Buku: Berpetualang di Inggris Lewat Pemburu di Manchester Biru

pemburu-di-manchester-biru_1bt3k9m94t9h11e32is4qo9n9a
foto: goal.com

Sebagai seseorang yang hobi membaca, saya selalu suka membaca tulisan apapun yang saya temui. Namun semakin lama dengan banyaknya pilihan bacaan , saat ini saya lebih selektif. Sudah jarang saya tertarik membaca buku yang belum banyak dibaca dan di-review.

Tetapi saya bersyukur membaca Pemburu di Manchester Biru meski review tentang buku ini masih minim.

Pada awalnya saya tertarik membaca buku ini hanya karena saya sangat menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan sepakbola. Terlebih buku-buku sepakbola berbahasa Indonesia jumlahnya masih sangat sedikit.

Tak disangka ternyata buku ini menyimpan kisah yang lebih mendalam .

Pemburu di Manchester Biru mengisahkan pengalaman sang penulis, Hanif Thamrin, seorang jurnalis yang sempat bekerja di salah satu stasiun tv swasta di Indonesia. Ia juga merupakan seorang penggemar berat sepakbola yang kebetulan klub favoritnya sama dengan saya, Juventus.

Meski sudah memiliki pekerjaan yang mapan di Indonesia, Hanif belum merasa puas. Ia punya cita-cita bekerja sebagai jurnalis di Inggris. Keinginannya bukan tanpa alasan, Hanif pernah bekerja di Kedutaan Besar Indonesia di London. Ia sangat menyukai ibukota Inggris tersebut.

Namun tidaklah mudah untuk menjadi seorang jurnalis di negara maju seperti Inggris. Hanif harus melanjutkan kuliahnya di Inggris untuk mendapatkan ijazah S2 sebagai salah satu syaratnya.

Ia pun nekat berangkat ke Inggris dengan modal seadanya. Pekerjaan di stasiun TV yang sebenarnya sudah sangat nyaman ia tinggalkan demi mengejar cita-cita.

Kehidupannya di London kali ini sangat kontras dengan kehidupannya dulu. Jika dulu ia hidup mewah dengan segala fasilitas dari Kedutaan Besar, kini ia harus ekstra berhemat.

Perjuangan Hanif untuk bertahan hidup di tengah kerasnya London dan usahanya untuk mewujudkan impiannya inilah yang menjadi cerita utama dalam buku ini.

Kita diajak merasakan betapa sulitnya seorang asing  untuk mendapatkan  pekerjaan sambilan di kota London. Kalaupun diterima kerja, pekerjaan tersebut adalah pekerjaan kasar yang menguras tenaga. Ditambah lagi sembari bekerja ia juga dituntut untuk  tetap fokus kuliah sehingga nyaris tak ada waktu untuk beristirahat.

Pada akhirnya setelah menyelesaikan S2-nya takdir membawanya ke Manchester. Ia diterima kerja sebagai jurnalis di Manchester City dan menjadi satu-satunya orang Indonesia yang bekerja untuk  klub sepakbola ternama di Inggris tersebut.

Hanif tak hanya mewujudkan cita-citanya tetapi juga  menjalani apa yang diimpikan oleh setiap fans sepakbola di seluruh dunia.

Pemburu di Manchester Biru adalah salah satu buku paling inspiratif yang pernah saya baca. Gaya bercerita  yang tak terlalu santai namun ringan membuat saya dengan mudah terhanyut ke dalam dunia penulis .  Caranya mengekspresikan momen-momen saat ia bertemu secara langsung dengan para bintang sepakbola benar-benar mewakili perasaan seorang fans sepakbola.

Satu-satunya kekurangan buku ini mungkin adalah halamannya yang terlalu sedikit yang membuat ada beberapa bagian yang kurang diceritakan secara detail. Saya rasa ada  beberapa kisah yang masih bisa diceritakan lebih jauh.

Tetapi secara umum buku ini sangat menarik dan layak dibaca terutama oleh para pecinta sepakbola yang bermimpi suatu saat akan menyaksikan penampilan klub-klub eropa secara langsung.

Bagi  yang sedang merantau jauh dari kampung halaman baik untuk bekerja atau kuliah , banyak kisah-kisah yang akan menyentuh karena kemungkinan besar kalian pernah mengalaminya.

 

Judul           : Pemburu di Manchester Biru
Penulis       : Hanif Thamrin
Penerbit     : Gramedia
Cetakan      : Pertama, Juli 2016
Halaman     : 154 hlm

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

4 replies to Buku: Berpetualang di Inggris Lewat Pemburu di Manchester Biru

    • Iya mas, coba aja pasti seru. Terima kasih sudah berkunjung!

  1. Pingback:

  2. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!