu.

Sedangkan di negara kita, bahkan sejak Pilpres 2014 sudah banyak berita hoax yang menyudutkan calon-calon presiden tertentu. Yang terbaru, menjelang Pilkada 2017 banyak ditemukan berita-berita aneh yang tak jelas asalnya.

Pemerintah bahkan sampai harus turun tangan memblokir beberapa situs tak bertanggung jawab yang tautannya menyebar di Facebook agar situasi tak semakin parah.

Lalu bagaimana cara Facebook mengatasi hal ini?

Tak disangka mereka melakukan langkah yang amat cerdas dalam menanggulangi penyebaran berita hoax.

Mulai pertengahan tahun lalu hingga awal tahun ini Facebook melakukan beberapa perubahan yang bukan hanya membatasi penyebaran berita hoax, tetapi juga memberikan tambahan keuntungan bagi mereka.

Dikutip dari situs wallaroomedia.com , pada Juni 2016, Facebook menambahkan algoritma yang membuat postingan dari teman dan keluarga pengguna akan lebih sering muncul di beranda.

Kemudian pada November 2016 perubahan kembali dilakukan dengan memblokir berita-berita hoax menggunakan layanan iklan. Facebook tidak akan menampilkan iklan yang isinya berupa berita hoax.

Terakhir, Januari 2017 lalu Facebook membuat perubahan lagi yang membuat postingan-postingan berupa video akan lebih diprioritaskan untuk muncul di beranda.

Jika melihat perubahan-perubahan yang dilakukan Facebook tadi , maka postingan-postingan yang akan sering kita lihat di beranda Facebook adalah video-video yang diupload oleh orang-orang terdekat kita. Kalaupun tak ada teman atau keluarga kita yang memposting video, foto-foto dan status-status merekalah yang akan ditampilkan terlebih dahulu.

Dari sini terlihat penyebaran hoax akan berkurang drastis karena selama ini berita-berita hoax yang menyebar di Facebook biasanya berupa link-link menuju situs web lain. Kalaupun berupa status, sangat jarang yang datang dari postingan teman. Kebanyakan adalah hasil share dari akun-akun fanspage provokator.

Lantas bagaimana dengan situs-situs berita resmi maupun akun-akun fanspage yang tak ada kaitannya dengan berita hoax?

Sayangnya mereka mendapatkan perlakuan yang sama dari Facebook. Postingan-postingan akun-akun tersebut akan tenggelam oleh postingan-postingan pribadi.

Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan agar lebih sering muncul di beranda para konsumen mereka adalah dengan memasang iklan. Facebook memastikan bahwa iklan-iklan yang mereka tawarkan sangat efektif. Pemasang iklan bahkan mendapatkan angka yang jelas mengenai berapa banyak pemirsa yang akan melihat iklan-iklan tersebut.
Jadi jangan heran kalau kita saat ini lebih sering menemukan iklan saat berselancar di Facebook.

Perang melawan berita-berita hoax memang akan terus berlangsung. Dalam hal ini, apa yang dilakukan oleh Facebook patut diapresiasi. Mark Zuckerberg dkk memainkan strategi yang sangat cantik, mengurangi penyebaran hoax sekaligus menambah pemasukan dari iklan.

Tetapi tentu saja semua kembali kepada kita sebagai pengguna Facebook. Berita hoax masih akan selalu ada karena banyak orang meraup untung dari keberadaanya.
Sangat penting bagi kita untuk tetap bersikap cerdas dalam menanggapi sebuah berita. Verifikasi atau pengecekan harus tetap dilakukan setiap kali menemukan berita-berita yang meragukan.

Internet, Fintech, dan Alasan Untuk Optimis terhadap Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

 

ekonomi-digital-indonesia

“Internet cepat buat apa?”

Suatu kali seorang pejabat pemerintahan pernah mengatakan hal tersebut. Saat itu beliau mungkin kesal karena banyak orang menyalahgunakan teknologi dan internet untuk hal-hal negatif.

Tetapi apakah negara ini akan jauh lebih baik tanpa internet?

Saya meragukannya.

Terlebih saat ini keberadaan koneksi internet benar-benar penting mengingat banyak orang yang menjadikan dunia maya bukan hanya sebagai tempat mencari informasi atau hiburan tetapi juga tempat mencari nafkah.

