Kans Indonesia Menembus Piala Dunia 2026

1535488_full-lnd
trofi piala dunia/FIFA

Di bulan Januari ini ada dua kabar yang cukup menggembirakan bagi persepakbolaan tanah air.

Pertama, keputusan federasi tertinggi sepakbola dunia (FIFA) menambah jumlah negara peserta Piala Dunia 2026 dari 32 negara menjadi 48 negara.

Penambahan yang cukup signifikan tersebut merupakan angin segar bagi negara-negara yang selama ini sulit bersaing di babak kualifikasi, termasuk Indonesia. Apalagi dengan adanya kabar baik kedua bulan ini dimana PSSI mengumumkan penunjukan Luis Milla sebagai pelatih timnas senior dan u-23 selama setidaknya dua tahun ke depan.

Luis Milla jelas merupakan nama paling mentereng yang pernah melatih timnas. Prestasinya di dunia sepakbola  jauh lebih baik daripada Peter Withe, Ivan Kolev maupun Alfred Riedl.

Sebagai pemain, Milla pernah memperkuat tiga klub raksasa Spanyol, Real Madrid, Barcelona, dan Valencia. Ia bahkan menjadi pemain inti di klub-klub tersebut dan meraih beberapa trofi baik di Spanyol maupun Eropa.

Sementara saat menjadi pelatih, ia sukses mempersembahkan gelar juara Piala Eropa bagi timnas usia muda Spanyol yang ditanganinya.

Singkatnya, Luis Milla adalah pelatih kelas dunia, kapabilitasnya sudah terbukti bersama timnas Spanyol.

Sontak , banyak orang menaruh harapan besar terhadap pria Spanyol itu. Angan-angan untuk tampil pertama kali di Piala Dunia dengan membawa panji merah putih dan nama Indonesia merasuki pikiran para suporter timnas, termasuk saya. (Sebagai informasi, negara kita pernah tampil di Piala Dunia 1938 saat masih bernama Hindia Belanda).

Kita sudah tak mungkin lolos ke Piala Dunia 2018 di Russia tentu saja karena tidak berpartisipasi dalam babak kualifikasi akibat sanksi FIFA. Piala Dunia Qatar lima tahun lagi sepertinya juga masih susah ditembus karena jumlah peserta masih 32.

Maka Piala Dunia 2026 adalah taget yang meski ambisius tetapi masih masuk akal.

Mungkinkah?

Sebelum menghitung seberapa besar peluang timnas , simak perkiraan jumlah kuota peserta untuk masing-masing federasi di bawah ini.

c1z1w8axeamdddz
kuota untuk negara asia naik hampir dua kali lipat/ Skysports

Meski belum diketahui secara pasti, Skysports memperkirakan jumlah kuota untuk wilayah asia di Piala Dunia 2026 nanti adalah 8.5. Artinya akan ada 8 negara yang langsung lolos dan satu yang harus menjalani playoff dengan negara dari wilayah lain untuk memperebutkan satu tiket lainnya.

Babak kualifikasi untuk negara-negara Asia tergolong panjang dan ribet.

Di Kualifikasi Piala Dunia 2018 misalnya, para peserta harus melewati empat putaran sebelum dipastikan lolos .

Putaran pertama diikuti oleh negara-negara dengan peringkat FIFA terendah. Timnas kemungkinan besar bisa lolos dari babak ini karena lawan-lawan yang relatif lemah.

Sementara di putaran kedua negara-negara yang lolos dibagi ke dalam 10 grup yang berisi 4,5, atau 6 tim. Semua tim dalam satu grup masing-masing akan dua kali berhadapan, kandang dan tandang.

Semua pemuncak grup lolos ke putaran berikutnya bersama dengan dua runner up terbaik. Total negara yang lolos ke babak berikutnya adalah 12 negara.

Keduabelas negara tersebut dibagi lagi ke dalam dua grup di putaran ketiga. Lagi-lagi masing-masing negara akan bertemu sesama penghuni grup sebanyak dua kali kandang dan tandang.

Dua tim teratas masing-masing grup berhak meraih tiket langsung ke putaran final Piala Dunia. Sedangkan dua tim penghuni peringkat ketiga akan saling berhadapan kandang dan tandang di putaran keempat.

Pemenang laga tersebut masih harus berhadapan dengan salah satu wakil zona Concacaf (Amerika Utara dan Tengah) dalam babak playoff untuk mendapatkan satu tiket ke piala dunia 2018.

