Ketagihan Nonton TV Series

 

Belakangan ini saya lagi seneng-senengnya nonton serial tv luar negeri. Berbekal waktu luang, layanan iflix gratis dan paket unlimited indosat  saya berhasil menyelesaikan belasan episode serial tv barat.

Sejauh ini serial tv yang sudah saya tonton adalah The Big Bang Theory, The Flash, dan Sherlock.

Menonton serial tv ternyata sangat mengasikkan, bahkan saya berani bilang intensitasnya melebihi menonton sebuah film. Mungkin karena serial TV berdurasi lebih pendek sehingga ketegangan sudah tercipta sejak di awal. Berbeda dengan film yang rata-rata menyimpan twist untuk menciptakan ending yang sempurna sehingga bagian 10 sampai 15 menit pertama seringkali terasa membosankan.

Meskipun saya tahu, banyak yang sudah menonton serial-serial di atas, tolong ijinkan saya mereview dari sudut pandang saya.

The Flash.

Awalanya saya tidak terlalu tertarik dengan serial-serial  bergenre superhero. Tetapi begitu menonton episode pertama The Flash, saya langsung tertarik.

The Flash adalah superhero yang punya kemampuan bergerak dengan sangat cepat. Kemampuan ini dia dapat akibat tersambar petir yang dibarengi dengan akselerasi partikel.

Bayangan saya sebelum menonton serial ini adalah kisah superhero yang seperti biasanya, banyak adegan-adegan tak masuk akal dan makhluk-makhluk efek komputer tanpa alur cerita yang menarik dan jelas.

Ada beberapa hal yang sesuai , namun The Flash berbeda. Meski tetap menampilkan hal-hal yang tak masuk akal, saya bisa menerimanya karena jalan cerita dan karakter tokoh yang masuk akal. Dalam setiap episodenya The Flash selalu menyisipkan pesan-pesan moral tentang cinta, persahabatan , dan keluarga.

Menarik melihat Barry Allen sebagai sosok The Flash yang meski mempunyai segalanya, kekuatan, kekayaan, teman-teman yang hebat,  kehidupannya sama galaunya dengan remaja-remaja di Indonesia yang tidak bisa move on dari masa lalu.

The Flash juga berhasil meyakinkan penontonnya bahwa semua kejadian tak masuk akal yang terjadi, bisa dijelaskan secara ilmiah. Beberapa ilmu fisika seperti soal kecepatan, ruang dan waktu dijejalkan ke dalam kisah fiksi dengan sangat baik.

The Flash tampaknya akan cocok ditonton oleh siapapun, anak-anak, remaja, orang dewasa, orang terpelajar, bukan terpelajar, orang amerika, eropa, bahkan orang-orang asia yang sebenarnya secara budaya sedikit berbeda dengan latar serial ini.

Saya sudah menyelesaikan dua season the Flash dengan lebih dari 40 episode, tiap episodenya  berdurasi 40 menitan dan saya berani bilang , tiap episode di serial ini sangat menarik dan layak untuk ditonton.

 

The Big Bang Theory

Sebuah sinetron komedi yang unik. Menjadi unik karena empat tokoh utama dari serial ini adalah orang-orang cerdas bergelar doctor. Keberadaan mereka menjadi sangat kontras dengan karakter utama lainnya, Penny yang merupakan seorang pelayan di restoran yang bercita-cita menjadi aktris tanpa pernah mengenyam bangku kuliah.

Meskipun cerdas, ternyata Leonard, Sheldon, Howard, dan Raj tidak terlalu sukses dalam bersosialisasi. Kebanyakan waktu mereka hanya dihabiskan dengan penelitian, membaca komik, ataupun main game. Keberadaan Penny sebagai tetangga dari Leonard dan Sheldon sedikit mengubah keadaan dimana akhirnya mereka mendapatkan pasangan kecuali Raj, yang tak pernah bisa mengobrol pada wanita kecuali saat sedang mabuk.

 

Serial cukup membuat saya bingung. Bukan hanya karena bahasa-bahasa tingkat dewa khas orang-orang pintar yang sering sekali digunakan, namun juga guyonan-guyonan lokal yang mungkin hanya orang Amerika saja yang paham. Meski demikian, saya tetap bisa menangkap kelucuan serial ini secara keseluruhan. Lagipula saya juga menjadi lebih tahu tentang budaya-budaya Amerika yang memang jauh berbeda dengan negara kita.

