Internet, Fintech, dan Alasan Untuk Optimis terhadap Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

 

ekonomi-digital-indonesia

“Internet cepat buat apa?”

Suatu kali seorang pejabat pemerintahan pernah mengatakan hal tersebut. Saat itu beliau mungkin kesal karena banyak orang menyalahgunakan teknologi dan internet untuk hal-hal negatif.

Tetapi apakah negara ini akan jauh lebih baik tanpa internet?

Saya meragukannya.

Terlebih saat ini keberadaan koneksi internet benar-benar penting mengingat banyak orang yang menjadikan dunia maya bukan hanya sebagai tempat mencari informasi atau hiburan tetapi juga tempat mencari nafkah.

Tak heran jika semakin banyak orang Indonesia yang membutuhkan koneksi internet dengan biaya terjangkau.

Ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan google dan temasek beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan pengguna internet tercepat di dunia!

Kecepatan Koneksi Internet di Indonesia

Kabar baiknya, menurut data statistik katadata, sejak 2015, kecepatan internet Indonesia naik  lebih dari 200%, dari rata-rata 2,2 Mbps menjadi 6,7 Mbps.

Sayangnya, meski mengalami peningkatan yang signifikan kecepatan koneksi internet Indonesia masih tertinggal dari sebagian besar negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

di-asia-pasifik-kecepatan-internet-indonesia-jauh-tertinggal-by-katadata
source: databooks.co.id

Kecepatan koneksi internet kita bahkan masih kalah dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Vietnam serta masih jauh tertinggal dari  Singapura dan Korea Selatan.

Ekonomi Digital

Di awal tadi sudah saya sebutkan kalau saat ini penggunaan internet sangatlah luas. Sekarang ini ada banyak orang yang melakukan kegiatan ekonomi via internet, atau lebih dikenal dengan ekonomi digital.

Kalian tentu sudah tak asing lagi dengan yang namanya online shopping bukan?

Beberapa tahun terakhir ini memang muncul situs-situs yang menawarkan kegiatan jual beli online secara aman dan nyaman. Sebut saja OLX (dulu tokobagus), Lazada, Bukalapak, Tokopedia, dan lain-lain.

Keberadaan situs-situs belanja online ini sangat membantu, terutama bagi saya yang punya kepribadian dominan introvert , yang tak terlalu suka berbelanja ke mall atau toko jika tidak benar-benar penting dan butuh.

Fintech

Sebenarnya ekonomi digital tak hanya soal jual beli online saja. Belakangan ini juga muncul istilah baru yakni fintech.

Fintech adalah sebuah inovasi layanan keuangan dimana teknologi sangat berperan penting di dalamnya.

Di Indonesia saat ini ada bermacam-macam perusahaan fintech.

Ada yang bergerak di bidang pembayaran, ada yang di bidang investasi, pinjaman/kredit, perencanaan keuangan, dan lain-lain.

Sebagai contoh perusahaan fintech yang bergerak di bidang pembayaran adalah Doku, GoPay, dompetku dan lain-lain.

Lalu ada bareksa yang bergerak di bidang investasi reksadana.

portal-investasi-bareksa-com-menjadi-agen-penjual-efek-reksa-dana-perencana-keuangan-independen-finansialku
bareksa, salah satu perusahaan fintech yang bergerak di bidang investasi / source : here

Kemudian yang belakangan cukup populer adalah fintech yang bergerak di bidang pembiayaan peer to peer lending seperti koinworks atau amartha.

Tak ketinggalan juga adalah layanan cicilan tanpa kartu kredit yang dipelopori oleh kredivo.

Semua perusahan-perusahan startup tadi memberikan layanan 100% online.

Misalnya bareksa, beberapa saat lalu saya pernah mencoba membuka rekening tabungan reksadana di sana. Awalnya saya mengira prosesnya akan sangat rumit. Tetapi ternyata cukup mudah.

Saya tak harus mengirimkan berkas-berkas saya ke kantor bareksa. Cukup mendaftar dan mengisi formulir di situsnya, melampirkan scan KTP dan bahkan tanda tangan saya pun bisa dilakukan secara elektronik, dengan memanfaatkan layar sentuh smartphone.

Ini tentu sebuah inovasi yang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan bermodalkan smartphone, koneksi internet, dan uang minimal 100.000 saya sudah bisa berinvestasi reksadana yang menjanjikan keuntungan lebih besar dari deposito atau tabungan.

Tak perlu khawatir karena semua perusahaan-perusahaan diatas sudah terdaftar dan diawasi oleh otoritas jasa keuangan yang memastikan keamanan transaksi.