Tak heran jika semakin banyak orang Indonesia yang membutuhkan koneksi internet dengan biaya terjangkau.

Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan google dan temasek beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan pengguna internet tercepat di dunia!

Kecepatan Koneksi Internet di Indonesia

Kabar baiknya, menurut data statistik katadata, sejak 2015, kecepatan internet Indonesia naik  lebih dari 200%, dari rata-rata 2,2 Mbps menjadi 6,7 Mbps.

Sayangnya, meski mengalami peningkatan yang signifikan kecepatan koneksi internet Indonesia masih tertinggal dari sebagian besar negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

di-asia-pasifik-kecepatan-internet-indonesia-jauh-tertinggal-by-katadata
source: databooks.co.id

Kecepatan koneksi internet kita bahkan masih kalah dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam serta masih jauh tertinggal dari  Singapura dan Korea Selatan.

Ekonomi Digital

Di awal tadi sudah saya sebutkan kalau saat ini penggunaan internet sangatlah luas. Sekarang ini ada banyak orang yang melakukan kegiatan ekonomi via internet, atau lebih dikenal dengan ekonomi digital.

Kalian tentu sudah tak asing lagi dengan yang namanya online shopping bukan?

Beberapa tahun terakhir ini memang muncul situs-situs yang menawarkan kegiatan jual beli online secara aman dan nyaman. Sebut saja OLX (dulu tokobagus), Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan lain-lain.

Keberadaan situs-situs belanja online ini sangat membantu, terutama bagi saya yang punya kepribadian dominan introvert , yang tak terlalu suka berbelanja ke mall atau toko jika tidak benar-benar penting dan butuh.

Fintech

Sebenarnya ekonomi digital tak hanya soal jual beli online saja. Belakangan ini juga muncul istilah baru yakni fintech.

Fintech adalah sebuah inovasi layanan keuangan dimana teknologi sangat berperan penting di dalamnya.

Di Indonesia saat ini ada bermacam-macam perusahaan fintech.

Ada yang bergerak di bidang pembayaran, ada yang di bidang investasi, pinjaman/kredit, perencanaan keuangan, dan lain-lain.

Sebagai contoh perusahaan fintech yang bergerak di bidang pembayaran adalah Doku, GoPay, dompetku dan lain-lain.

Lalu ada bareksa yang bergerak di bidang investasi reksadana.

portal-investasi-bareksa-com-menjadi-agen-penjual-efek-reksa-dana-perencana-keuangan-independen-finansialku
bareksa, salah satu perusahaan fintech yang bergerak di bidang investasi / source : here

Kemudian yang belakangan cukup populer adalah fintech yang bergerak di bidang pembiayaan peer to peer lending seperti koinworks atau amartha.

Tak ketinggalan juga adalah layanan cicilan tanpa kartu kredit yang dipelopori oleh kredivo.

Semua perusahan-perusahan startup tadi memberikan layanan 100% online.

Misalnya bareksa, beberapa saat lalu saya pernah mencoba membuka rekening tabungan reksadana di sana. Awalnya saya mengira prosesnya akan sangat rumit. Tetapi ternyata cukup mudah.

Saya tak harus mengirimkan berkas-berkas saya ke kantor bareksa. Cukup mendaftar dan mengisi formulir di situsnya, melampirkan scan KTP dan bahkan tanda tangan saya pun bisa dilakukan secara elektronik, dengan memanfaatkan layar sentuh smartphone.

Ini tentu sebuah inovasi yang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan bermodalkan smartphone, koneksi internet, dan uang minimal 100.000 saya sudah bisa berinvestasi reksadana yang menjanjikan keuntungan lebih besar dari deposito atau tabungan.

Tak perlu khawatir karena semua perusahaan-perusahaan diatas sudah terdaftar dan diawasi oleh otoritas jasa keuangan yang memastikan keamanan transaksi.

Perkembangan Fintech Indonesia

Melihat statistik Indonesia dalam hal transaksi fintech, kemungkinan besar industri ini akan terus berkembang. Pada tahun 2016 saja jumlah transaksi fintech di Indonesia mencapai angka US$ 14,5 milliar atau Rp 190 triliun. Jumlah yang fantastis namun masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah pengguna internet dan jumlah penduduk Indonesia.