Misalnya, mereka mengaku geek(kutu buku) dan sulit mendapatkan wanita tetapi di beberapa episode, mereka bahkan berhubungan seks. Bandingkan dengan geek-geek Indonesia.

 

Saya banyak mendapat ilmu dan pesan moral hanya dengan menonton  serial-serial ini. Kalian boleh tak sependapat karena harus diakui, dengan budaya barat tentu banyak adegan yang tak layak untuk ukuran Indonesia. Tetapi jika melihat secara keseluruhan, serial-serial tadi, menurut saya, jauh lebih menghibur dan mendidik daripada serial-serial Indonesia yang meski penayangannya lebih sering, tetapi tidak punya kualitas cerita yang cukup baik, yang akan membekas cukup lama di ingatan para penontonnya.

Sekian. Di postingan selanjutnya mungkin saya akan posting tentang serial Sherlock. Karena ketertarikan saya terhadap Sherlock Holmes yang cukup besar, postingan ini akan menjadi sangat panjang jika harus membahasnya.

 

gambar diambil dari: http://screenrant.com/tag/the-flash/.

Siapa Sebenarnya Captain America? Pertanyaan yang Terjawab

captain-america-civil-war-poster-fea-1200x737source: google images

Beberapa hari ini, di media sosial saya lihat banyak sekali orang membicarakan film Captain America: Civil War.  Hal pertama yang muncul dalam kepala saya adalah, siapa itu Captain America?

toy-fair-2016-hasbro-marvel-captain-america-civil-war-electronic-titan-hero-series-figure-captain-america

source: google images

Ok, saya sudah tahu kalau dia adalah seorang superhero dengan ciri khas baju seragam berwarna seperti bendera Amerika Serikat, memakai helm dan tameng berbentuk bundar berlambang bintang. Tetapi siapakah dia? Apa kemampuannya?

Sejujurnya awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan superhero yang satu ini. Saya lebih tertarik dengan Spiderman dan Ironman.

Tetapi saya sangat  penasaran dengan sosok Captain America.Apalagi katanya di Civil War dia akan berhadapan dengan Iron Man.. Sedikit banyak saya sudah tau seperti apa kemampuan Iron Man. Iron Man bisa terbang dan bisa melakukan serangan dari jarak jauh. Dia juga punya baju yang amat kuat. Satu lagi, dia punya teknologi canggih yang bisa membantunya menganalisa kekuatan dan kelemahan lawan.

Dengan melihat kekuatan-kekuatan Iron Man tadi, saya asumsikan Captain America yang akan berduel lawan Tony Stark aka Ironman ini pasti punya kemampuan yang tak kalah hebatnya. Bisa lari kenceng mungkin, bisa ngilang mungkin. Jago berantem mungkin, jago ngeles mungkin.

Karena semakin penasaran akhirnya saya tonton film Captain America yang pertama. Dari film itu saya baru ngeh kalau dia adalah superhero yang udah uzur. Bayangkan, dia udah ada pas Jerman perang lawan Amerika, itu terjadi pas perang dunia kedua, sekitar tahun 1942-1945. Jadi tepat saat di Indonesia muncul pahlawan pahlawan proklamasi seperti Sukarno dan Hatta, jauh di belahan bumi lain muncul juga pahlawan yang bernama Captain America ini.

Pertanyaannya, kenapa Captain America sampai sekarang masih eksis sementara Captain Indonesia aka Sukarno sudah tiada?

Jangan dijawab, itu pertanyaan  bodoh. Saya bahkan malu sudah menulisnya.

Di film tersebut diceritakan kalau Captain America ini aslinya bernama Steve Rogers. Awalnya Rogers ingin jadi tentara Amerika. Tapi apa boleh buat, tubuhnya amat kecil untuk menjadi tentara. Dia selalu gagal saat menjalani seleksi.

Namun meskipun badannya kecil, dia punya nyali yang gede. Ini dibuktikan di sebuah adegan dimana dia dipukuli preman sampai babak belur tapi dengan entengnya dia malah bilang, “I can do this all day!”

Selanjutnya, seperti kisah-kisah superhero kebanyakan, Rogers mengalami perubahan nasib 180 derajat.

Seorang ilmuwan terkesan dengan keberaniannya. Rogers lalu dijadikan objek uji coba penemuan si peneliti. Tubuhnya disuntik dengan serum yang membuat tubuhnya yang kecil kurus menjadi seperti seorang binaragawan dalam beberapa menit saja. Padahal kalau ngegym minimal 3 bulan tuh baru bisa kayak gitu. Itu juga kalau badannya udah gemuk.

