Film-Film Dokumenter Favorit Saya

Salah satu genre film yang sangat saya gemari adalah dokumenter.

film dokumenter bagus
gambar : videopro.com.au

 

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan.

Wikipedia

 

Sejak kecil saya selalu suka menonton dokumenter di TV, saat itu kebanyakan adalah dokumenter tentang hewan.

Keterarikan saya terhadap film dokumenter semakin bertambah saat saya mulai mengenal internet. Saat itu saya sadar ternyata ada banyak film-film dokumenter bagus yang sudah lama diproduksi namun belum pernah saya tonton.

Saya pun mulai rajin berburu judul-judul film yang menarik dan menontonnya satu per satu. Di antara judul-judul tersebut beberapa akhirnya menjadi film favorit saya berikut ini. Continue reading Film-Film Dokumenter Favorit Saya

A Man Called Ove (Buku & Film)

Buku

review ulasan a man called ove buku film
gambar : amazon.com

Sinopsis

Sesuai judulnya, buku ini bercerita tentang sosok laki-laki bernama Ove.

Jadi siapakah Ove?

Tak terlalu sulit untuk menggambarkannya. Ove adalah seorang pria tua berusia 59 tahun. Dia galak, kurang ramah,dan selalu menganggap orang lain (terlebih yang lebih muda darinya) sebagai idiot tak berguna. Ove juga, seperti orang tua pada umumnya, membenci  teknologi-teknologi terbaru. Continue reading A Man Called Ove (Buku & Film)

The Invisible Guest (Contratiempo)

review-ulasan-sinopsis- film-invisible guest-contratiempo

Bicara mengenai genre film terfavorit, saya akan menyebut sci-fi pertama kali, lalu kemudian fantasi, drama, dan komedi.

Sebenarnya ada satu lagi genre film yang saya sukai yakni misteri. Bukan film horor yang saya maksud, jujur saya malah tak terlalu berani menonton film-film horor.

Film misteri yang saya maksud adalah film-film yang menghadirkan banyak pertanyaan. Misalnya, yang paling terkenal adalah Sherlock Holmes. Saya adalah penggemar novel, film, serta serial Sherlock Holmes.

Kisah-kisah Holmes, sang detektif cerdas selalu menghadirkan berbagai pertanyaan di awal dan mengakhirinya dengan kejutan yang dijelaskan dengan masuk akal. Kejutan-kejutan inilah yang saya sukai. Kejutan-kejutan yang selalu ada dalam film-film misteri.

Nah, beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film menarik bergenre misteri thriller kriminal . Film asal Spanyol yang berjudul The Invisible Guest atau dalam bahasa Spanyol Contratiempo (berarti : kecelakaan) ini dirilis awal Januari lalu dan mendapat tanggapan positif dari berbagai situs.

 

Sinopsis

Seorang pengusaha terkenal didakwa membunuh wanita cantik yang merupakan selingkuhannya.

Adrian Doria, si pengusaha, mengelak. Ia mengaku dijebak dan bersikeras bahwa dia tak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

Akan tetapi bukti-bukti yang ditemukan sangat memberatkannya. Di kamar hotel tempat mayat sang wanita ditemukan, tak ada tanda-tanda kehadiran orang lain kecuali dirinya. Pintu dan jendela kamar pun terkunci dan tak ada tanda-tanda telah dibuka secara paksa.

Sementara sidang semakin dekat, Doria yang putus asa menggantungkan harapannya kepada seorang pengacara tua bernama Virginia Goodman. Dia punya alasan kuat untuk mempercayakan nasibnya kepada wanita itu.

Mrs. Goodman bukanlah pengacara sembarangan. Sepanjang kariernya wanita itu tak pernah sekalipun kalah di persidangan.

Mrs. Goodman yang berniat segera pensiun dari dunia hukum setuju untuk menangani kasus Doria dengan syarat sang Pengusaha mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan sejujur-jujurnya.

Doria tak punya pilihan lain, melalui pertemuan di sebuah apartemen, ia mengungkapkan kisah-kisah masa lalu beserta rahasia-rahasianya kepada sang pengacara tua.

Dari situlah sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap dan kejutan-kejutan bermunculan.

Adrian Doria, sang pengusaha sukses nan tampan itu ternyata memiliki kisah masa lalu yang tak diduga-duga.