Sebagai perbandingan rata-rata nominal transaksi per populasi Singapura adalah US$ 1938 sedangkan Indonesia masih di angka  US$ 56,98 per populasi.

Tahun ini diprediksi jumlah transaksi fintech Indonesia akan meningkat menjadi US$ 18,7 milliar atau Rp 247,6 triliun!

Jumlah itu diprediksi masih akan meningkat di tahun-tahun berikutnya.

2017-transaksi-fintech-indonesia-us-186-miliar-by-katadata
source : databooks.co.id

 

Peluang Ekonomi Digital Indonesia

Berdasarkan data-data dan statistik-statistik di atas dapat disimpulkan bahwa ada  peluang besar bagi para pelaku industri dan usaha di Indonesia untuk semakin mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan transaksi digital.

Meski demikian ternyata tak semua pengusaha siap menyambut transformasi menuju ekonomi digital.

Dalam studi bertajuk ‘The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise,” sebanyak 90 persen pebisnis di Indonesia memang menyatakan perlu melakukan transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

Namun dari jumlah itu, hanya 27 % di antaranya yang mengaku sudah mempunyai strategi yang menyeluruh guna menyambut transformasi digital.

Sisanya…

seberapa-siap-pengusaha-indonesia-dengan-transformasi-digital-by-katadata
source : databooks.co.id

 

Sulit memang melakukan perubahan dengan cepat. Perlu waktu untuk beradaptasi di era ekonomi digital ini.

Tetapi melihat pertumbuhan pengguna internet Indonesia yang begitu cepat, serta terus bermunculannya startup-startup fintech baru dengan berbagai inovasi, bukan mustahil jika beberapa tahun lagi Indonesia akan menjadi pemimpin ekonomi dan pusat transaksi digital di asia dan dunia.

 

Semoga!

 

 

Semua data dan statistik dalam artikel ini diambil dari databooks.co.id

Menjadi Pusat Gravitasi di Era Digital

Sudah menjadi kebiasaan manusia untuk menganggap segala sesuatu yang tidak mereka mengerti sebagai “takdir”.

“Kenapa kita lahir?”

Jawab: “Takdir”

Kenapa kita mati?”

Jawab: “Takdir”

Kenapa kamu masih jomblo?”

Jawab: “Takdir”

Sekitar 100 tahun yang lalu seorang pria asal Inggris mendapati dirinya kejatuhan buah apel saat sedang bersantai di bawah pohon.

Pria itu tak puas dengan jawaban “takdir” seperti kebanyakan orang dan mencoba mencari tahu penyebab benda-benda selalu jatuh ke bawah.

newton-toy-90809

Anda semua pasti tahu siapa pria yang saya maksud di atas (ya iyalah, orang ada tulisannya). Dia adalah Isaac Newton, orang pertama yang menyadari bahwa ada sebuah gaya tarik yang bernama gravitasi.

Newton berhasil membuktikan bahwa setiap benda yang memiliki massa, mempunyai gaya tarik yang disebut gravitasi.

Benda yang memiliki massa besar akan menarik benda-benda di sekitarnya yang memiliki masa lebih kecil. Itulah penyebab kenapa semua benda yang ada di bumi, termasuk kita, selalu jatuh ke bawah. Gravitasi bumi jauh lebih kuat daripada semua benda yang ada di permukaan bumi.

Dalam perkembangannya teori gravitasi ini ternyata mampu menjelaskan banyak hal yang terjadi di kehidupan kita.

Perubahan musim, pasang surut air laut, sampai bentuk bumi yang bulat adalah akibat dari adanya gravitasi. (mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para penganut kepercayaan bumi datar)

Kekuatan Gravitasi Manusia

Sebagai makhluk hidup yang mempunyai massa, tentu saja manusia punya gaya gravitasi. Hanya saja, kekuatannya tidak seberapa jika dibandingkan dengan gaya gravitasi bumi.

Meski demikian, kita semua memiliki sesuatu yang berdaya tarik kuat di dalam diri masing-masing yakni pikiran.

understanding-human-mind1

Di buku-buku spiritual, pikiran seringkali diibaratkan sebagai magnet yang punya daya tarik sangat kuat.