Belakangan juga diketahui kalau serum itu juga membuatnya lebih kebal dan cepat menyembuhkan diri.

Singkat cerita, Rogers menjadi Captain America dan menjadi andalan Amerika saat PD 2 dan berhasil mengalahkan Jerman.

Perisai yang selalu dibawa bawa Captain America  dibuat oleh seorang ilmuwan militer Amerika yang namanya Stark (Dilihat dari nama dan kemiripan wajah, dia pasti bapaknya Ironman). Bahannya adalah logam yang sangat langka, entah namanya apa.

Di akhir film Captain America mengorbankan dirinya dengan menjatuhkan pesawat milik Jerman yang akan digunakan untuk menyerang Amerika ke lautan Es)

Saya sempat berpikir. Oh, mungkin ceritanya Captain America mati di sini terus arwahnya gentayangan di Civil War. Kalau itu yang terjadi saya yakin Ironman akan kewalahan. Teknologinya nggak akan mempan melawan arwah gentayangan.

Kesan pertama saya tentang Captain America adalah dia merupakan superhero dengan kemampuan fisik yang walaupun lebih kuat dari manusia normal, tapi tidak bisa dibilang luar biasa. Tetapi kelebihannya yang utama adalah dia seseorang yang cerdas, pemberani dan mampu menarik simpati banyak orang. Tipikal pemimpin sejati. Tamengnya juga sangat kuat. Tahan terhadap peluru maupun bom dan bisa menahan benturan keras. Beberapa kali Captain America menggunakannya sebagai alas untuk menjatuhkan diri. Nggak main-main, meskipun dia jatuh dari pesawat atau terseret-seret di jalan asalkan beralaskan tamengnya, Captain America nggak akan terluka sedikitpun.

Selesai dengan film Captain America, saya lanjut menonton The Avengers.

Di film ini diceritakan  Captain America masih hidup setelah  jatuh dari pesawat. Hanya saja dia membeku karena jatuh di lautan es. Dia diselamatkan oleh agen rahasia dan ajaibnya, meskipun pesawatnya jatuh tahun 1945 dan dia baru ditemukan tahun 2012, dia masih awet muda.

Ini menunjukkan kalau es adalah zat pengawet yang sangat baik. Tak hanya ikan asin, umur manusia pun bisa diawetkan dengan es.

Di film Avengers ini, Captain America sudah ketemu sama Ironman. Dari awal memang mereka sudah terlihat nggak  akur Sebenarnya kalau saya liat semua superhero anggota Avengers nggak ada yang akur, semuanya pernah saling serang satu sama lain.

Tapi walaupun demikian mereka akhirnya bekerja sama untuk menyelamatkan bumi. Dan ada satu adegan yang lucu dimana Captain America dan Ironman bekerja sama. Saat itu pesawat tempur mereka rusak dan mereka berupaya untuk memperbaikinya. Ironman tentu saja lebih punya kemampuan dalam hal ini dia bisa terbang dan punya teknologi pintar. Sementara Captain America yang nggak ngerti teknologi harus rela disuruh-suruh sama Ironman.

Overall setelah menonton film Captain America dan  The Avengers, saya lebih condong berada di pihak Captain America.

Ini adalah beberapa alasannya,

  • Menurut saya dari semua superhero Marvel yang pernah saya tonton, Captain America ini adalah yang paling realistis. Dia adalah superhero yang kemampuannya paling bisa diterima dengan akal. Bekal dia cuma kekuatan otot dan strategi serta keberanian. Perisainya terbuat dari logam dan sama sekali tidak mempunyai teknologi apapun. Kalau perisai itu dilempar, Captain America harus mengambilnya kembali. Bandingkan dengan Ironman yang bajunya saja bisa dikontrol dengan pengendali jarak jauh.
  • Dia adalah yang paling rendah hati di antara Avengers. Meskipun dia sebenarnya bisa menyombongkan diri karena dia adalah Superhero tertua, dan yang pertama. Dia lebih sering berperan sebagai pemimpin dan penengah.
  • Captain America adalah superhero yang saya yakin nggak bakalan berkhianat. Beberapa superhero lainnya memiliki kekuatan super sekaligus ego yang tinggi pula. Bisa saja suatu saat mereka mencoba menguasai dunia. Hal inilah yang nggak akan mungkin dilakukan oleh Captain America mengingat karakternya yang rendah hati dan sederhana.

….

