Review 13 Reasons Why Part 2: Novel, Karakter, dan Soundtrack

Sejujurnya saya tak pernah menyangka kalau tulisan tentang serial 13 Reasons Why lalu akan mendatangkan begitu banyak pengunjung ke blog ini.

Baca : 13 Reasons Why, Mengungkap Misteri di Balik Kematian Seorang Gadis SMA

Saat ini, sebulan setelah tulisan itu terbit, lebih dari 50% total pengunjung harian blog ini adalah pengunjung artikel tersebut.

Karena itulah saya merasa perlu untuk membuat tulisan kedua yang berisi hal-hal yang tak sempat saya jelaskan di tulisan terdahulu.

 

Peringatan!

Tulisan ini mungkin mengandung spoiler. Jika anda belum menonton serial 13 Reasons Why Season 1 dan tak ingin mendapat bocoran cerita, sebaiknya stop di sini, jangan diteruskan.

 

Novel 13 Reasons Why

Sebenarnya cerita 13 Reasons Why tidak benar-benar baru. Serial ini diangkat dari Novel berjudul sama karya Jay Asher yang terbit tahun 2007.

novel 13 reasons why pdf
ew.com

Review selengkapnya novel 13 Reasons by Jay Asher bisa dibaca di sini.

Sayangnya, saat ini novel terjemahannya sangat sulit ditemukan di pasaran. Bahkan di toko-toko online sekalipun.

Beruntung versi aslinya (dalam Bahasa Inggris) masih mudah ditemukan. Bahkan ebook-nya masih bisa dibeli di google play books.

13 Reasons Why di Playbooks ( Rp 99. 449)

Jika anda enggan membeli di Play Books, anda juga bisa mendownload ebooknya dalam format pdf di sini.

 

Karakter dan Pemeran

Serial 13 Reasons Why memiliki cukup banyak karakter. Setiap pemeran menjalankan karakter mereka masing-masing dengan baik sehingga mampu menguras emosi para penontonnya.

 

Hannah Baker (Pemeran: Katherine Langford)

mv5bytuxodkzytytntmxos00ywi2lwe4otctodk1ytm1ytzjymq3xkeyxkfqcgdeqxvynjm0njkwnti-_v1_ux214_cr00214317_al_

Hannah adalah gadis yang lugu dan sensitif. Sifat sensitif inilah yang membuatnya selalu berpikiran negatif terhadap orang-orang di sekitarnya. Beberapa orang yang ia sebut dalam kasetnya memang melakukan kejahatan yang mengerikan.

Namun, andai saja ia punya sedikit saja pikiran positif, ia akan menyadari bahwa masih ada beberapa orang yang peduli dan sayang kepadanya dan tak akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hannah, menurut saya adalah korban sekaligus pelaku . Korban bullying dan pelaku teror terhadap teman-teman sekolahnya sendiri.

 

Clay Jensen (pemeran : Dylan Minette)

mv5bmjmznjg4oti2nf5bml5banbnxkftztgwodazndmwote-_v1_uy317_cr00214317_al_

Clay adalah tipikal anak baik-baik namun juga bukan ‘anak cupu’. Meski selalu terlihat canggung dalam berkomunikasi, Clay adalah sosok yang disukai oleh teman-temannya. Sifatnya yang  jujur dan setia kawan membuat Clay tak punya banyak musuh.

Sialnya ia juga sering ragu-ragu dalam bertindak. Saat Hannah memintanya untuk menjauhinya, Clay tak tahu harus berbuat apa.

Keragu-raguannya itu harus dibayar mahal karena pada akhirnya Clay harus rela kehilangan gadis yang dicintainya itu untuk selamanya.

 

 

Tony Padilla (Christian Navarro)

Sama seperti Clay, Tony adalah karakter yang cukup saya sukai. Tony adalah sosok yang cukup misterius, terutama di episode-episode awal. Saking misterusnya, saya bahkan sempat menduga kalau Tony ini punya niat jahat.