 

Review

Saya tidak ingat pernah menonton film berbahasa Spanyol sebelumnya. Tetapi di awal saya sempat kesulitan mengikuti cerita film ini karena selain dialognya panjang-panjang, ngomongnya juga cepet banget. Untungnya lama-kelamaan saya mulai terbiasa dan bisa mengikuti jalannya cerita dengan baik.

Contratiempo adalah tipe film yang langsung tancap gas sejak menit-menit awal. Tidak ada 15-30 menit pertama membosankan yang biasa ditemui di film-film lainnya. Malahan dari menit pertama saya langsung dibuat penasaran.

Film ini sebagian besar berisi kilasan balik dari kehidupan seorang Adrian Doria. Tetapi memang di situlah bagian paling serunya.

Doria tak selalu menceritakan kisahnya dengan jujur. Mrs. Goodman yang cerdas seringkali menyanggahnya dan harus memaksanya untuk tetap berkata jujur. Ini membuat ada banyak adegan flashback yang diulang-ulang dengan beberapa perbedaan.

Salut untuk para kru editing yang menjalankan tugasnya dengan luar biasa karena jika penempatan adegan-adegan di film ini tidak benar-benar tepat, suasana menontonnya akan jauh berbeda.

Saya juga sangat menyukai musik-musik latar film ini. Membuat suasana semakin tegang dan rasa penasaran menjadi-jadi. Musik latar yang diputar di adegan terakhir bahkan sampai sekarang masih terngiang-ngiang di kepala saya.

Tetapi  yang paling penting adalah Contratiempo  berhasil menjelaskan dengan tuntas semua misteri dan pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat di awal-awal menonton.

Semuanya itu dilakukan dengan cara yang sangat cerdas dan tentu saja, mengejutkan, meskipun kejutan terbesar di akhir film sudah bisa saya duga di pertengahan film.

Contratiempo sangat cocok ditonton bagi anda penggemar film misteri atau thriller. Ini adalah sebuah film yang akan membuat anda berpikir namun tak akan membuat anda terlalu pusing.

 

 

 

gambar: IMDb

 

 

 

 

Webseries : SORE

Webseries SORE
SORE

Terakhir kali saya menonton sebuah webseries di Youtube adalah sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Saat itu saya mengikuti Malam Minggu Miko-nya Raditya Dika dan Second Chance-nya Ernest Prakasa. Keduanya adalah webseries komedi yang cukup menghibur walaupun ceritanya sederhana.

Sebenarnya saya sangat suka menonton webseries. Salah satu sebabnya adalah karena durasinya yang pendek-pendek. Setiap episode-nya bisa ditonton di sela-sela aktivitas.

Sayangnya dengan banyaknya video-video yang beredar, saya seringkali kesulitan menemukan apa yang saya cari.

Sampai akhirnya kemarin saya menemukan kembali sebuah webseries yang menarik. Judulnya SORE – Istri dari Masa Depan.

Webseries SORE diproduksi oleh salah satu perusahaan makanan sehat dan telah dirilis sejak Januari lalu.

Lagi-lagi saya harus berterima kasih kepada Podcast Awal Minggu-nya Adriano Qalbi yang telah mengenalkan sosok Yandy Laurens, sang sutradara webseries SORE .

 

Sinopsis

Jonathan ( diperankan Diyon Wiyoko) adalah seorang fotografer asal Indonesia yang tinggal dan bekerja di Italia. Ia bersahabat dengan seorang penduduk lokal bernama Carlo.

Suatu hari saat terbangun di kamarnya, Jonathan dikejutkan oleh sesosok wanita yang tidur di sebelahnya. Ia semakin kaget saat wanita tersebut mengaku bahwa dirinya adalah istri Jonathan di masa depan.

Jonathan tentu tidak percaya dengan kata-kata wanita aneh bernama Sore itu ( diperankan oleh Tika Bravani). Ia menganggap Sore hanya ingin mengerjainya.

Tetapi lama-kelamaan Sore mampu meyakinkan Jonathan bahwa dia berkata jujur. Wanita itu tahu semua kebiasaan dan rahasia-rahasia Jonathan. Sore bahkan berhasil ‘meramalkan’ kesuksesan Carlo.

Anehnya lagi, Sore selalu memaksa Jonathan untuk membiasakan hidup sehat. Sejak kehadiran Sore, Jonathan tak lagi merokok dan minum-minum. Ia juga rajin berolah raga dan makan buah-buahan.

 

Lalu apa sebenarnya tujuan kedatangan Sore ke masa lalu Jonathan?

Apakah telah terjadi sesuatu yang buruk di masa depan?

