Masa Depan Juventus Setelah Kepergian Dua Pemain Penting

masa depan Juventus
gambar : dalilypost.ng

Bulan-bulan terakhir ini adalah saat yang berat bagi pendukung Juventus. Setelah, untuk kesekian kalinya, takluk di laga final UEFA Champions League Juni lalu, kini giliran bulan Juli yang datang membawa kesedihannya sendiri.

Dua pemain penting musim lalu dipastikan tak akan lagi berbaju hitam putih musim depan.
Daniel Alves, pria Brazil yang menjadi idola baru di J Stadiumsejak kedatangannya musim panas tahun lalu menjadi yang pertama hengkang. Mantan pemain Barcelona itu dikabarkan meminta manajemen untuk membatalkan kontraknya.

Alves kemudian memutuskan untuk pindah ke klub kaya Prancis, Paris Saint Germain (PSG).
Kepergian Alves sebenarnya tak terlalu disesali banyak orang. Betul, ia memang pemain penting yang membantu Juve menjuarai 2 kompetisi domestik dan membawa Bianconeri (julukan Juventus) menembus babak final Champions League musim lalu.

Tetapi Alves adalah orang baru, ia baru datang musim lalu, di saat Juve sudah kembali menjadi tim yang disegani setelah sempat bertahun-tahun terpuruk.

Pendek kata Alves belum bisa disebut sebagai legenda Juventus.

Tetapi lalu datang kabar kepindahan lain yang lebih menggemparkan. Kali ini giliran Leonardo Bonucci , bek andalan Juve selama 7 musim terakhir yang diberitakan hengkang. Tak perlu waktu lama untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut. Kemarin, hanya sehari sejak desas desus kepindahannya beredar, Bonucci dikabarkan telah berada di Milan untuk menyelesaikan prosedur kepindahannya.

Kabarnya Bonucci ditebus dengan dana 40 juta euro oleh Milan. Harga yang sangat amat murah untuk seorang bek kelas dunia. Apalagi jika dibandingkan dengan berita lain di waktu hampir bersamaan, Kyle Walker ditransfer dari Tottenham Hotspur ke Manchester City dengan biaya 50 juta pounds!

Dilihat dari aspek manapun jelas Bonucci adalah pemain yang jauh jauh lebih baik dari Walker. Menjualnya ke rival senegara dengan harga yang relatif murah bukan hanya mengejutkan tetapi juga menyakiti hati seluruh Juventini di seluruh dunia.

Saya bahkan merasa penjualan Bonucci ke Milan mirip dengan hijrahnya Andrea Pirlo dari Milan ke Juventus 7 tahun yang lalu. Sebuah kepindahan yang akhirnya membuat gelar juara Liga Italia berpindah dari Milan ke Juventus di musim berikutnya.

Penyebab Alves dan Bonucci Hengkang

Beberapa hari setelah kekalahan 1-4 dari Real Madrid di final Liga Champions, beredar kabar yang menyebutkan bahwa terjadi konflik yang melibatkan beberapa pemain penting Juventus di ruang ganti saat jeda pergantian babak.

Kabar itu cukup masuk akal melihat fakta bahwa ada perbedaan besar permainan Juventus selepas istirahat babak pertama. Tiga dari empat gol Madrid malam itu tercipta di babak kedua.

Selepas kepindahan Alves dan Bonucci kabar itu kembali mencuat . Kabarnya Bonucci dan Alves terlibat dalam konflik yang juga melibatkan Andrea Barzagli, Paulo Dybala, dan Mario Mandzukic itu.

Keduanya dikabarkan juga memiliki hubungan yang buruk dengan pelatih Massimiliano Alegri. Alves secara terang-terangan mengkritik kebijakan Alegri yang menerapan aturan ketat di ruang ganti saat ditanya tentang alasannya meninggalkan Juventus.

Sementara Bonucci juga sempat berselisih dengan sang pelatih pada laga melawan Palermo musim lalu. Ia bahkan juga sempat dihukum dengan tidak dimainkan pada leg pertama babak perempat final Champions League melawan FC Porto.

Meski belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, sepertinya masalah-masalah tadi lah yang menjadi penyebab hengkangnya kedua pemain tersebut.

Masa Depan Juve

Lantas apa yang bisa diharapkan oleh para pendukung Juve setelah kepergian Alves dan terutama Bonucci?
Well, sebenarnya situasinya tak seburuk itu. Selain kehilangan pemain, Juve juga melakukan dua pembelian bagus di bursa transfer. Patrick Schick dan Douglas Costa berhasil didatangkan dari Sampdoria dan Bayern Munchen.

Kehadiran dua pemain yang sama-sama bertipikal menyerang itu tentu saja akan menambah daya gedor Il Bianconeri musim depan. Keduanya dikenal punya skil olah bola yang mumpuni dan jago dalam mencetak gol maupun menciptakan peluang. Saya rasa lini depan Juve tak akan mengalami banyak masalah musim depan. Mereka punya salah satu lini depan terganas di eropa dalam diri Paulo Dybala, Gonzalo Higuain, Douglas Costa, dan Mario Mandzukic.

Lini belakang mungkin lebih perlu disoroti karena kedua pemain yang hengkang merupakan pilihan utama musim lalu. Tetapi melihat nama-nama yang masih tersisa, saya rasa Juve masih memiliki salah satu lini belakang tertangguh, setidaknya di Italia.

Gianluigi Buffon masih akan menjadi palang pintu terakhir, setidaknya hingga akhir musim depan. Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini , dua bek senior juga masih bisa diandalkan. Belum lagi ada nama Medhi Benatia yang musim lalu lebih banyak berkutat dengan cedera. Juve juga masih punya dua bek muda potensial yang menjadi langganan timnas Italia usia muda, Danielle Rugani dan Mattia Caldara yang kabarnya akan ditarik dari masa peminjamannya di Atalanta.

Saya rasa kepergian Bonuccidan Alves tak akan mengurangi kekuatan Juventus meskipun jelas akan membuat AC Milan menjadi salah satu tim yang dijagokan untuk bersaing dengan mereka di perebutan tahta Serie A musim depan.

Jangan lupa juga bursa transfer masih dibuka sampai bulan Agustus dan kemungkinan masih akan ada nama-nama baru yang datang. Nemanja Matic (Chelsea), Blaise Matuidi (PSG), Federico Bernadeschi (Fiorentina), dan Mattia De Sciglio (AC Milan) adalah nama-nama yang dikabarkan akan begabung dengan Juve.

 

Kepergian pemain seharusnya tak terlalu disesali berlarut-larut. Apalagi jika melihat dalam beberapa musim belakangan Juve hampir selalu kehilangan pemain-pemain terbaiknya. Musim lalu Paul Pogba hijrah ke Man United sementara musim sebelumnya malah lebih parah lagi, tiga pemain penting Carlos Tevez, Arturo Vidal, dan Andrea Pirlo hengkang sekaligus. Tetapi tim selalu baik-baik saja setiap musimnya.

Saat ini yang terpenting adalah menjaga keharmonisan dan kekompakan tim. Tugas berat yang harus dipercayakan sepenuhnya kepada Massimiliano Alegri. Saya percaya Alegri akan mampu melakukannya dengan atau tanpa pemain-pemain andalannya. Karena biar bagaimanapun, tak ada seorang pemain yang lebih besar dari klubnya.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!