Namun setelah Tony menceritakan semuanya kepada Clay, saya benar-benar mengagumi sosoknya. Tony adalah karakter yang paling terlihat dewasa di serial ini. Dia mampu menanggung tanggung jawab yang amat berat, menjalankan pesan terakhir Hannah tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk guru-guru, polisi, dan kedua orangtua Hannah)

 

Jessica Davies (pemeran : Alisha Boe)

Salah satu karakter yang tidak saya sukai. Jessica adalah tipe orang yang mudah melupakan teman. Bersama Alex, ia awalnya adalah sahabat dekat Hannah.

Jessica menjauhi Hannah untuk alasan yang tidak jelas dan tak pernah benar-benar memulihkan hubungannya dengan Hannah meski gadis itu terus berusaha.

Di akhir season kondisinya cukup memprihatinkan. Selain dihantui oleh perasaan bersalah kepada Hannah, Jessica juga baru menyadari kalau dirinya diperkosa dan yang paling menyakitkan, ia dihianati oleh kekasihnya sendiri!

 

Justin Foley (pemeran : Brandon Flynn)

mv5bmje2mdg2njgyov5bml5banbnxkftztgwnjy1otgwmdi-_v1_uy317_cr910214317_al_

Orang pertama yang disebut dalam kaset Hannah. Justin disebut dua kali di kaset itu. Pertama karena dia mengambil foto syur Hannah saat mereka kencan dan membiarkan foto itu tersebar. Kedua karena ia membiarkan Jessica, pacarnya diperkosa oleh temannya sendiri.

Sebenarnya masalah yang dihadapi Justin tak kalah hebatnya dengan Hannah. Ibu kandungnya berhubungan dengan seorang pria bajingan yang membencinya.

Bahkan di akhir season Justin diusir dari rumahnya dan harus hidup di jalanan. Ia juga tak punya siapa-siapa lagi. Ia membenci sahabat terbaiknya dan dibenci oleh kekasihnya.

 

Bryce Walker ( pemeran : Justin Prentice)

mv5bnjmzmdczmzk4of5bml5banbnxkftztgwnzk1odu4nte-_v1_uy317_cr210214317_al_

Awalnya Bryce hanya digambarkan sebagai anak yang kaya dan populer di sekolah yang tak punya sopan santun.

Tetapi memasuki episode-episode terakhir kebenaran mulai terkuak. Bryce bisa dibilang adalah tokoh paling antagonis di serial ini. Ia dua kali disebutkan dalam kaset Hannah. Dua-duanya karena kasus perkosaan.

Ya, Bryce-lah yang memperkosa Jessica dan juga Hannah!

 

 

Alex Standall ( Miles Heizer)

mv5bntc0mdkwodg1mf5bml5banbnxkftztgwnty1nza2mte-_v1_uy317_cr1300214317_al_

Karakter yang nasibnya paling malang menurut saya. Alex sebenarnya adalah anak yang baik. Kesalahannya hanyalah membuat daftar konyol yang memicu terjadinya pertengkaran antara Hannah dan Jessica.

Di akhir cerita Alex diceritakan kritis akibat mencoba bunuh diri dengan menembakkan peluru ke kepalanya sendiri.

Namun, ada dugaan lain yang menyatakan bahwa Alex sebenarnya tidak bunuh diri, tetapi ditembak oleh Tyler!

 

Zach Dempsey ( pemeran : Ross Butler)

Lagi-lagi ini merupakan karakter yang terlalu baik untuk dijadikan penyebab seseorang bunuh diri. Hannah mengatakan di dalam kasetnya bahwa kesalahan Zach adalah…mencuri surat-surat yang dikirimkan untuknya.

 

Tyler Down ( pemeran : Devin Druid)

Dianggap sebagai anak culun yang suka menguntit teman-temannya kemanapun untuk difoto. Termasuk salah seorang yang ada dalam kaset karena mengambil foto syur Hannah dan Courtney dan menyebarkannya.

Kalau mau jujur, Tyler sebenarnya juga mengalami bully-an yang cukup parah.