 

Review

Saya tak akan ragu menyebut SORE adalah webseries terbaik yang pernah saya tonton. Dari segi cerita saja SORE sangat menarik dan unik. Jarang sekali ada sinema Indonesia yang berani mengangkat tema yang berbeda dari kebanyakan.

Meski mengandung unsur perjalanan waktu, jangan bayangkan SORE adalah sebuah tontonan yang berisi banyak hal yang tak masuk akal. Justru adegan-adegannya nampak nyata dan alami. SORE menyajikan kisah cinta yang romantis namun tidak terlihat berlebihan. SORE juga mampu memberikan gambaran bagus tentang perbedaan pasangan yang masih pacaran dengan yang sudah menikah.

Sejujurnya saya benar-benar kesulitan menemukan kekurangan webseries ini.

Dari sisi pengambilan gambar, series ini pun sangat bagus dan gambar-gambar yang dihasilkan sedap dipandang mata. Musik-musik pengiringnya juga sangat pas, mampu memperkuat setiap adegan.

Banyak orang menyebut kekurangan SORE adalah durasinya yang terlalu pendek. Tetapi saya tidak setuju. Justru kualitasnya mungkin tidak akan sebagus ini jika durasinya lebih panjang. Lagipula setahu saya webseries memang sudah semestinya tidak berdurasi terlalu panjang.

Satu lagi yang membuat saya kagum adalah meski SORE pada dasarnya adalah webseries yang diproduksi untuk kepentingan promosi, tak ada banyak iklan yang ditampilkan secara terang-terangan. Alih-alih, sang produser memilih membuat cerita yang cocok dengan kampanye produk yang diiklankan.

 

Kesimpulan

SORE tentu saja sangat layak untuk ditonton. Apalagi jika anda sedang malas atau tak punya banyak waktu menonton film maupun serial TV. SORE hanya memiliki 9 episode berdurasi 7 sampai 15 menit saja. Bahkan saya selesai menontonnya  dalam sekali duduk.

 

Tonton semua episode SORE di bawah ini

 

 

 

 

Review 13 Reasons Why Part 2: Novel, Karakter, dan Soundtrack

Sejujurnya saya tak pernah menyangka kalau tulisan tentang serial 13 Reasons Why lalu akan mendatangkan begitu banyak pengunjung ke blog ini.

Baca : 13 Reasons Why, Mengungkap Misteri di Balik Kematian Seorang Gadis SMA

Saat ini, sebulan setelah tulisan itu terbit, lebih dari 50% total pengunjung harian blog ini adalah pengunjung artikel tersebut.

Karena itulah saya merasa perlu untuk membuat tulisan kedua yang berisi hal-hal yang tak sempat saya jelaskan di tulisan terdahulu.

 

Peringatan!

Tulisan ini mungkin mengandung spoiler. Jika anda belum menonton serial 13 Reasons Why Season 1 dan tak ingin mendapat bocoran cerita, sebaiknya stop di sini, jangan diteruskan.

 

Novel 13 Reasons Why

Sebenarnya cerita 13 Reasons Why tidak benar-benar baru. Serial ini diangkat dari Novel berjudul sama karya Jay Asher yang terbit tahun 2007.

novel 13 reasons why pdf
ew.com

Review selengkapnya novel 13 Reasons by Jay Asher bisa dibaca di sini.

Sayangnya, saat ini novel terjemahannya sangat sulit ditemukan di pasaran. Bahkan di toko-toko online sekalipun.

Beruntung versi aslinya (dalam Bahasa Inggris) masih mudah ditemukan. Bahkan ebook-nya masih bisa dibeli di google play books.

13 Reasons Why di Playbooks ( Rp 99. 449)

Jika anda enggan membeli di Play Books, anda juga bisa mendownload ebooknya dalam format pdf di sini.

 

Karakter dan Pemeran

Serial 13 Reasons Why memiliki cukup banyak karakter. Setiap pemeran menjalankan karakter mereka masing-masing dengan baik sehingga mampu menguras emosi para penontonnya.

 

Hannah Baker (Pemeran: Katherine Langford)

mv5bytuxodkzytytntmxos00ywi2lwe4otctodk1ytm1ytzjymq3xkeyxkfqcgdeqxvynjm0njkwnti-_v1_ux214_cr00214317_al_

Hannah adalah gadis yang lugu dan sensitif. Sifat sensitif inilah yang membuatnya selalu berpikiran negatif terhadap orang-orang di sekitarnya. Beberapa orang yang ia sebut dalam kasetnya memang melakukan kejahatan yang mengerikan.