Kebanyakan ahli spiritual percaya bahwa segala sesuatu yang kita terima di kehidupan ini sebenarnya berasal dari pikiran kita sendiri.

Jika kita berpikir positif, pikiran tersebut akan menarik hal-hal positif untuk hadir di kehidupan kita.

Sebaliknya, pikiran negatif  akan mendatangkan banyak masalah baru di kehidupan kita.

Berdasarkan keyakinan ini, pikiran kita juga cenderung menarik orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan kita.

Menjadi Pusat Gravitasi di Era Digital

Di era digital dengan orang-orang di seluruh dunia terhubung dalam jaringan internet ini setiap orang bisa dengan mudah menjadi pusat perhatian.

Menemukan orang-orang yang punya minat dan ide-ide yang sama tidaklah terlalu sulit.

Buktinya, sudah banyak orang yang sukses berkat buah pikiran dan karya mereka yang viral di media sosial.

Media-media seperti Youtube dan Instagram sangat cocok bagi orang-orang yang ingin menunjukkan karya-karyanya kepada banyak orang.

fkhayf-_

Jika mampu menarik puluhan atau bahkan ratusan ribu pengikut, anda bukan hanya bisa populer, tetapi juga menghasilkan uang.

Saya sendiri beberapa kali sempat mencoba mengunggah beberapa video ke youtube. Meski jumlah view-nya belum sesuai harapan, setidaknya saya telah menunjukkan niat saya untuk menarik orang-orang yang sepemikiran.

Blog yang sedang anda baca ini pun juga sebenarnya merupakan salah satu upaya saya untuk menarik banyak orang.

Saya berusaha konsisten, memposting tulisan setiap 3 hari sekali meski kadang malas dan bertanya-tanya, kapan saya bisa menarik lebih banyak orang untuk berkunjung ke blog ini?

Mulai Menjadi Pusat Gravitasi

cc0785

Saya rasa kita semua pasti punya keinginan untuk menjadi pusat perhatian. Karena pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang sangat membutuhkan perhatian.

Nah, bagi kalian yang punya impian untuk meraih banyak pengikut di Instagram dan Youtube atau bahkan blog, tak ada salahnya memulai dengan memilih gadget yang cocok untuk mendukung aktivitas fotografi kalian.

Baru-baru ini saya menemukan info tentang Luna Smartphone, sebuah gadget canggih keluaran baru. Luna Smartphone sangat cocok bagi kalian yang membutuhkan smartphone dengan kualitas kamera yang jernih dan prima.

Mengusung kamera depan/ belakang 8MP/13MP,  dengan lensa wide angle (80 derajad), Luna Smartphone tak akan terlalu kesulitan untuk menghasilkan foto-foto cantik maupun video-video berkualitas HD.

Tak main-main, kualitas kamera Luna Smarphone bahkan bisa disetarakan dengan kualitas kamera Iphone 6 yang harganya lebih mahal.

Luna Smarphone juga sudah mendukung jaringan 4G sehingga anda tak akan kesulitan untuk mengupload foto-foto cantik anda ke media sosial.

 

luna-float

 

Jadi, sudah siapkah anda menjadi pusat gravitasi?

Mari memulai dari sekarang, semoga beruntung!

 

 

Tulisan ini disertakan dalam blog competiton bertema Menjadi Gravitasi Dunia Bersama Smartphone Luna.

Jika anda tertarik untuk mengikuti kompetisi ini (batas terakhir 21 April 2017), silakan mendaftar di sini.

 

sumber gambar:

youtube.com ; gifmania.co.uk ; journalpsyche.org ; stencilease.com ; luna.id

Mari Mendengarkan Podcast

beaty
source: here

Dulu saat masih  SD,  salah satu kegiatan favorit saya adalah mendengarkan radio. Saking sukanya mendengarkan radio, saya bisa berjam-jam menghabiskan waktu untuk mendengarkan radio setiap harinya.

Pagi sebelum berangkat sekolah saya biasa mendengarkan radio sembari menunggu Ayah dan kakak selesai mandi.

Malam hari sebelum tidur saya selalu membiarkan radio menyala menemani tidur.