Meskipun demikian dia tak pernah berniat untuk bunuh diri (atau belum). Di akhir cerita ia terlihat menyimpan berbagai macam senjata api di kamarnya yang menimbulkan kecurigaan kalau dialah pembunuh Alex.

Apalagi ada adegan dimana ia mencopot foto Alex dari koleksi foto-foto temannya yang ia pajang!

 

Marcus Cole ( Pemeran : Steven Silver)

Sang ketua OSIS. Marcus awalnya terlihat seperti pria baik-baik. Namun ternyata dia adalah laki-laki yang kurang ajar. Marcus bahkan  sempat berniat melecehkan Hannah saat kencan pertama mereka.

 

Courtney Crimson ( pemeran : Michele Selene Ang)

mv5bm2qyzgeymdmtnjaxos00odk0ltk2mzctndblmzhjmguwmtcxxkeyxkfqcgdeqxvynjgxmtixnzi-_v1_ux214_cr00214317_al_

Karakter paling menyebalkan. Courtney melakukan apa saja agar identitasnya sebagai lesbian tak terungkap. Courtney bahkan rela menjauhi Hannah dan membuat teman-temannya membenci gadis itu.

 

Sheri Holland ( pemeran: Ajiona Alexus)

Gadis yang manis dan baik. Kesalahan Sheri adalah tak segera melapor kepada polisi saat mobil yang dikendarainya bersama Hannah merusak papan peringatan lalu lintas. Ia tak menghiraukan kata-kata Hannah sampai akhirnya terjadi kecelakaan maut akibat rusaknya papan tersebut.

Meski demikian Sheri berusaha menebus kesalahan-kesalahannya dengan merawat keluarga korban dan mengakui kesalahannya kepada polisi di akhir cerita.

 

Ryan Shaver ( pemeran : Tommy Dorfman)

Seorang gay yang tergabung dalam kelompok puisi bersama Hannah. Ryan juga mengelola majalah sekolah dan dengan sengaja memajang puisi galau Hannah di majalah itu.

Hannah menyalahkan Ryan atas perbuatannya itu meskipun sebenarnya Ryan tak mencantumkan namanya sebagai penulis puisi tersebut.

 

Kevin Porter- Guru BK (pemeran : Derek Luke)

Guru BK yang tak pernah benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mungkin bukanlah karakter jahat, namun jelas ia bukanlah guru yang baik.

Sebelum bunuh diri Hannah sempat bertemu dengannya untuk melaporkan kejadian-kejadian buruk yang dialaminya. Sang Guru sama sekali tak membantu dan seperti mempersilakan Hannah untuk mengakhiri hidupnya.

 

Musik / Soundtrack

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, salah satu kesenangan saat menonton 13 Reasons Why adalah soundtracknya yang sangat nyaman didengarkan.

Video di bawah ini berisi lagu-lagu terbaik dari serial ini termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Selena Gomez,  sang produser.

 

….

 

Terlepas dari segala kontroversinya, 13 Reasons Why mungkin adalah salah satu serial terbaik yang pernah saya tonton. Serial ini digarap dengan begitu baik dan nyaris sempurna.

Kabar baiknya, Netfix telah mengkonfirmasi bahwa season kedua 13 Reasons Why akan segera diproduksi !

Kemungkinan,  season kedua akan berfokus kepada karakter Jessica Davis.

 

 

 

 

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

6 replies to Review 13 Reasons Why Part 2: Novel, Karakter, dan Soundtrack

  1. Pingback:

  2. Bnyak bnget karakternya ya mas, bagi penyuka fiksi psti seru bacanya.

    Saya boleh download ebooknya?

    • Silahkan mas, tinggal diklik aja, hehehe
      Sebenarnya saya juga belum baca sih.

  3. Maaf mas firman blognya saya buat percobaan buat komentar. Apakah komentar di blog ini juga ditandai akismet sebagai spam.

      • Iya disini aman. Tapi di punyanya mas desfortin ternyata komentar saya tidak muncul terus. Tadi sudah lapor akismet, masih nunggu petunjuk selanjutnya. Maaf ya…. mau buat daftar blog yang tidak bisa dikomentari.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!