 

Jadi, syarat pertama yang harus dipenuhi timnas untuk dapat menembus piala dunia 2026 adalah lolos ke babak ketiga kualifikasi.

Kabar baiknya, hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil. Thailand yang sempat kita kalahkan di Stadion Pakansari beberapa waktu yang lalu mampu mencapai fase ini setelah memuncaki grup di putaran sebelumnya.

Setelah berada di putaran ketiga, hal yang wajib dipenuhi selanjutnya adalah berusaha meraih (paling tidak) peringkat 4 di grup. 

Jika berhasil, timnas akan langsung lolos tanpa play off.

Kalau melihat kembali ke putaran 3 kualifikasi Piala Dunia 2018, Thailand masih berada di peringkat 6 alias juru kunci, tetapi setidaknya jarak mereka menuju piala dunia jauh lebih dekat dari kita.

pd18
klasemen sementara putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2018 zona asia/ FIFA

Andai jumlah peserta Piala Dunia 2018 sebanyak 48 negara, maka kedelapan negara asia yang lolos berdasarkan klasemen sementara putaran ketiga kualifikasi adalah Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, Suriah, Arab Saudi, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Ada satu nama yang menarik di daftar itu, yakni Suriah. Negara yang sedang mengalami konflik berkepanjangan itu ternyata sangat dekat ke Piala Dunia, lebih dekat dari kita.

Untungnya masih ada waktu sembilan tahun untuk berbenah. Peta kekuatan di asia masih akan terus berubah. Menurut saya, dari kedelapan negara di atas, hanya Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Australia yang prestasinya akan terus stabil sampai dengan sembilan tahun mendatang.

Indonesia, dalam hal ini PSSI saya pikir sudah melakukan langkah awal yang bagus dengan menunjuk Luis Milla dan memperbaiki sistem kompetisi dalam negeri. Tetapi itu masih sangat sangat kurang. Dibutuhkan konsistensi untuk menuju ke sana .

Hal yang  juga harus diperhatikan baik-baik  adalah pembinaan pemain muda , terutama para remaja berusia 12-15 tahun yang kemungkinan besar akan menjadi tulang punggung timnas di tahun 2026 nanti.

Sesungguhnya, tak ada yang tak mungkin jika PSSI mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat. Kita pernah mengalahkan Thailand, kita juga pernah menahan imbang Australia. Negara lain seperti Suriah, Korea Selatan dan Arab Saudi juga pernah kita buat frustrasi.

Peluang menembus delapan besar Asia masih terbuka lebar.

Semuanya ada di tangan para pengurus PSSI yang baru.

 

Semoga sembilan tahun lagi, saat saya kembali membaca tulisan ini, reaksi saya adalah tersenyum penuh kepuasan ,

bukannya tersenyum getir.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

4 replies to Kans Indonesia Menembus Piala Dunia 2026

  1. Masih 9 tahun lagi gan. Beda dgn agan saya orangnya realistis aja. Klo dalam komprtisi aff kita belum bisa juara artinya masih perlu banyak berbenah. Masih nunggu hasil piala aff berikutnya. Apakah pelatih baru yg menangani indonesia benar2 mampu berbuat banyak atau tidak.

    • Iya emang harus nunggu gimana perkembangannya di AFF nanti. Tetapi beberapa tahun belakangan kegagalan timnas lebih disebabkan karena masalah2 yang kita bikin sendiri seperti misalnya sanksi FIFA, dualisme PSSI dll.
      Makanya saya cukup optimis dan berharap banyak dengan kepengurusan PSSI yang baru.

  2. Kata orang persepakbolaan suatu negara adalah cerminan karakter suatu bangsa. Bagaimana apa Anda setuju dengan pendapat itu, kalau dihubungkan dengan kekalahan yang sering dialami oleh para pemain kita?

    • Ada benarnya juga pernyataan itu. Kalau melihat bagaimana PSSI dijalankan selama ini, memang itu adalah gambaran karakter kita yang malas dan korup.

      Dampaknya, timnas seperti tak pernah mengalami situasi ideal. Selalu ada saja masalah-masalah setiap kali mereka bertanding di ajang internasional.

      Kalah sudah seperti itu timnas hanya bisa bergantung kepada keberuntungan seperti yang terjadi di Piala AFF kemarin.

      Tetapi ada sedikit harapan dengan dibentuknya pengurus PSSI yang baru. Mudah-mudahan kali ini mereka benar-benar serius untuk memperbaiki persepakbolaan nasional.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!