Saya selalu bertanya-tanya kenapa saya begitu menggemari radio. Mungkin karena saat itu belum ada smartphone, gadget dan sebagainya.

Tetapi saya rasa alasan sebenarnya saya suka mendengarkan radio adalah karena saya memang suka menjadi seorang pendengar. Saya nyaman mendengarkan pembicaraan orang lain.

Saya ingat dulu saat merantau dan ngekos dengan dua orang teman, saya suka sekali mendengarkan mereka berdua saling bercerita ataupun berdiskusi. Terkadang saya sedikit menimpali namun sisanya saya cuma mendengarkan mereka sambil tiduran.

Beberapa waktu yang lalu, karena saya kangen dengan radio, saya coba mendengarkan melalui smartphone. Tetapi saya agak kecewa karena kebanyakan stasiun radio lebih banyak memutar lagu daripada memberi kesempatan kepada penyiarnya untuk berbicara lebih lama. Pikir saya, kalau mau mendengar lagu-lagu, lebih baik buka Spotify saja.

Memang tidak semua radio seperti itu. Smart FM atau Sonora misalnya, ada banyak acara-acara diskusi menarik di kedua radio itu. Tetapi seringnya saya lupa atau sibuk sehingga melewatkan acara-acara tersebut.

Untungnya saya menemukan solusinya. Solusi tersebut adalah Podcast.

 

Apa itu Podcast?

Podcast adalah episode program yang tersedia di Internet. Podcast biasanya merupakan rekaman asli audio atau video, tetapi bisa juga merupakan rekaman siaran televisi atau program radio, kuliah, pertunjukan, atau acara lain. (source: itunes)

 

Podcast, baik itu yang berbentuk video maupun audio biasanya lebih menitikberatkan pada konten daripada visual. Karena itulah kebanyakan podcast berupa audio karena lebih praktis.

Podcast biasanya banyak ditemukan di soundcloud dan itunes. Tetapi sekarang di Youtube juga banyak ditemukan video-video podcast. Podcast sangat populer di negara-negara eropa dan Amerika karena di sana sudah tidak ada lagi radio fm.

 

Kelebihan-kelebihan podcast:

  • Konten lebih berkualitas karena pembuat podcast dituntut lebih kreatif dengan hanya mengandalkan suara.
  • Bisa didengar dimanapun dan kapanpun, asalkan ada smartphone dan jaringan internet.
  • Podcast lebih hemat kuota karena hanya berupa suara.
  • Bisa didengarkan sambil melakukan aktivitas lain, misal: saat dalam perjalanan.

 

Sayangnya di Indonesia keberadaan podcast masih jauh kalah populer daripada video. Terbukti jumlah podcast berbahasa Indonesia saat ini masih sangat sedikit.

Padahal jika dihitung-hitung kuota data yang dihabiskan untuk streaming video berdurasi sepuluh menit bisa digunakan untuk mendengarkan enam puluh menit podcast.

 

Jika kalian tertarik mendengarkan podcast, berikut beberapa podcast yang sering saya dengarkan.

1. Podcast Awal Minggu

Ini mungkin adalah podcast berbahasa Indonesia terbaik saat ini. Dibuat oleh seorang komedian bernama Adriano Qalbi , podcast ini benar-benar lucu dan menghibur. Adri memposting podcast-nya setiap hari Senin. Di situ ia bermonolog tentang masalah-masalah yang sangat relate dengan kehidupan sehari-hari. Awalnya mungkin kalian akan menganggap ocehan-ocehannya sok tahu dan aneh, tetapi lama-lama kalian akan ketagihan mendengarkan opini-opini Adri yang kadang tak pernah dipikirkan banyak orang.

Dua minggu sekali di hari Rabu, Adri juga mengupload Podcast bersama tamu yang isinya perbincangan menarik bersama seorang tamu yang seringnya adalah komedian juga. Edisi ini biasanya lebih menarik daripada podcast yang diupload di hari Senin.

2. Guardian Football Weekly

Salah satu podcast favorit saya. Podcast ini berisi dialog dari para jurnalis  The Guardian, sebuah media yang berbasis di Inggris. Sesuai namanya, topik yang mereka bahas adalah tentang sepakbola , terutama Liga Inggris.

