#DerbyDay Keuntungan Bagi Manchester City

Semua orang pasti setuju malam minggu adalah malam yang spesial meskipun ke-spesial-annya berbeda-beda bagi masing-masing orang. Tetapi malam minggu kali ini tak diragukan lagi adalah malam yang sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta sepakbola di seluruh dunia. Setelah jeda satu pekan internasional yang rasanya seperti berminggu-minggu, kompetisi eropa kembali bergulir dan langsung menggebrak dengan banyaknya big match. Dari sekian banyak partai akbar yang bergulir pekan ini, pemenangnya sudah pasti adalah pertemuan dua klub kota Manchester, United vs City.

Dua tim kaya ini adalah dua tim yang sama-sama boros di bursa transfer. Dua tim yang sama-sama punya pemain-pemain bintang bergaji mahal. Dua tim yang sama-sama memperkerjakan manajer baru musim ini. Dua tim yang sama-sama mencatatkan hasil sempurna, 3 kemenangan di 3 laga awal dan dua tim yang menuai pujian atas penampilan ciamiknya musim ini.

Sorotan paling besar tentunya tertuju ke kedua manajer baru kedua tim yang meski baru pertama kali berhadapan di Inggris, memiliki sejarah rivalitas yang panjang dengan bumbu-bumbu menarik di dalamnya. Keduanya juga melambangkan dua kubu sepakbola yang  saling berseberangan yang selalu memicu pertengkaran sengit di kalangan fans sepakbola. Pep Guardiola, pria Spanyol yang  mewakili sepakbola menyerang dan atraktif .  Jose Mourinho, pria Portugal yang dikenal dengan gaya main timnya yang pragmatis, hanya mementingkan hasil akhir.

Sebelumnya ijinkan saya mewakili para fans premier league di Indonesia berterima kasih kepada Premier League karena pertandingan ini dijadwalkan pukul 18.30 WIB atau pukul 11.30 waktu Inggris.

Di pertandingan ini , City tak bisa menurunkan Sergio Aguero yang terkena sanksi larangan bertanding. Sebuah masalah yang tidak kecil buat Pep karena Aguero adalah topskor tim sejauh ini. Pep, akhirnya memilih menurunkan striker muda Iheanacho.

Sementara di kubu tuan rumah, Mourinho sebenarnya bisa menurunkan semua pemain terbaiknya. Tetapi entah kenapa ia mengubah “the winning team” yang ia mainkan di pertandingan sebelumnya. Alih-alih tetap memasang Anthony Martial dan Juan Mata sebagai penyerang di kedua sisi, Mou memilih Jese Lingard dan Henrikh Mkhitaryan. Terbukti di pertandingan, kedua pemain ini adalah dua pemain terburuk MU.

Manchester City tampil dominan di babak pertama. Pressing ketat yang mereka terapkan membuat kubu tuan rumah sering melakukan kesalahan-kesalahan. Hasilnya Kevin de Bruyne membuat satu gol dan satu assist untuk Iheanacho yang membuat City seperti akan menang mudah kali ini. Tetapi beberapa saat sebelum paruh pertama usai, secara mengejutkan MU mampu mencetak gol lewat Zlatan Ibrahimovic. Yang lebih mengejutkan, gol itu bermula dari tangkapan yang tidak sempurna kiper baru City, Claudio Bravo yang memudahkan Zlatan menceploskan bola. Ironisnya, Bravo adalah kiper top yang didatangankan City dari Barcelona karena kiper utama sebelumnya, Joe Hart dianggap tak cukup bagus untuk mengawal gawang City asuhan Pep. Momen yang tidak mengenakkan bagi Bravo karena sebelum gol itu, sebenarnya ia bermain bagus dan berperan cukup baik sebagai “sweeper keeper”. Di babak kedua memang ia tidak kebobolan namun banyak momen-momen menegangkan saat beberapa kali tangkapannya terlepas atau beberapa kali ia nyaris kehilangan bola di area berbahaya.

City mengakhiri pertandingan dengan keunggulan 2-1. Mourinho lagi-lagi harus menyerah kepada Pep Guardiola.

Secara permainan memang City sedikit lebih unggul kali ini dan pantas menang. Walaupun demikian, United, meski mengawali pertandingan dengan buruk, tampil lebih baik di babak kedua dan membuat pertandingan ini tetap seru sampai detik-detik terakhir.

Bagi saya , kemenangan ini sangat menguntungkan bagi City. Meski kompetisi masih panjang, ini adalah kemenangan yang bisa membuat perjalanan City lebih mulus. Selain kemenangan ini akan membuat kepercayaan diri mereka meningkat, mereka juga baru saja melewati salah satu tim yang berpotensi mengganjal mereka musim ini. Pep Guardiola dikenal sebagai pribadi yang amat fokus pada tiap pertandingan. Klub-klub yang dilatihnya hampir jarang dikejutkan oleh tim-tim kecil. Barcelona dan Bayern era Pep selalu menghabisi lawan-lawan yang lebih lemah. Tim-tim tadi tampil sangat konsisten. Itulah sebabnya mereka  seringkali unggul jauh atas rival-rivalnya di klasemen menjelang akhir musim. Oleh sebab itu, saya percaya bahwa cara terbaik menghentikan kesebelasan asuhan Pep adalah menghambatnya sedini mungkin. Jangan biarkan mereka tancap gas dan meninggalkan tim lain.

Saya cukup yakin di pertemuan kedua tim kelak Jose Mourinho akan berbenah dan membuat timnya tampil lebih baik , Jose adalah pelatih bagus yang selalu belajar dari kegagalannya, tak diragukan lagi. Mereka bisa saja menang di pertemuan kedua nanti , tetapi saya rasa mungkin saat itu  sudah terlambat. Bisa jadi City sudah unggul 5 poin atau lebih atas pesaing-pesaingnya dan saya takut, City akan menjuarai liga sebelum musim berakhir. Menarik melihat apa yang akan dilakukan Mou dan Pep sebelum pertemuan itu terjadi. Musim ini akan sangat menarik.

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

One reply to #DerbyDay Keuntungan Bagi Manchester City

  1. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!