Namun, andai saja ia punya sedikit saja pikiran positif, ia akan menyadari bahwa masih ada beberapa orang yang peduli dan sayang kepadanya dan tak akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hannah, menurut saya adalah korban sekaligus pelaku . Korban bullying dan pelaku teror terhadap teman-teman sekolahnya sendiri.

 

Clay Jensen (pemeran : Dylan Minette)

mv5bmjmznjg4oti2nf5bml5banbnxkftztgwodazndmwote-_v1_uy317_cr00214317_al_

Clay adalah tipikal anak baik-baik namun juga bukan ‘anak cupu’. Meski selalu terlihat canggung dalam berkomunikasi, Clay adalah sosok yang disukai oleh teman-temannya. Sifatnya yang  jujur dan setia kawan membuat Clay tak punya banyak musuh.

Sialnya ia juga sering ragu-ragu dalam bertindak. Saat Hannah memintanya untuk menjauhinya, Clay tak tahu harus berbuat apa.

Keragu-raguannya itu harus dibayar mahal karena pada akhirnya Clay harus rela kehilangan gadis yang dicintainya itu untuk selamanya.

 

 

Tony Padilla (Christian Navarro)

Sama seperti Clay, Tony adalah karakter yang cukup saya sukai. Tony adalah sosok yang cukup misterius, terutama di episode-episode awal. Saking misterusnya, saya bahkan sempat menduga kalau Tony ini punya niat jahat.

Namun setelah Tony menceritakan semuanya kepada Clay, saya benar-benar mengagumi sosoknya. Tony adalah karakter yang paling terlihat dewasa di serial ini. Dia mampu menanggung tanggung jawab yang amat berat, menjalankan pesan terakhir Hannah tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk guru-guru, polisi, dan kedua orangtua Hannah)

 

Jessica Davies (pemeran : Alisha Boe)

Salah satu karakter yang tidak saya sukai. Jessica adalah tipe orang yang mudah melupakan teman. Bersama Alex, ia awalnya adalah sahabat dekat Hannah.

Jessica menjauhi Hannah untuk alasan yang tidak jelas dan tak pernah benar-benar memulihkan hubungannya dengan Hannah meski gadis itu terus berusaha.

Di akhir season kondisinya cukup memprihatinkan. Selain dihantui oleh perasaan bersalah kepada Hannah, Jessica juga baru menyadari kalau dirinya diperkosa dan yang paling menyakitkan, ia dihianati oleh kekasihnya sendiri!

 

Justin Foley (pemeran : Brandon Flynn)

mv5bmje2mdg2njgyov5bml5banbnxkftztgwnjy1otgwmdi-_v1_uy317_cr910214317_al_

Orang pertama yang disebut dalam kaset Hannah. Justin disebut dua kali di kaset itu. Pertama karena dia mengambil foto syur Hannah saat mereka kencan dan membiarkan foto itu tersebar. Kedua karena ia membiarkan Jessica, pacarnya diperkosa oleh temannya sendiri.

Sebenarnya masalah yang dihadapi Justin tak kalah hebatnya dengan Hannah. Ibu kandungnya berhubungan dengan seorang pria bajingan yang membencinya.

Bahkan di akhir season Justin diusir dari rumahnya dan harus hidup di jalanan. Ia juga tak punya siapa-siapa lagi. Ia membenci sahabat terbaiknya dan dibenci oleh kekasihnya.

 

Bryce Walker ( pemeran : Justin Prentice)

mv5bnjmzmdczmzk4of5bml5banbnxkftztgwnzk1odu4nte-_v1_uy317_cr210214317_al_

Awalnya Bryce hanya digambarkan sebagai anak yang kaya dan populer di sekolah yang tak punya sopan santun.

Tetapi memasuki episode-episode terakhir kebenaran mulai terkuak. Bryce bisa dibilang adalah tokoh paling antagonis di serial ini. Ia dua kali disebutkan dalam kaset Hannah. Dua-duanya karena kasus perkosaan.

Ya, Bryce-lah yang memperkosa Jessica dan juga Hannah!

 

 

Alex Standall ( Miles Heizer)

mv5bntc0mdkwodg1mf5bml5banbnxkftztgwnty1nza2mte-_v1_uy317_cr1300214317_al_

Karakter yang nasibnya paling malang menurut saya. Alex sebenarnya adalah anak yang baik. Kesalahannya hanyalah membuat daftar konyol yang memicu terjadinya pertengkaran antara Hannah dan Jessica.