Sekarang saya sudah tahu siapa itu Captain America dan siapa itu IronMan. Tapi kayaknya saya belum siap untuk nonton Captain America: Civil War. Masih ada satu film lagi yang harus saya tonton, yakni Avengers: Age of Ultron. Lagipula katanya di Civil War juga ada AntMan.

Superhero apalagi ini?

Tampaknya saya juga harus menonton film Ant Man.

Jadi kesimpulannya saya akan menonton Captain America: Civil War saat

Versi bluray nya sudah bisa didwonload.

Rush: Bukan Sekedar Film Balapan

Beberapa waktu lalu di dunia maya terjadi pembicaraan yg cukup ramai mengenai film “Rush”. Saya cukup penasaran juga saat itu, tapi baru kemarin saya menonton filmnya.
Saya tidak akan membahas tentang aktor-aktornya ataupun sutradaranya. Saya lebih tertarik membahas cerita dan makna yg saya dapat di film ini.

Film Rush diangkat dari kisah nyata persaingan antara 2 pebalap F1 terbaik pada masanya, Niki Lauda dan James Hunt.
Mengambil latar peristiwa tahun 1975-76, film ini menampilkan gambar yg menurut saya cukup realistis.

Kisah diawali dg kalahnya Niki Lauda oleh James Hunt di ajang pra-F1. Lauda kesal karena Hunt membalap dg mengabaikan keselamatan dan hanya mementingkan kemenangan semata. Dari situlah persaingan dimulai.

James Hunt akhirnya terpilih sbg pembalap muda terbaik saat itu. Lauda tak tinggal diam, ia meninggalkan keluarganya dan mempertaruhkan semua yg dimilikinya demi bisa bergabung ke tim BRM, tim yg berkompetisi di ajang balap mobil terpopuler di dunia F1. Di sini saya sedikit heran, bisa-bisanya pebalap muda yg belum punya nama dg mudah berkompetisi di F1 hanya dg membayar sejumlah uang. Saya tidak yakin hal ini bisa dilakukan di masa kini.

Berita tentang keberhasilan Lauda menembus F1 sampai di telinga Hunt. Namun sayangnya meskipun Ia adalah pebalap muda terbaik tahun itu, tidak ada satupun tim F1 yg mau mengontraknya.

Saya bisa merasakan kekecewaan Hunt. Sangat menyakitkan saat menerima kenyataan kalau ternyata prestasi kita tak lebih berharga daripada sejumlah uang.
Tapi Hunt tak menyerah, dg dana seadanya Ia berhasil membentuk tim sendiri tanpa sponsor bernama Hesketh.

Sementara itu di BRM, Lauda setim dg pebalap senior Clay Regazzoni. Meskipun kalah pengalaman dari rekan setimnya itu, Lauda lebih ahli dalam meningkatkan performa mobilnya. Hal ini membuat Regazzoni kagum dan membawanya turut serta saat ia pindah ke Ferrari.

Berada di tim sekelas Ferrari membuat Lauda di atas angin. Skill membalapnya yg luar biasa ditambah kemampuannya mengoptimalkan kecepatan mobilnya membuat ia dg mudah merebut gelar juara dunia tahun 1975.

Sementara Hunt tidak mampu berbuat banyak dg mobilnya yg paspasan. Meskipun demikian dialah satu-satunya pebalap yg mampu setidaknya mengimbangi Lauda di beberapa balapan.

Di akhir musim, Hunt harus menerima kenyataan kalau timnya bangkrut. Diapun terancam tak bisa membalap di musim selanjutnya karena tak punya tim.
Pada momen ini saya kembali merasakan kepedihan dan rasa frustasi Hunt.

Situasi sedikit membaik saat tim saingan ferrari, McLaren mengumumkan kalau ada satu pebalapnya yg mengundurkan diri. Hunt dg cepat mengajukan diri untuk menjadi pebalap pengganti.
Setelah bersusah payah meyakinkan sang pemilik tim dan berjanji akan mengalahkan Ferrari dan Lauda, Hunt akhirnya berhasil mendapatkan keinginannya.

Di musim 1976 bersama McLaren yg notabene memiliki mobil yg setara dg Ferrari, situasi lebih seimbang.
Tetapi tetap saja Hunt kesulitan mengimbangi Lauda yg sangat sempurna dan konsisten.
Ia bahkan harus rela kemenangannya di satu balapan dibatalkan karena ukuran mobilnya tidak memenuhi standar. Padahal kelebihannya hanya dalam hitungan centimeter saja.

