Faiz Subri adalah Kita

Senin malam WIB, organisasi sepakbola dunia FIFA menggelar panggung akbar bertajuk The Best FIFA Football Awards di Zurich, Swiss.

Pagelaran tersebut menjadi sorotan pecinta sepakbola di seluruh dunia karena di situlah akan diumumkan para peraih penghargaan Pemain terbaik, Pelatih Terbaik, dan Gol Terbaik sepanjang tahun 2016.

Sudah pasti sorotan terbesar tertuju kepada tiga kandidat pemain putra terbaik yakni Cristiano Ronaldo , Lionel Messi, dan Antoine Griezmann. Ketiganya memang tampil luar biasa sepanjang tahun lalu dan berkontribusi besar terhadap kesuksesan klub maupun timnas mereka masing-masing.

Tetapi di tengah-tengah tamu undangan ada satu sosok asing yang duduk di deretan kandidat peraih penghargaan. Sosok tersebut berkulit sawo matang, bertubuh mungil, dan berwajah melayu. Ia mengenakan setelan jas rapi dengan dasi kupu-kupu.

Rupanya pria tersebut adalah satu-satunya wakil asia di pagelaran tersebut.

Saat detik-detik pemenang penghargaan gol terbaik atau yang dikenal dengan Puskas Award diumumkan, pria tersebut nampak semakin tegang. Terlebih saat namanya disebut, pria asal Malaysia itu tampak mencoba tetap bersikap tenang sembari berjalan menuju panggung.

Mungkin karena terlalu tegang ia baru sadar kalau kancing jasnya terbuka sedari tadi. Dengan masih tetap berjalan menuju panggung, ia memasangkan kembali kancing jasnya.

Sesampainya di atas panggung, legenda sepakbola Brazil, Ronaldo menyambutnya, memberikan selamat dan menyerahkan trofi Puskas Award.

Mohammad Faiz Subri, pria itu, lantas berjalan menuju mimbar untuk menyampaikan pidato singkat. Tetapi ia tak kunjung mengeluarkan kata-katanya. Justru ia mengambil ponsel dari sakunya, mengutak-atik benda itu cukup lama seperti sedang mencari-cari sesuatu.

Saking lamanya, Ronaldo sampai mengeluarkan candaan, “Do you need any help?”

Faiz akhirnya menemukan apa yang dicarinya, sebuah catatan yang ia tulis di smartphone-nya. Sambil tetap menunduk memandang catatan di ponselnya, ia memulai pidatonya,

“Assalamuailaikum…..Alhamdullilah”

Setelah itu saya tak bisa menangkap dengan jelas apa yang ia ucapkan.

Ia mengakhiri pidato singkatnya dengan “Wassalamualaikum”.

Senyum dan raut lega nampak di wajahnya, ia kembali bersalaman dengan Ronaldo dan kali ini ia memegang dadanya setelah bersalaman. Rasanya tak ada siapapun yang akan melakukan itu kecuali orang timur, khususnya melayu.

 

Entah kenapa meski saya tak begitu kenal dengan sosok Faiz Subri, saya merasa sangat dekat dengannya, saya merasa ia sangat mewakili kita, orang Asia Tenggara.

Senyum ramahnya, caranya bersalaman dan tingkah lakunya yang santun benar-benar menggambarkan ciri khas orang timur.

 

Bagi saya, apa yang ditunjukkan Faiz Subri di panggung terbaik FIFA kemarin tidak kalah ajaibnya dengan gol-nya yang memenangkan Puskas Award.

Sebagaimana kita tahu, Faiz mencetak gol spektakulernya itu di ajang Liga Super Malaysia.

Gol tendangan bebas yang lengkungannya melawan hukum-hukum fisika tersebut memang luar biasa dan mungkin tak bakal pernah lagi terjadi.

Hasilnya, gol tersebut dipilih oleh lebih dari 50% voters dalam voting yang diadakan FIFA mengalahkan gol-gol cantik lain dari pemain-pemain ternama dunia termasuk Lionel Messi dan Neymar.

Faiz Subri adalah pemain asia pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Pencapaian yang luar biasa mengingat Malaysia bukanlah negara yang diperhitungkan di pentas sepakbola dunia. Faiz Subri juga bukanlah pemain bintang, bahkan untuk ukuran Malaysia sekalipun. Di usianya yang menginjak 29 tahun  sampai saat ini Faiz Subri belum pernah tampil membela timnas Malaysia.

 

Saya rasa hanya ada satu kalimat yang bisa menjelaskan keberhasilan Faiz Subri.

Karena ini adalah sepakbola. 

Keberuntungan dan kesialan adalah dua hal berlawanan yang membuat olahraga ini menjadi yang terpopuler di dunia.

epn1484009582
Messi who?/ source: here

 

 

Selamat Faiz Zubri, kemenanganmu adalah kemenangan kita semua.

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

5 replies to Faiz Subri adalah Kita

  1. Wah hebat sekali bisa menang penghargaan dunia pemain malaysia. Salut dan hormat saya.

    • Iya mas, kejutan besar karena di sepakbola pemain-pemain asia biasanya cuma jadi penonton. Hehe

  2. Mungkin anginnya lagi kenceng, bolanya jadi kayak bola plastik hehe 🙂

  3. Saya nggak ngerti soal bola. Tapi bangga juga kalau ada yang dapet penghargaan mewakili SEA di acara bergengsi seperti itu. Barusan juga liat goalnya, waaaw keren banget. meliuk2 dulu sebelum akhirnya goal. Hihih

    Lucu juga yaaa buka buka hape sebelum pidato. Takut salah ngomong kali ya 😀
    Tp keren yang penting bangga dulu 😀

    • Dia pasti grogi banget sih, soalnya semua pemain top dunia dan para legenda hadir di situ sedangkan dia, bahkan di Asia Tenggara-pun nggak begitu dikenal.

      Terimakasih telah mampir mb. 🙂

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!