Di akhir cerita Alex diceritakan kritis akibat mencoba bunuh diri dengan menembakkan peluru ke kepalanya sendiri.

Namun, ada dugaan lain yang menyatakan bahwa Alex sebenarnya tidak bunuh diri, tetapi ditembak oleh Tyler!

 

Zach Dempsey ( pemeran : Ross Butler)

Lagi-lagi ini merupakan karakter yang terlalu baik untuk dijadikan penyebab seseorang bunuh diri. Hannah mengatakan di dalam kasetnya bahwa kesalahan Zach adalah…mencuri surat-surat yang dikirimkan untuknya.

 

Tyler Down ( pemeran : Devin Druid)

Dianggap sebagai anak culun yang suka menguntit teman-temannya kemanapun untuk difoto. Termasuk salah seorang yang ada dalam kaset karena mengambil foto syur Hannah dan Courtney dan menyebarkannya.

Kalau mau jujur, Tyler sebenarnya juga mengalami bully-an yang cukup parah.

Meskipun demikian dia tak pernah berniat untuk bunuh diri (atau belum). Di akhir cerita ia terlihat menyimpan berbagai macam senjata api di kamarnya yang menimbulkan kecurigaan kalau dialah pembunuh Alex.

Apalagi ada adegan dimana ia mencopot foto Alex dari koleksi foto-foto temannya yang ia pajang!

 

Marcus Cole ( Pemeran : Steven Silver)

Sang ketua OSIS. Marcus awalnya terlihat seperti pria baik-baik. Namun ternyata dia adalah laki-laki yang kurang ajar. Marcus bahkan  sempat berniat melecehkan Hannah saat kencan pertama mereka.

 

Courtney Crimson ( pemeran : Michele Selene Ang)

mv5bm2qyzgeymdmtnjaxos00odk0ltk2mzctndblmzhjmguwmtcxxkeyxkfqcgdeqxvynjgxmtixnzi-_v1_ux214_cr00214317_al_

Karakter paling menyebalkan. Courtney melakukan apa saja agar identitasnya sebagai lesbian tak terungkap. Courtney bahkan rela menjauhi Hannah dan membuat teman-temannya membenci gadis itu.

 

Sheri Holland ( pemeran: Ajiona Alexus)

Gadis yang manis dan baik. Kesalahan Sheri adalah tak segera melapor kepada polisi saat mobil yang dikendarainya bersama Hannah merusak papan peringatan lalu lintas. Ia tak menghiraukan kata-kata Hannah sampai akhirnya terjadi kecelakaan maut akibat rusaknya papan tersebut.

Meski demikian Sheri berusaha menebus kesalahan-kesalahannya dengan merawat keluarga korban dan mengakui kesalahannya kepada polisi di akhir cerita.

 

Ryan Shaver ( pemeran : Tommy Dorfman)

Seorang gay yang tergabung dalam kelompok puisi bersama Hannah. Ryan juga mengelola majalah sekolah dan dengan sengaja memajang puisi galau Hannah di majalah itu.

Hannah menyalahkan Ryan atas perbuatannya itu meskipun sebenarnya Ryan tak mencantumkan namanya sebagai penulis puisi tersebut.

 

Kevin Porter- Guru BK (pemeran : Derek Luke)

Guru BK yang tak pernah benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mungkin bukanlah karakter jahat, namun jelas ia bukanlah guru yang baik.

Sebelum bunuh diri Hannah sempat bertemu dengannya untuk melaporkan kejadian-kejadian buruk yang dialaminya. Sang Guru sama sekali tak membantu dan seperti mempersilakan Hannah untuk mengakhiri hidupnya.

 

Musik / Soundtrack

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, salah satu kesenangan saat menonton 13 Reasons Why adalah soundtracknya yang sangat nyaman didengarkan.

Video di bawah ini berisi lagu-lagu terbaik dari serial ini termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Selena Gomez,  sang produser.

 

….

 

Terlepas dari segala kontroversinya, 13 Reasons Why mungkin adalah salah satu serial terbaik yang pernah saya tonton. Serial ini digarap dengan begitu baik dan nyaris sempurna.

Kabar baiknya, Netfix telah mengkonfirmasi bahwa season kedua 13 Reasons Why akan segera diproduksi !

Kemungkinan,  season kedua akan berfokus kepada karakter Jessica Davis.