INFP-T

INFP-T

Baru-baru ini saya mengikuti tes kepribadian di sebuah situs web. Banyak orang yang menyarankan untuk mengikuti tes ini karena hasilnya cukup akurat. 
Saya pun akhirnya mengikuti tes tersebut. Saya diminta menjawab sejumlah pertanyaan yang mirip-mirip dengan soal-soal psikotes. 

Hasil tes menunjukkan bahwa saya memiliki kepribadian INFP-T. 
Introvert, iNtuitive, Feeling, Prospecting , Turbulent.



Introvert 

Saya memiliki kecenderungan introvert sebesar 69%, meski saya juga punya sisi ekstrovert 31%.

Saya kurang nyaman berinteraksi dengan banyak orang. Bahkan semakin saya tumbuh rasanya saya semakin menjauh dari orang-orang terdekat. 
Anehnya, saya sangat suka nyaman berbicara dengan dengan orang-orang asing. Saat berada di tempat umum saya lebih sering menyapa orang duluan. Mungkin itu adalah bagian dari 31% sisi ekstrovert saya. 

Intuitive 

Hasil yang diluar dugaan, ternyata saya lebih intuitive (76%) dibanding observant (24%). 
Ini artinya saya lebih sering berimajinasi dan mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi dibanding fokus menjalani apa yang sedang saya lakukan saat ini.

 
Feeling 

Dalam mengambil sebuah keputusan, saya lebih sering menggunakan perasaan-feeling (70%) dibanding logika-thinking (30%).
Ini sepertinya benar. 
Saya termasuk orang yang tidak tegaan. Saya pernah meminjamkan uang kepada seorang teman meski saya tahu akan sulit untuk menagihnya. 😂

Prospecting

Kecenderungan prospecting saya (56%) tak terpaut jauh dengan kebalikannya, Judging (44%).
Orang dengan kepribadian prospecting selalu membuka diri terhadap segala kemungkinan. 

Mereka tahu, dalam setiap rencana, pasti akan ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan. 
Prospecting juga cenderung melakukan hal-hal yang mereka sukai daripada mengikuti aturan/ saran dari orang lain. 

Turbulent

Perfeksionis, suka memikirkan hal-hal yang sudah terjadi, gampang stres. Itulah orang-orang dengan kepribadian Turbulent.

Saya memiliki kecenderungan Turbulent (73%) dibandingkan Assertive (27%).

Saya memang termasuk gampang stres.

 Saat menulis misalnya. Suatu saat saya punya ide topik yang bagus. Lalu saat saya mulai mengetik, saya mulai merasa tulisan saya tak akan jadi sebagus yang diharapkan. 

Akhirnya, saya berhenti menulis dan tulisan tersebut berakhir sebagai draft atau sampah. 

***

Meski sepertinya hasil tes ini cukup akurat, saya tak mau selalu berpegang kepadanya. 

Saya cukup percaya bahwa kepribadian manusia bisa diubah.

 Bertemu orang-orang baru, pindah ke lingkungan baru dan melakukan kebiasaan-kebiasaan baru akan mempengaruhi kepribadian. 

Bagaimana dengan anda? Apakah anda pernah melakukan tes kepribadian? 

Bagaimana hasilnya?

 Bila tidak keberatan, boleh  tuliskan di kolom komentar. 

Jika belum pernah dan penasaran untuk mengetes tipe kepribadian anda, silakan kunjungi 16personalities.com

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

6 replies to INFP-T

  1. Wah…sepertinya menarik untukmengikuti tes ini.Terimakasih infonya mas

  2. Wah, boleh juga di coba ni tes. Soalnya sy sudah lma gak ikutan tes smcam ini, terakhir waktu kuliah aja.

    Tp nurut sya sih, just my guessing, tes ini hnya smcam refleksi sja. Ttp tdk bisa dijdikan patokan mutlak.

    Btw, tipe kepribadian, sprti melankolis, sanguinis, plegmatis trgambar gak dlm tes ini?

    • Iya mas, saya juga nggak percaya 100% sama hasil tes.

      Nggak ada keterangan tentang tipe kepribadian melankolis dll mas, cm ada 4 atau 5 yg saya sebutkan di atas.

  3. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!