Review Kimi no Na wa (2016), Nama yang Terlupakan

 

Belakangan ini di media sosial orang-orang ramai membicarakan  Kimi No Na Wa. Di Indonesia film ini memang baru tayang di bioskop-bioskop 7 Desember kemarin. Padahal di negara asalnya, film ini sudah tayang beberapa bulan yang lalu.

Untungnya (atau mirisnya) , berkat perkembangan teknologi, maraknya pembajakan , serta kurangnya kepedulian pemerintah Indonesia terhadap hak cipta , saya sudah menonton film ini kira-kira sebulan yang lalu hehehe

Jujur, saya sebenarnya tak terlalu menggemari anime. Sebelum ini , satu-satunya anime yang pernah saya tonton cuma Spirited Away.

Saya tertarik menonton Kimi no Na Wa  karena kabarnya anime ini memecahkan rekor film dengan jumlah penonton terbanyak di Jepang.

Alasan lainnya, beberapa situs kritikus film seperti IMDb dan Rotten Tomatoes memberi rating yang tinggi terhadap film yang dirilis bulan Agustus lalu ini.

Sudah pasti film ini punya sesuatu yang spesial.

mv5bn2vjogqxyjitoguzys00odm2ltgznmqtztm4zjqxngeymjfixkeyxkfqcgdeqxvynde3otayndu-_v1_

Sinopsis

Mitsuha Miyamizu, seorang siswi sekolah menengah atas yang tinggal di desa Itomori, mulai muak dengan kehidupannya di pedesaan tempat dia lahir dan berharap dapat terlahir menjadi pemuda tampan yang hidup di Tokyo pada kehidupan selanjutnya.

Kemudian, Taki Tachibana, seorang siswa sekolah menengah atas yang tinggal di Tokyo, terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya adalah Mitsuha, yang entah bagaimana cara bisa masuk ke dalam tubuh Taki.

Taki dan Mitsuha menyadari bahwa mereka berdua saling memasuki tubuh satu sama lain. Mereka mulai berkomunikasi satu sama lain dengan saling meninggalkan catatan di kertas maupun melalui memo di ponsel mereka.

Seiring dengan berjalannya waktu, mereka semakin terbiasa dengan pertukaran tubuh ini serta mulai mencampuri kehidupan satu sama lain. Mitsuha membantu Taki untuk mendekati seorang wanita rekan kerjanya yang bernama Miki Okudera, yang pada akhirnya Taki dapat berkencan dengan Miki.

Sementara itu, Taki membantu Mitsuha agar lebih dikenal di sekolahnya. Mitsuha kemudian memberitahu Taki mengenai komet yang akan melintas, dan betapa tertariknya dirinya untuk dapat melihatnya, karena waktunya bertepatan dengan festival di desa Itomori.

Tetapi beberapa saat sebelum kemunculan komet tersebut, entah kenapa Taki tak lagi bertukar tempat dengan Mitsuha. Penasaran, iapun mencoba mencari tau desa tempat Mitsuha tinggal. Perjalanan itu membawanya kepada fakta mengejutkan tentang desa tempat Mitsuha tinggal. Taki berusaha mencari cara untuk bertukar tempat kembali dengan Mitsuha. Nasib Mitsuha dan penduduk desa Itomori bergantung kepadanya.

Review

 

Anime ini dikerjakan dengan sangat detail. Penggambaran suasana kota Tokyo dengan kafe-kafe, stasiun, dan jalanannya benar-benar bagus.

Suasana desa tempat tinggal Misuha juga digambarkan dengan tak kalah bagus. Menyenangkan rasanya melihat pemandangan-pemandangan indah, bukit-bukit dan hutan hingga kemunculan meteor warna-warni di langit.

Semuanya terasa sangat nyata meski hanya berupa animasi.

mv5bntawnte4ndctmdnhzc00njyylwjkndytnwu4nta1mmmzotuwl2ltywdll2ltywdlxkeyxkfqcgdeqxvynjk3ndq3nty-_v1_

Dari segi cerita film ini juga menawarkan kisah yang sangat menarik. Saya selalu kagum terhadap ide-ide liar para pembuat film Jepang. Perkara menciptakan hal-hal gila memang mereka juaranya.

Kisah tentang dua orang yang bertukar tubuh mungkin bukan hal yang baru. Namun Kimi no Na Wa  menambahkan unsur misteri, time travelling, serta mitos dan kebudayaan Jepang di dalamnya. Perpaduan unsur-unsur tadi menghasilkan sebuah film yang membuat saya larut ke dalam cerita.