Podcast ini biasanya hadir di hari Senin malam, selepas berakhirnya sebuah matchday Premier League. Jika ada pertandingan Liga di tengah pekan biasanya akan ada edisi ekstra di hari kamis malam.

Awalnya saya cukup kesulitan juga mendengarkan podcast berbahasa Inggris ini. Tetapi lama-kelamaan saya bisa memahami pembicaraan mereka, mungkin karena pada dasarnya saya sangat menyukai sepakbola sehingga saya sudah tak asing lagi dengan istilah-istilahnya. Kalaupun kurang paham, saya biasa mendownload file audionya untuk didengarkan kembali.

Sebenarnya Guardian tak hanya membuat podcast bertema sepakbola. Di situs resmi mereka terdapat beragam podcast lain di antaranya, Science Weekly, The Story dll.

3. Entertainment Weekly

Saya baru beberapa kali mendengarkan podcast ini, kontennya cukup menarik. Saya dulu mendengarkan karena saya sedang rutin menonton serial TV Westworld.. Serial tersebut memang mempunyai jalan cerita yang rumit sehingga saya selalu dipenuhi pertanyaan-pertanyaan setiap kali selesai menonton episode-nya. Podcast ini cukup menjawab rasa penasaran saya. Selama satu jam podcast ini menjelaskan tiap adegan yang terjadi di serial Westworld secara detail.

Sejak Westworld tamat di bulan Desember lalu, saya tak lagi mendengarkan podcast ini. Namun Entertainment Weekly masih memiliki konten-konten menarik seputar dunia hiburan yang diupload seminggu sekali.

4. SonoraFM92

Inilah podcast yang paling rajin update. Wajar karena podcast ini merupakan rekaman dari program-program yang disiarkan Sonora FM dan partner mereka SmartFM. Hampir setiap hari diupdate, banyak sekali acara-acara menarik yang bisa kita dengarkan. Ada Smart Character berdurasi dua jam yang membahas tentang cara-cara memperbaiki karakter. Ada juga Smart Brain Management yang berisi perbincangan mengenai cara memaksimalkan kemampuan otak.

Masih banyak program-program lain di stasiun ini yang cukup menarik untuk didengarkan seperti Refleksi Prie GS, The Merry Riana Show, Book of The Week dll. Program tersebut rata-rata berdurasi satu hingga dua jam.

Itulah empat Podcast yang saya rekomendasikan jika kalian belum pernah mendengarkan podcast dan tertarik untuk mencobanya.

 

Di jaman koneksi internet cepat sudah bukan lagi hal yang langka, kita memang menjadi memiliki banyak pilihan untuk menikmati hiburan dari smartphone kita.

Kita bisa cari video apa saja di Youtube, mendengarkan jutaan lagu di Spotify, atau membaca artikel-artikel menarik.

Semua orang bebas menentukan pilihannya sendiri tetapi  dengan segala keunggulannya, Podcast sangat layak dicoba sebagai alternatif hiburan di kala santai.

 

Baca juga : Selain Musik, Ternyata Kita Juga Bisa Mendengarkan Konten-Konten Ini di Spotify

 

Situs-Situs yang Paling Sering Saya Kunjungi di 2016

 

18810068-computer-addiction-emotional-child-boy-with-laptop-notebook-playing-games-isolated-on-white-backgrou-stock-photo
gambar: www.123rf.com

 

Mengikuti tren akhir tahun dimana banyak blogger yang memposting daftar-daftar “terbaik” di 2016, saya juga akan membuatnya. Kali ini saya akan menuliskan beberapa situs-situs web yang paling sering saya kunjungi di 2016.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2016 ini saya jarang mengunjungi situs-situs portal berita online. Banyaknya berita-berita yang tak enak dibaca terkait pemerintah maupun pilkada membuat saya lebih memilih mengunjungi situs-situs yang lebih menghibur dan menyenangkan.

