Tentang Piala Presiden 2017

jadwal-piala-presiden-2017

Sebagai seseorang yang mengaku sebagai penggila sepakbola, saya selalu suka menonton pertandingan sepakbola apapun.  Dari mulai liga-liga Eropa, kompetisi dalam negeri, sampai pertandingan tarkam pun saya suka.

Yang membedakan adalah ekspektasi yang saya taruh pada saat saya menonton pertandingan-pertandingan tersebut.

Saat menonton Liga Inggris misalnya, ekspektasi saya adalah dua tim yang bertanding akan bermain menyerang dan menciptakan banyak gol.

Sementara untuk Liga Italia, saya tak terlalu mengharapkan banyak gol. Adu strategi dan taktik antara kedua pelatih lebih saya nantikan.

Sedangkan kepada sebuah pertandingan Liga Spanyol, saya punya ekspektasi melihat dua tim yang bertanding bermain cantik dan para pemain menunjukkan skill-skill jempolan mereka.

Lalu bagaimana dengan kompetisi lokal?

Sejujurnya saya sudah akan sangat puas hanya dengan melihat sebuah tim di Indonesia bisa bermain rapi, tidak sering salah umpan, dan bermain dengan skema yang jelas.

Tak banyak klub Indonesia yang bisa memperagakan permainan seperti itu. Kebanyakan tim Indonesia biasanya lebih sering menerapkan umpan-umpan panjang yang akurasinya tak begitu akurat, mengharapkan bola ditemukan oleh salah seorang pemain depan mereka yang punya skill oke atau kecepatan bagus untuk menciptakan keajaiban.

Karena itulah pada pagelaran Piala Presiden edisi kedua tahun 2017 ini saya tak menaruh harapan tinggi, terlebih ini hanyalah turnamen pramusim dimana masing-masing tim masih menjajal skuad baru mereka.

Tetapi ternyata turnamen ini menyajikan sesuatu yang melebihi ekspektasi saya.

Drama di Fase Grup

Piala Presiden 2017 sudah menarik sejak awal. Di fase grup, 20 tim peserta yang terbagi dalam 5 grup menyajikan drama-drama yang menarik.

Di grup 1 yang diisi oleh PSS Sleman, Persipura Jayapura, Persegres Gresik, dan Mitra Kukar Tenggarong terjadi persaingan ketat hingga pertandingan terakhir.

Di klasemen akhir Mitra Kukar menduduki peringkat teratas meski memiliki poin sama dengan Persegres dan Persipura. Hal ini sempat menimbulkan kebingungan mengingat sebenarnya tiga tim tersebut saling mengalahkan. Alhasil, karena sistem head to head tak bisa diterapkan, Mitra Kukar berhak lolos ke 8 besar berkat produktivitas gol yang lebih baik.

c4vukfxvmaaawhz

Di grup lain yang digelar di Bali, terjadi drama yang tak kalah menegangkannya. Tuan rumah Bali United yang bisa memastikan lolos ke 8 besar jika di pertandingan terakhir mampu menaklukkan Barito Putera malah harus menyerah 1-2 dari tim asal Banjarmasin tersebut melalui sebuah gol sundulan yang dicetak di detik-detik akhir pertandingan.

Sementara kejutan terjadi saat Pusamania Borneo FC yang menurunkan tim kedua mereka berhasil mengalahkan Sriwijaya FC 1-0 dan merebut puncak grup dengan hanya bermodalkan 1 kemenangan dan 1 gol saja!

c485efjvuaatb8w

Fase Gugur

Pada babak 8 besar, pertarungan seru kembali terjadi. Persib Bandung berhasil menyingkirkan Mitra Kukar melalui sebuah pertandingan yang tak mudah dengan skor 3-2. Pun halnya dengan Pusamania yang  harus melalui drama adu penalti untuk menyingkirkan Madura United.

Laga yang sangat keras terjadi antara Arema FC melawan Sriwijaya FC. Arema akhirnya mampu lolos meski bermain dengan 10 pemain di 20 menit terakhir dengan skor 1-0.

Memasuki semifinal, empat tim yang tersisa bermain habis-habisan guna memperebutkan dua tiket final.

Partai antara Pusamania Borneo FC menghadapi Persib berakhir dramatis. Pusamania yang menang 2-1 di leg 1 di Samarinda kalah dengan skor serupa sepanjang 90 menit di leg kedua.