Di awal saya sedikit kebingungan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi dengan Misuha dan Taki.

Tetapi perlahan setelah saya mulai mengerti jalan ceritanya saya benar-benar terhibur. Adegan saat  Taki terkaget-kaget karena  terbangun dengan fisik perempuan, serta tingkah kikuk Mitsuha, gadis kampung yang tiba-tiba tinggal di kota besar yang sama sekali asing baginya membuat saya tak mampu menahan tawa.

Memasuki pertengahan cerita , situasi berangsur tegang saat Taki mulai kehilangan kontak dengan Mitsuha dan memutuskan untuk mencari keberadaan gadis itu. Puncaknya saat Taki menyadari apa yang terjadi dengan Desa Misuha, saya baru sadar kalau ternyata film ini menyimpan kisah yang jauh lebih kompleks dan misterius.

Adegan-adegan berikutnya menjadi sangat menegangkan dan semakin membuat saya penasaran. Usaha Taki menyelamatkan Misuha digambarkan dengan dramatis. Dari mulai lari-larian di bukit, sampai adegan menegangkan di dalam kereta.

Sampai akhirnya film ini diakhiri dengan ending  mengharukan khas film-film Jepang. Dialog-dialog puitis bermunculan di akhir film.

Kata-kata  “Kimi no Na Wa” terus diulang-ulang.

 

Kimi no Na wa?

Your name?

Namamu?

 

Taki tak mampu mengingat nama gadis yang selama ini bertukar tubuh dengannya.

Sebagai penutup, ada adegan dimana Taki dan Misuha saling berpapasan di sebuah jalan di Tokyo tanpa ingat  satu sama lain. Keduanya tidak saling mengenal meski merasa familiar dengan wajah masing-masing.

Itu  adalah salah satu adegan yang paling memorable di film ini.

mv5bmzzmnza3ytytnjcwmy00m2e1lwe1zmetytg2owq3zjm2yjy1xkeyxkfqcgdeqxvymzgxmtc5mte-_v1_
kamu siapa? mau kemana? semalam berbuat apa???

Film ini  sebenarnya lebih bertema persahabatan daripada percintaan. Sebuah persahabatan aneh antara 2 orang yang terpisah jarak dan waktu serta tidak saling mengenal namun memiliki hubungan empati yang kuat. Pada akhirnya kuatnya hubungan mereka-lah yang mampu menciptakan kejaiban-keajaiban.

Kimi no Na wa sangat cocok ditonton bersama orang-orang terdekat. Namun tak ada salahnya kalau ditonton sendirian, seperti yang saya lakukan.

 

 

Catatan:

  • Film ini sangat populer di Jepang sampai-sampai ada agen wisata yang menawarkan tur keliling Tokyo ala Kimi no Na wa mengunjungi tempat-tempat yang digambarkan dalam film tersebut.
  • Penulis novel Kimi no Na wa sekaligus sutradaranya, Makoto Shinkai meraih penghargaan sebagai sutradara terbaik Jepang tahun ini.
  • Kimi no Na wa juga dijagokan meraih oscar tahun depan untuk kategori best animation movie .

 

Bonus:

15535189_1402440939774250_6660744744173305856_n
instagram/9gag

 

Baca juga tulisan saya lainnya tentang anime:

Lagu-Lagu Spirited Away Pengantar Tidur Saya

 

 

referensi:

IMDb, Wikipedia, Japanese Station

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

9 replies to Review Kimi no Na wa (2016), Nama yang Terlupakan

  1. Wah kok bisa tukeran yah :v
    .
    .
    .
    Btw
    salam kenal 🙂

    • haha udah nonton belum filmnya?

      salam kenal juga ! :))

  2. Iya, buruan tonton 🙂

  3. Mau nontoooon. Bisa dapet filmnya darimana yaa? *eh *miris *maapin
    Keren sih kalo baca sinopsisnya..
    Saya juga jarang sih nonton anime meskipun suka. Hahaha
    Oya, pertama kalinya mampir. Salam kenal! ^^

    • Halo salam kenal, kalau saya dulu nonton di lk21 dot tv.

      • sipp. bisa dijadikan reference 😀

  4. sepertinya bagus filem ini, tapi sayang ditempat aqu gk ada bioskop…….

    • Nggak harus di bioskop juga gan, cari di google banyak kok link downloadnya.

  5. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!