Totti, Sebuah Kepingan Memori Masa Kecil Saya

8567792-3x2-700x467

AS Roma bukanlah klub terbesar di dunia. Mereka bahkan tak pernah sekalipun menjuarai kompetisi di tingkat eropa maupun internasional.

Di negaranya, Italia, Roma pun baru mengoleksi 3 gelar Serie A dan 9 gelar Copa Italia.

Jumlah itu tentu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Juventus (35 Serie A, 12 Coppa), Inter (18, 7), ataupun Milan (18, 5).

 

Namun Roma patut berbangga karena mereka memiliki sosok legenda yang tak dimiliki oleh klub-klub lain.

FRANCESCO TOTTI

 

francesco-totti-ok-calciomercato

 

Totti yang memulai debutnya pada 28 Maret 1993 adalah idola bagi setiap pecinta sepakbola yang lahir tahun 80-90 an. Termasuk bagi saya yang lahir tahun 1994.  Totti adalah pemain yang selalu saya kagumi meski saya bukanlah fans AS Roma.

Saya pertama kali menyaksikan penampilan Totti di Piala Dunia 2002.

Ajang yang digelar di Korea-Jepang itu mungkin adalah salah satu momen terburuk sepanjang karir Totti. Ia menjadi biang kegagalan timnas Italia di ajang tersebut. Akibat kartu merahnya di laga melawan Korea Selatan, Italia harus takluk 1-2 dan tersingkir di babak 16 besar.

 

Namun Totti lalu membayar lunas kegagalannya 4 tahun berselang pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Ia membawa Azzuri (julukan timnas Italia) meraih gelar  Piala Dunia keempat sepanjang sejarah.

265733

Saat itu usianya sudah memasuki kepala tiga dan saya pikir mungkin tak lama lagi saya tak akan lagi bisa menyaksikan aksi-aksinya di lapangan.

Dugaan saya ternyata salah.

Totti masih bertahan 11 tahun lagi sampai akhirnya kemarin, 28 Mei 2017, sang pangeran Roma memutuskan untuk menjalani laga terakhirnya saat Roma menjamu Genoa di laga terakhir Serie A 2016/2017.

Totti yang mengawali pertandingan dari bangku cadangan disambut meriah oleh puluhan ribu penonton yang memadati stadion Olimpico saat ia masuk di menit ke 55.

Meski sudah kehilangan kekuatan fisik dan kecepatannya, Totti masih bisa menghibur penggemarnya dengan skill-skill dan kecerdasannya. Ia beberapa kali memberikan umpan-umpan cantik kepada rekan-rekannya yang sayangnya tak menghasikan gol.

Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 kemenangan untuk Roma. Hasil itu sekaligus memastikan Roma finish di posisi runner up Serie A dan memastikan satu tempat di babak utama Liga Champions musim depan.

Roma mengakhiri musim dengan gemilang namun fans mereka malah berurai air mata.

francesco-totti-950809

Kepergian Totti memang adalah kehilangan yang besar, bukan hanya bagi AS Roma, tetapi juga bagi SEPAKBOLA.

Mungkin akan sulit menjumpai seorang pesepakbola yang setia kepada satu tim di masa-masa mendatang.

Sepanjang karirnya Totti bukan tak pernah digoda oleh tim-tim lain yang lebih besar dari Roma. Andai ia mau, ia bisa saja pindah ke Real Madrid atau Juventus dan bergelimang gelar.

Tetapi ia terus bertahan.

Because I grew up playing for Roma and I want to die playing for Roma, because I have always been a Roma’s fan!

 

Winning one league title at Roma to me is worth winning 10 at Juventus or Real Madrid.

Francesco Totti

 

Wajar jika kemarin para fans dan para pemain Roma tak  bisa menahan tangis.

Totti adalah Roma. Roma adalah Totti.

Sang pangeran tak akan mengenakan baju merah maroon kebesaran Roma lagi musim depan.

skysports-francesco-totti-roma-genoa_3965327

 

Bagi saya, Totti adalah salah satu kepingan memori masa kecil yang indah. Masa-masa di mana saya gemar menonton siaran Serie A dan mencoba mempraktikan aksi-aksi ajaib Totti dan pemain-pemain lainnya dengan menggunakan bola plastik di halaman sekolah.

 

 

Grazie, Totti!

 

 

 

Pidato perpisahan Totti

 

Transkrip pidato Totti (sumber : panditfootball.com)

2093548-43866170-2560-1440

“Sulit untuk menjelaskan 28 tahun hidup saya bersama Roma. Saya ingin menggubah lagu atau membuat puisi namun saya tak bisa melakukan keduanya. Saya hanya bisa mengekspresikannya dengan kaki saya karena tampak lebih mudah. Anda tahu mainan masa kecil saya? Sebuah bola. Dan saya masih memainkannya hingga saat ini. Namun, kini saatnya tumbuh dewasa. Itulah yang mereka katakan kepada saya bahwa waktu yang menentukan.”

“Saya ingin menganggap karier saya seperti dongeng; yang bisa saya ceritakan ke semua orang. Tapi ini adalah bagian terburuk [dari dongeng itu]. Saya akan melepaskan baju [AS Roma] saya untuk yang terakhir kalinya. Jadi izinkan saya untuk sedikit takut. Kali ini, saya membutuhkan kehangatan dari Anda yang selalu Anda tunjukkan kepada saya. Dengan cinta Anda sekalian, saya tentunya bisa memulai hidup baru dengan mantap,”

 

 3abe5d4c00000578-0-image-a-32_1480069600493

 

 

 

gambar : squawka.com, skysports.com, dailymail.co.uk, abc.net.au, okcalciomercato.it, goal.com

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

10 replies to Totti, Sebuah Kepingan Memori Masa Kecil Saya

  1. Wow, Totti resign gitu ya..

    Keren bnget dia, sangat inspirstif, setia sampe akhir di klub Roma.

    Oya, Anda tahu, meski saya bukan maniak bola, tapi sya prnah punya baju bola dh punggung brtuliskan nama Totti, begitupun adik saya yg nomer 3 yg mna dia memang penggemar bola, dia juga suka dengan Totti

    • Nama Totti memang sangat populer di era 90-00-an mas. Siapapun yang suka sepakbola pasti suka Totti sih, soalnya dia adalah satu dari sedikit pemain bintang yang setia kepada klubnya.

  2. Saya yang sama sekali buta masalah bola sering dengar nama Totti sebagai pemain bola ngetop. Jadi betapa besarnya nama dia, gak bayangkan seberapa kehilanganya penggemar bola atas resignnya dari kancah sepak bola ya…

    • Betul bu, Totti ibaratnya sudah jadi lambang klub dan kota Roma itu sendiri. Satu dari sedikit pemain yang setia kepada satu klub.

  3. Saya juga suka sama Totti mas. Loyalitasnya bagus dan harusnya dijadikan contoh agar sepak bola tidak melulu soal gaji selangit dan keinginan berprestasi.

    • Iya, nggak mudah loyal terhadap satu klub terlebih klub itu jarang berprestasi. Saya cukup berharap ada pemain Indonesia yang seperti itu.

  4. Mungkin Totti bisa mengikuti Zidane atau Guardiola yang setelah pensiun menjadi manajer/ pelatih?

    • Dia sepertinya belum bilang kalau dia pengen nglatih. Tapi kabarnya ia bakal masuk jajaran direksi klub AS Roma.

  5. Hahaha, main di Persija kayaknya cocok dia.

  6. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!