Perkembangan Fintech Indonesia

Melihat statistik Indonesia dalam hal transaksi fintech, kemungkinan besar industri ini akan terus berkembang. Pada tahun 2016 saja jumlah transaksi fintech di Indonesia mencapai angka US$ 14,5 milliar atau Rp 190 triliun. Jumlah yang fantastis namun masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah pengguna internet dan jumlah penduduk Indonesia.

Sebagai perbandingan rata-rata nominal transaksi per populasi Singapura adalah US$ 1938 sedangkan Indonesia masih di angka  US$ 56,98 per populasi.

Tahun ini diprediksi jumlah transaksi fintech Indonesia akan meningkat menjadi US$ 18,7 milliar atau Rp 247,6 triliun!

Jumlah itu diprediksi masih akan meningkat di tahun-tahun berikutnya.

2017-transaksi-fintech-indonesia-us-186-miliar-by-katadata
source : databooks.co.id

 

Peluang Ekonomi Digital Indonesia

Berdasarkan data-data dan statistik-statistik di atas dapat disimpulkan bahwa ada  peluang besar bagi para pelaku industri dan usaha di Indonesia untuk semakin mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan transaksi digital.

Meski demikian ternyata tak semua pengusaha siap menyambut transformasi menuju ekonomi digital.

Dalam studi bertajuk β€˜The Microsoft Asia Digital Transformation: Enabling The Intelligent Enterprise,” sebanyak 90 persen pebisnis di Indonesia memang menyatakan perlu melakukan transformasi digital untuk mendorong pertumbuhan perusahaan.

Namun dari jumlah itu, hanya 27 % di antaranya yang mengaku sudah mempunyai strategi yang menyeluruh guna menyambut transformasi digital.

Sisanya…

seberapa-siap-pengusaha-indonesia-dengan-transformasi-digital-by-katadata
source : databooks.co.id

 

Sulit memang melakukan perubahan dengan cepat. Perlu waktu untuk beradaptasi di era ekonomi digital ini.

Tetapi melihat pertumbuhan pengguna internet Indonesia yang begitu cepat, serta terus bermunculannya startup-startup fintech baru dengan berbagai inovasi, bukan mustahil jika beberapa tahun lagi Indonesia akan menjadi pemimpin ekonomi dan pusat transaksi digital di asia dan dunia.

 

Semoga!

 

 

Semua data dan statistik dalam artikel ini diambil dari databooks.co.id

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

11 replies to Internet, Fintech, dan Alasan Untuk Optimis terhadap Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia

  1. Artikel yg menarik, tapi saya kurang update ttg Fintech dan prkembngannya, transaksi via jlur ini sngat awam bg saya.

    Ya, smoga ke depan ekonomi digital kita akan ada prtumbuhan yg lebih signifikan.

    • Iya, saya juga baru tahu soal ginian setelah baca data-data dan statistik di databooks.com mas.

      • Kok dibilang sotoy sih mas, bgus bnget kok tulisannya, redaksinya oke, Anda penulis yg baik juga..

        • hahaha makasih mas. Sotoy soalnya saya cuma dapat info dari baca-baca, belum pernah benar-benar ” menyelami” apa yang saya tulis ini.

  2. Saya juga optimis dengan perkembangan ekonomi di indonesia. Itulah mengapa saya rajin menulis di blog. Saat ini belum kepikiran akan bagaimana memonitisasinya, cuma beberapa tahun mendatang pasti bisa mengingat blog merupakan salah satu alat untuk pemasaran digital.

    • Nah iya mas, menurut saya mas ini termasuk sudah satu langkah di depan. Soalnya udah ngerti copywriting juga.
      Saya sendiri juga pengen belajar banyak tentang bisnis online, soalnya bakalan dibutuhkan banget pasti ntar.

  3. Internet cepat skrg memang d butuhkan.. Apa lg kecepatan buat upload data. Dan juga belum merata. Terus masih mahal haha gimana ya rasanya internetan d korea selatan haha

    • Nah iya, kemarin aja telkomsel sampai di-hack gara-gara tarifnya kemahalan. πŸ™‚
      Sekali-kali saya pengen ke Korsel, cuma mau download sepuasnya abis itu pulang.

  4. Tulisannya bagus dan mudah dipahami. apalagi saya memang tertarik setiap diskusi yang berhubungan dengan fintech. dari beberapa start up fintech saya sudah mencoba untuk menggunakan jasa nya dan sejauh ini memang gak mengecewakan dan sangat memudahkan untuk mengakses kebutuhan seperti investasi.

    • Makasih mas, saya juga terkejut dengan banyak bermunculannya startup-startup fintech yang inovatif di Indonesia.
      Ini membuktikan kalau masyarakat kita sebenarnya punya kreativitas yang tinggi.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!