Lauda tampak akan kembali merebut juara dunia hingga terjadi sebuah tragedi mengerikan di Grand Prix Jerman. Di sirkuit Nurenburing yg terkenal maut Lauda mengalami kecelakaan hebat yg hampir merenggut nyawanya. James Hunt bisa dibilang secara tidak langsung turut bertanggung jawab atas insiden ini.

Sebelum balapan dimulai, Lauda sebenarnya menolak untuk melanjutkan balapan karena kondisi lintasan yg amat basah akibat hujan deras. Namun Hunt yg sangat berambisi mengejar perolehan poin Lauda bersikeras agar balapan tetap dilanjutkan.

Akibat insiden ini, Lauda menderita luka bakar yg amat parah. Bahkan organ dalamnya seperti paru-parupun juga terbakar. Ia mau tidak mau harus absen balapan.
Situasi ini tentu saja menguntungkan James Hunt yg seolah tanpa saingan. Perlahan-lahan perolehan poinnya mulai mendekati poin Lauda.
Sementara Lauda hanya bisa menonton jalannya balapan dari rumah sakit.

Ada sebuah adegan yg sangat mengganggu bagi saya. Saat dokter mengeluarkan cairan dari paru-paru Lauda. Digambarkan dg jelas betapa menyakitkannya proses ini. Sebuah selang logam sepanjang sekitar setengah meter dimasukkan ke dlm paru2 Lauda melalui mulut dlm keadaan sadar! Lauda yg berniat segera terjun kembali ke lintasan seolah tak menghiraukan rasa sakit yg luar biasa. Apalagi ia mendengar tentang kemenangan demi kemenangan yg diraih Hunt.

Dan secara mengejutkan, satu bulan setelah kecelakaan, Lauda kembali membalap. Dengan gagah berani Ia menggeber mobilnya meski kepalanya penuh dg perban dan luka bakarnya belum kering.
Ia berhasil menempati posisi 4 pada balapan dan mempertahankan diri di puncak klasemen meski hanya unggul 3 poin dari Hunt.

Akhirnya sampailah pada seri terakhir F1 musim itu, seri penentuan.
Pada hari balapan, hujan kembali turun dg derasnya. Lagi2 trauma kecelakaan membayangi para pembalap. Namun demi gelar juara, Lauda dan Hunt berani mengambil risiko terburuk.

Balapan pun tetap dilaksanakan. Di sini para penonton diajak untuk merasakan situasi balapan saat hujan deras. Saya baru sadar kalau lintasan yg tergenang air sangat berbahaya bg pembalap. Pembalap benar2 tidak bisa melihat bentuk sirkuit krn cipratan air yg menghalangi pandangan. Dalam kondisi spt ini seorang pembalap hanya bisa mengandalkan feelingnya saja.

Setelah 2 putaran, secara mengejutkan Lauda kembali ke Pit dan menghentikan balapan. Dg kondisinya yg kurang fit dan kondisi lintasan yg tidak memadai, sangat mungkin dia kembali mengalami kecelakaan. Jika sebelumnya ia begitu bernafsu untuk menjadi juara, kali ini dia lebih bijaksana dan memahami perasaan istrinya yg begitu khawatir terhadapnya.

Namun, mundurnya Lauda tak membuat Hunt dg mudah merebut gelar juara dunia. Minimal ia harus merebut posisi 3 untuk menyalip perolehan poin Lauda. Bukan pekerjaan yg gampang jika melihat kondisi trek.

Para anggota timnya pun memperingatkannya untuk tidak terlalu bernafsu menggeber mobilnya. Namun Hunt tak menggubrisnya. Diwarnai dg tergelincirnya mobil2 di depannya, Hunt berhasil mengungguli beberapa pembalap dan menempati posisi 3 saat finish. Gelar juara pun diraihnya secara dramatis.

Itulah satu-satunya gelar yg diraih James Hunt, sedangkan Lauda memiliki 3 gelar sepanjang karirnya. Namun bagi Hunt, satu gelar sudah cukup untuk membuktikan kalau kemampuannya tak kalah dg Lauda.

Di adegan terakhir film Rush, Niki Lauda mengatakan bahwa James Hunt adalah tipe orang membalap demi mengejar kebahagiaan. Sementara Lauda sendiri adl tipe orang yg gila akan prestasi.
Namun terlepas dr rivalitas yg begitu panas antara mereka berdua, tak ada rasa benci dan dendam yg timbul. Sebuah rivalitas klasik yg patut diteladani di masa kini.

