Kepuasan Membaca Novel Dan Brown: The Lost Symbol

OK sesuai judulnya, aku mau bahas tentang buku, novel lebih tepatnya.

Beberapa hari yg lalu aku baru saja menyelesaikan lembar terakhir buku “The Lost Symbol” -nya Dan Brown yg total berjumlah 757 halaman. Semua itu kulahap habis dlm waktu kurang dr seminggu woww!

Aku sendiri juga nggak tau kenapa aku begitu cepet baca novel ini. Yang jelas saat baca novel ini, aku nggak merasa lagi baca. Membaca halaman demi halaman buku ini lebih seperti nonton film!

Kata-katanya, alur ceritanya, misterinya, semua yang ada dalam buku ini seolah-olah “memaksa” kita untuk menciptakan sendiri sebuah “film” di dlm otak kita. Klo udah larut dlm ceritanya dijamin deh, nggak bakalan mau berhenti baca buku ini. Nggak heran kalo buku ini jd best seller internasional dan bahkan menimbulkan sensasi di seluruh dunia.

Aku sendiri beruntung bisa dapet e-book ini gratis hehehe

Buku ini sebenarnya merupakan Lanjutan dari novel-novel Dan Brown sebelumnya yg Menampilkan Robert Langdon professor cerdas ahli simbologi yg berpenampilan sederhana.

Dikisahkan Ia dipaksa memecahkan sandi untuk menemukan harta paling berharga di muka bumi ini oleh seorang asing yang menculik sahabatnya Peter Solomon.

Misteri demi misteri tidak dipecahkannya dengan mudah. Ia harus berhadapan dg CIA yg menganggapnya mengganggu keamanan nasional.

Lewat buku ini aku juga dikenalkan dengan gedung-gedung terkenal di AS seperti US Capitol, House of Temple dan tempat-tempat lain yang semuanya memilki misteri dan legendanya sendiri-sendiri.

Yang begitu menarik dari novel ini adl tokoh Robert langdon yg menurut saya rendah hati namun cerdas
Selain itu Langdon sepertinya selalu beruntung. Ya, ia selalu bisa memecahkan simbol-simbol yg terlihat sangat tidak masuk akal.

Bahkan ketika buku ini menceritakan bahwa ia tenggelam di dalam kotak sempit yg berisi air penuh, saya pikir dia takkan lolos lg dr kematian, namun ternyata ia bisa lolos.

Memang ada kekurangan dr buku ini yaitu cukup mustahil bahwa semua kekacauan yg diceritakan oleh buku ini ternyata hanya dilakukan oleh seorang tokoh saja yg bernama Malakh.

Well, apapun itu buku ini tetaplah sebuah buku yang berkualitas yang layak untuk coba kalian baca. Sekian, Terima Kasih