Tak ada gol tercipta di waktu tambahan 2x 15 menit sehingga pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti . Pusamania Borneo FC lagi-lagi berhasil memenangkan adu penalti meski harus menghadapi teror dari puluhan ribu suporter tuan rumah.

Di Semifinal lainnya, Semen Padang datang ke Malang untuk menjalani leg kedua dengan modal bagus. Kemenangan 1-0 atas Arema FC di leg 1 dan rekor sempurna, selalu menang di  5 laga membuat Vendri Mofu dkk tampil percaya diri.

Situasi menjadi semakin mudah saat mereka mampu mencetak dua gol di 30 menit pertama pertandingan yang membuat  Arema FC membutuhkan setidaknya 4 gol untuk dapat lolos ke final.

Secara mengejutkan Arema mampu melakukannya!  Bahkan tak hanya 4 tapi 5 gol berhasil mereka ciptakan. Penyerang gaek Cristian Gonzales memborong kelima gol tersebut dengan dua 2 gol terakhir dicetaknya di menit-menit akhir pertandingan .

Pertandingan berakhir dengan skor 5-2. Ribuan orang yang memadati stadion Kanjuruhan malam itu menjadi saksi salah satu comeback paling dramatis dalam sejarah sepakbola Indonesia.

Performa Wasit

Salah satu yang cukup saya acungi jempol dari turnamen Piala Presiden 2017 adalah penampilan para wasit yang sudah jauh lebih baik. Sejauh ini tidak banyak keputusan kontroversial yang dibuat wasit termasuk mengenai penentuan posisi offside yang dulu seringkali salah.

Siaran TV dan Komentator

Sayangnya belum ada peningkatan yang signifikan dari sisi siaran TV. Angle kamera masih terlalu dekat sehingga membuat sangat sulit bagi pemirsa TV untuk melihat posisi pemain. Penampilan replay yang seringkali tidak tepat waktu juga masih terjadi.

Untuk komentator, saya tak punya masalah dengan gaya bicara bung Valentino “jebret” Simanjuntak. Meski Bung Valen suka berteriak-teriak sepanjang pertandingan dan menyebutkan kalimat-kalimat yang tak ada hubungannya dengan sepakbola seperti,

“Prahara rumah tangga..”

“Ih..ih…ya ampun..”

“Peluang 24 karat..”

“Gerakan 378”

saya tak terlalu terganggu karena beliau punya pengetahuan yang bagus soal peraturan sepakbola dan bagi saya itulah syarat utama menjadi seorang kometator bola yang baik.

Final

Saya rasa Piala Presiden 2017 adalah salah satu turnamen lokal terbaik yang pernah saya tonton. Turnamen ini menyajikan tontonan yang menarik sejak awal dan bahkan drama di dua pertandingan semifinal kemarin tak kalah serunya dengan semifinal dan final Liga Champions Eropa musim lalu.

Masih ada dua pertandingan lagi yang tersisa. Perebutan juara 3 antara Persib melawan Semen Padang dan partai final Pusamania Borneo FC menghadapi Arema FC akan digelar 12 Maret mendatang.

Bagi kalian pecinta sepakbola yang selama ini malas menonton pertandingan lokal, tak ada salahnya menonton laga final. Piala Presiden 2017 telah menghadirkan banyak drama dan kejutan sampai dengan saat ini dan bukan tidak mungkin hal itu akan terus berlanjut sampai laga final.

 

 

gambar: ketemulagi.com, twitter @Piala_Presiden

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

5 replies to Tentang Piala Presiden 2017

  1. Saya beneran nggak lagi peduli sama liga di indonesia. Banyak masalahnya. Bahkan sampai kena sangsi fifa. Liga itali dan spanyol juga nggak pernah nonton. Cuma liga inggria saja, meskipun tim-tim kecil saya masih suka nonton. Sesekali juga nonton liga champions.

    • Paling seru emang nonton liga Inggris sih, hampir di setiap pertandingan selalu ada banyak gol. Tapi kalau lagi beruntung, nonton pertandingan liga lokal juga kadang nggak kalah serunya.

  2. hahaha oke mas, Arema memang lebih diunggulkan karena mereka mencetak lebih banyak gol, tapi Pusamania juga punya kelebihan sbg tim dengan pertahanan terbaik, jadi pertandingan final besok akan sangat seru.

  3. Masih bisa ya mas ngeliat hal2 positif dr piala presiden. Saya sih udah nggak, haha.

    • Kalau dibandingin sama turnamen2 lokal terdahulu, menurut saya ini yang terbaik mas, terlihat ada perkembangan, 😀

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!