Film ini adl film yg akan disukai oleh semua kalangan, baik penggila balap maupun bukan.
Karena film ini bukan hanya bercerita soal balapan, bukan hanya soal kemenangan dan gelar juara.
Lebih dari itu film ini akan mengajarkan kita arti perjuangan hidup yg sesungguhnya dan harga yg harus dibayar untuk menjadi seorang juara sejati.

 

Shawshank Redemption: The Best Film Ever

Beberapa waktu lalu gue iseng mengunjungi situs IMDb. Itu loh , situs yg isinya semua tentang film. Dari mulai sinopsis, trailler, sampai rating film.
Gue langsung tertarik dg sebuah artikel yg judulnya "IMDb Top 250".
Ternyata isinya tentang 250 film terbaik sepanjang masa. Atau dalam arti yg sebenarnya 250 film dg rating IMDb tertinggi.
Dari sekian banyak film yg ada di situ, banyak banget film yg belum pernah gue tonton. Wajar sih, soalnya kebanyakan dr film2 itu diproduksi di tahun 90 an, dan bahkan ada yg tahun 50 an.

Berikut ini top 10 nya:
1. 9.2 The Shawshank Redemption (1994)
2. 9.2 The Godfather (1972)
3. 9.0 The Godfather: Part II (1974)
4. 8.9 Pulp Fiction (1994)
5. 8.9 The Good, the Bad and the Ugly (1966)
6. 8.9 12 Angry Men (1957)
7. 8.9 Schindler's List (1993)
8. 8.9 The Dark Knight (2008 )
9. 8.8 The Lord of the Rings: The Return of the King
(2003)
10. 8.8 Fight Club (1999)

Ya, dan gue langsung tertarik dg film no.1 alias film terbaik sepanjang masa dg rating 9.2 . Sebagai perbandingan aja ya, film Fast and Furious 6 yang keren itu di IMDb cuma dpt rating 7.2, film horor nan serem The Conjuring ratingnya 7.5. Yang suka film korea, My Sassy Girl yg katanya amat sangat mengharukan itu ratingnya 8.1.

Gue sendiri belum lama nonton The Shawshank Redemption. Dan abis nonton gue tahu betul kenapa Film ini dilabeli sbg "Film terbaik sepanjang masa".
Film yg diproduksi pd tahun 1994 ini (tahun kelahiran gue) mampu mengubah perasaan penontonnya.

Film ini menceritakan tentang Andi, seorang bankir yg dituduh membunuh isterinya. Andi kemudian dijatuhi hukuman penjara 2 kali seumur hidup ( kebayang nggak sih lo, 2 kali seumur hidup. Apa di kehidupan setelah kematian dia masih dipenjara? gue jg kurang tau). Dan mirisnya, sebenarnya Andi ngga salah sama sekali.
Bukannya putus asa, Andi malah mampu menjalani kerasnya kehidupan di penjara layaknya ia bebas. Seiring berjalannya waktu, Ia bahkan mjd orang penting di penjara. Ia dipercaya mengurusi keuangan kepala penjara, Ia mengelola perpustakaan dan Ia dihormati oleh setiap penghuni penjara, tak terkecuali oleh sipir dan kepala penjara!
Namun Andi tentu saja masih punya harapan bahwa suatu saat dia akan bebas. Dia yakin dan nggak pernah menyerah. Dan dia bebas 19 tahun kemudian!
Tahu nggak apa yg dilakukannya..?.Ia menjebol tembok penjara selama 19 tahun dg bermodalkan sebuah palu kecil!

Menonton film ini akan membuat kita sadar akan arti perjuangan hidup dan pentingnya memelihara harapan.
Harapan itu selalu ada selama kita masih hidup, bahkan di tempat yg paling tak berpengharapan sekalipun.

Ada salah satu kutipan favorit gue, ketika Andi ngomong ama Red, temannya di penjara yg selama puluhan tahun dipenjara selalu di-PHP-in bakalan bebas oleh kepala penjara. Dia bilang gini kira2 : "Kamu harus tahu, di dunia ini ada banyak tempat yg tidak terbuat dr batu seperti penjara ini. Ada sesuatu yg kaumiliki yg tidak akan bisa mereka rampas, yaitu harapan".

Menurut gue ini adl film paling inspiratif yg pernah gue tonton. Meskipun diproduksi th 1994 film ini sama sekali nggak terasa kuno.
Buat kalian yg lagi putus asa film ini cocok banget. Buat yg belum nonton, cepetan deh cari filmnya. Buat yg udah nonton gue cm mau bilang selamat, lo sudah nonton film terbaik sepanjang masa!

#DYF