Hari Media Sosial Nasional

Hari ini, 10 Juni, ternyata adalah Hari Media Sosial Nasional.

Saya sebenarnya sama sekali tak mengerti kenapa keberadaan media sosial harus diperingati setiap tahunnya.

Tetapi karena saya tak punya topik lain untuk ditulis, saya tetap akan membahasnya.
Sejauh ini saya memiliki beberapa akun media sosial.
Saya punya akun Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube.
Dari keempatnya, saya paling aktif di twitter.

Aktif dalam arti selalu saya buka setiap hari dan rutin saya isi dengan status dan/ atau foto.

Ada alasan kuat kenapa saya lebih menyukai twitter.

Saya bukanlah tipe orang yang menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan kawan atau kenalan. (meski ini sebenarnya fungsi utama media sosial)
Saya menggunakan media sosial lebih untuk mencari info-info terbaru.

Dan twitter adalah pilihan yang tepat untuk itu.

Tak seperti Facebook atau Instagram yang hanya menampikan postingan-postingan ‘terbaik’ di timeline, twitter ┬áselalu menampilkan postingan-postingan terbaru.
Ini menjadi penting saat misalnya saya sedang tak bisa menonton sebuah pertandingan sepakbola. Di twitter saya akan dengan mudah mengikuti jalannya pertandingan secara live.

Beda dengan facebook misalnya, sulit menemukan akun yang melaporkan pertandingan secara langsung momen per momen, alih-alih saya malah hanya akan menemukan foto unggahan teman saya pagi tadi.

 

Tetapi apapun media sosial yang saya atau anda gunakan, kita pasti sepakat untuk menggunakannya dengan bijak.

Apapun yang tidak pantas diucapkan di dunia nyata harusnya juga tidak diungkapkan di media sosial.

Apapun yang kita takuti di dunia nyata harusnya juga kita takuti di dunia nyata.

Ini sulit dilakukan karena di dunia maya seakan-akan kita bebas berbuat apa saja. Memaki orang di media sosial misalnya, menjadi lebih mudah karena kita tak khawatir akan mendapatkan bogem mentah dari orang yang bersangkutan. Kecuali kita kenal dan sering ketemu orang itu di dunia nyata, kebanyakan orang yang bersangkutan hanya akan memblokir akun kita.

 

Saya adalah orang yang cukup memperhatikan reputasi di dunia maya. Saya pernah menuliskan nama saya sendiri di kolom pencarian google. Jaga-jaga kalau-kalau ternyata saya pernah memposting sesuatu yang buruk.

Hasil pencarian memunculkan semua aktivitas yang pernah saya lakukan di dunia maya. Beruntunglah yang muncul hanya akun-akun media sosial, blog, dan beberapa komentar tidak penting yang pernah saya tinggalkan di situs-situs lain.

Setidaknya reputasi saya di dunia maya tidak jelek, meski juga tidak bagus-bagus amat.

Mungkin terasa berlebihan, tetapi saya punya alasan untuk khawatir karena sosial media kadang bisa sangat kejam.

Anda mungkin sudah tahu, di twitter ada sebuah akun lucu bernama @hati2diinternet

Isinya, sebagian besar adalah dokumentasi status-status, foto-foto, atau video-video bodoh yang pernah diunggah di media sosial.

Saya yakin orang-orang yang postingannya direkap di akun tersebut tak pernah menyangka (dan berharap) kalau dirinya akan dijadikan bahan tertawaan banyak orang.

Jika orang itu sudah sukses, terkenal dan banyak harta sih tak masalah.

Akan tetapi bagi sebagian orang, itu adalah bencana.

Truno Pambudi mungkin kesal karena namanya akan selalu identik dengan sebuah kata negatif yang melekat padanya, padahal ia sebenarnya tak salah apa-apa.

Demikian pula dengan Imam Supriadi atau Kufaku BAND.

Belum lagi sederet nama-nama bocah yang sudah menjadi bahan tertawaan banyak orang karena kelakuan-kelakuan konyol mereka di media sosial.

 

Tak ada cara yang lebih baik untuk memperingati Hari Media Sosial Nasional selain dengan meningkatkan kewaspadaan dan kecermatan dalam bermedia sosial.

Selamat Hari Media Sosial Nasional

Semoga di antara yang membaca tulisan ini kelak ada yang menjadi selebgram, selebtwit, youtuber terkenal, atau bloger kondang.

 

dan semoga tidak ada yang masuk @hati2diinternet

 

 

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

8 replies to Hari Media Sosial Nasional

  1. Saya punya twitter dan facebook mas, cuma akhir2 ini gak terlalu aktif dan malas bukanya.

    Emang hari medsos nasional ini sudah resmi mas? Kok seperti kurang kerjaan saja harus memperingati sosial,media ha ha ha….

    • Saya baca-baca katanya sudah resmi sejak 2015 mas. Emang aneh sih, jaman sekarang orang seneng banget memperingat sesuatu.

  2. Iya mbak, sekarang tiap hari pasti ada aja peringatan.

  3. Ini juga masih baru mas diperingatinya.

    Oke mas, ntar saya add di facebook.

  4. Setuju, kita mesti bijak dalam menggunakan medsos. Sy sebenarnya juga punya FB, Twiter, dan Instagram, tetapi beberapa bln ini bwaannya malas sj aktif di medsos tsb, paling hanya buka notifikasi saja dan like atau komen seperlunya di FB tp tidak setiap hari

    • Sebenarnya sosmed memang nggak penting-penting amat sih bu. Saya tiap hari buka sosmed juga cuma buat update berita-berita bola doang.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!