Invisible or Time Traveller?

Apakah judul atau istilah di atas terasa asing di mata kalian?

Harusnya sih enggak ya. Tapi gue akan tetap menjelaskan sedikit.

Invisible, adalah kemampuan untuk menjadi tak kasatmata alias nggak bisa dilihat oleh siapapun. Kalau kalian lihat-lihat di film-film ada banyak tokoh yang punya kemampuan seperti ini. Salah satunya adalah Harry Potter. Dia bisa jadi invisible dengan bantuan jubah gaibnya.

Time traveller, sesuai namanya adalah penjelajah waktu. Kemampuan untuk pergi ke masa lalu dan masa depan. Kalau di film yang paling terkenal sih Doraemon dengan mesin waktunya . Dengan alat itu dia datang dari masa depanĀ  ke masa kini dan bahkan ke masa lalu.

Walaupun gue tahu kalau gue nggak bakalan punya salah satu dari kemampuan di atas, namun gue cukup tertarik buat mikirin itu.

Nah, misal tiba-tiba kedua hal tersebut mungkin dan kita disuruh buat milih salah satunya, kira-kira lo bakalan milih apa?

Setelah gua pikir-pikir, gua akan lebih memilih untuk menjadi invisible. Kenapa?

Pertama , alasan gue enggak pengen menjadi seorang time traveller adalah gue lebih suka hidup di masa sekarang. Sesimpel itu.

Gue ngebayangin kalau gue pergi ke masa depan, mungkin gue bisa iseng pergi ke bulan Agustus 2016 dan ngecek siapa juara Euro dan Liga Champions tahun ini lalu gue bakalan kembali ke hari ini dan ngabisin semua duit gue buat taruhan juara Liga Champions dan Euro karena udah pasti gue bakalan menang. Seems like a good idea?

Memang terasa nikmat kalau bisa menjelajah waktu. Tapi gue yakin kalau gue punya kemampuan untuk itu gue tiap hari bakalan pergi menjelajah waktu. Lantas kemudian yang terjadi adalah banyak takdir hidup gue yang berubah.

Gue sendiripunya keyakinan, seburuk apapun kondisi gue saat ini, gue belum tentu lebih bahagia kalau dikasih kondisi lain.

Dulu gue pengen banget tinggal di kota besar. Kayaknya enak banget gitu rame, mau cari apa-apa gampang. Setelah gue ngerasain itu semua , gue baru sadar kalau tinggal di kota itu harus siap sempit-sempitan, panas, udara kotor, kuping sakit karena sering ngedenger orang teriak-teriak.

Gue sadar kalau gue bisa memperbaiki kehidupan gue dengan cara BERUSAHA KERAS di masa kini, bukan dengan merubah masa lalu. Lagian gue juga lebih suka kalau masa depan itu tetap menjadi misteri karena gue akan lebih smangat unntuk menyibak misteri itu.

Sementara kalau gue invisible gue akan bersenang senang dengan dunia gue sekarang. Gue bisa menyelinap kemanapun. Tapi tenang, gue nggak bakalan jadi maling kok, paling cuma ngintipin orang mandi…..nggak…nggak. Gue bakalan keliling dunia dengan cara menyelinap diam-diam ke kapal pesiar hehehehehehehehehehehe

Gue juga bakal geledahin tuh rumah rumah para anggota DPR . Gue cari bukti-bukti korupsi , trus gue kasih ke kantor KPK secara diam-diam hehehehehehehehhe

Satu yang gue takuti kalau gue invisible adalah kalau gue kena peluru nyasar pas jalan -jalan. Invisible bukan berarti untouchable. Ketembak ya tetep mati. Kan ironis ya kalau pas gue jalan-jalan di Palestina atau Syria, gue terkena peluru nyasar dan nggak ada yang nolongin karena nggak ada yang lihat gue. Dengan alasan itu pula gue akan menjadikan kedua tempat itu pilihanĀ  terakhir kalau gue keliling dunia.

 

OK, itulah sedikit sharing tentang khayalan gue. Sorry gue harus buru-buru pergi karena kalau ketahuan Saya gue pasti bakalan kena omel karena nulis ginian.

Bye

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!