Berikut adalah beberapa situs yang paling sering saya kunjungi di 2016. (Kecuali wordpress.com dan situs-situs media sosial)

 

  1. Panditfootball.com

Para pecinta sepakbola harusnya sudah tak asing dengan situs ini. Saya hampir setiap hari mengunjungi situs ini. Kelebihan Panditfootball adalah konten-konten di dalamnya tak terbatas hanya berita sepakbola saja. Banyak sekali cerita-cerita dan sejarah di balik sebuah klub sepakbola maupun pemain. Cerita-cerita tersebut seringkali dikaitkan dengan tren dan kondisi saat ini yang membuatnya semakin menarik.

Panditfootball juga menyajikan analisa pertandingan yang membuat saya sedikit mengerti taktik yang digunakan para manajer dalam sebuah pertandingan. Selain itu  semua istilah-istilah sepakbola juga dijelaskan di situs ini.

Sangat recommended buat para pecinta sepakbola.

2. Duniaku.net

Situs ini baru saya kenal di 2016 tetapi langsung membuat saya tertarik untuk terus berkunjung. Yang saya suka dari duniaku adalah postingan tentang review film-film terbaru. Situs ini tak sekedar mereview tetapi juga memberikan info-info menarik seputar film tersebut. Semua itu disajikan dalam postingan yang panjang namun tak membuat saya bosan.

3. Kaskus.co.id

Forum diskusi terbesar di Indonesia ini sebenarnya dulu jarang saya kunjungi. Tetapi di 2016 saya hampir setiap hari membuka situs ini. Saat sedang tidak ada kerjaan biasanya saya mengetikkan sebuah topik entah itu film, serial tv atau game di kolom pencarian kaskus lalu munculah postingan-postingan tentang topik tersebut lengkap dengan fakta-fakta menarik dan tentu saja link-link download.

4. Tirto.id

Situs yang baru beberapa bulan yang lalu diluncurkan ini menyajikan konten-konten beragam yang dilengkapi dengan infografis menarik. Meski begitu saya menghindari membaca konten-konten bertema politik. (karena di media sosial sudah banyak orang-orang membahas topik ini dengan versi mereka masing-masing hehe).

Saya rasa situs ini akan segera populer tidak lama lagi. Konten favorit saya di situs ini adalah konten-konten yang membahas tentang jenis-jenis generasi berdasarkan periode tahun kelahiran. Dari situs inilah saya mengenal istilah-istilah gen x, gen y, dan gen z.

5. Bukalapak.com

Bukannya saya banyak duit ya, tetapi entah kenapa saya selalu tertarik membuka situs ini meski tak berniat berbelanja sekalipun. Saya sangat suka mengecek harga-harga gadget dan barang elektronik di situs ini. Saya juga seringkali penasaran dengan barang-barang unik dan aneh, terutama barang elektronik yang dijual di situs ini.

6. Nobar.tv

Situs ini juga belum lama saya ketahui. Sebagai seorang pecinta sepakbola situs ini sangat membantu saya untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan liga-liga eropa. Banyaknya pertandingan yang tidak disiarkan di tv lokal membuat saya terpaksa mengandalkan situs ilegal ini.

7. Iflix.com

Situs inilah yang memperkenalkan saya dengan serial tv mancanegara. Sebenarnya untuk bisa streaming serial tv / film di situs ini, kita diwajibkan berlangganan dengan biaya 39 ribu per bulan. Tetapi karena saya menggunakan paket internet indosat, sampai sekarang sudah kira-kira enam bulan saya menonton konten-konten di situs ini gratis.

Untuk ukuran situs baru, iflix memiliki koleksi yang lumayan lengkap. Ada ratusan film dan serial tv yang bisa saya nikmati sepuasnya. Hampir semua film maupu serial TV di iflix sudah ada subtitle Indonesia-nya.

Beberapa serial TV yang sudah dan sedang saya tonton di iflix di antaranya Mr. Robot, The Big Bang Theory, The Flash, Elementary dan Modern Family.

 

Itulah 7 situs yang paling sering saya kunjungi tahun ini. Tak bisa dipungkiri tahun 2016 adalah tahun dimana saya banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Jika dulu saya hanya menghabiskan kuota internet satu sampai dua giga saja setiap bulannya, di akhir tahun 2016 ini saya bisa menghabiskan puluhan giga selama sebulan.

 

Jika ada di antara kalian yang punya informasi tentang situs menarik yang layak dikunjungi tolong tuliskan alamatnya di kolom komentar ya!

Terima kasih.