Review: La La Land & Arrival

Belakangan ini orang-orang ramai membahas dua film yang judulnya saya tulis di atas. Ada banyak perdebatan mengenai kedua film tersebut tetapi secara umum banyak review positif terhadap keduanya.

Malam tadi akhirnya saya marathon menonton keduanya.

Saya mulai dengan La La Land lalu kemudian Arrival.

 

La La Land

 

la-la-land-reviews
La La Land/ source: here

 

Film ini menyenangkan .

Menyenangkan karena sinematografi yang indah.

Menyenangkan karena penuh dengan musik dan lagu-lagu yang sedap di telinga.

Menyenangkan karena penampilan kedua aktor-nya yang luar biasa.

Sepanjang film saya disuguhi pemandangan-pemandangan menarik dan musik-musik yang  sedap di telinga.

Setiap scene di film ini tampaknya dikerjakan dengan hati-hati sehingga hasilnya sangat bagus. Saya bisa memaklumi kenapa film ini menyabet 7 penghargaan golden globe awards.

Dari segi cerita, sebenarnya tak ada yang istimewa dari film ini. Kisah klasik tentang usaha sepasang kekasih yang berusaha mewujudkan impian masing-masing sudah sering kita dengar. Tidak ada banyak kejutan, hanya ada satu kejutan kecil di akhir.

Selain itu tidak ada terlalu banyak drama dan konflik di film ini. Meski karakter-karakter di film ini punya banyak masalah, mereka baik-baik saja. Mereka masih bisa menari-nari dan bernyanyi.

Saya tak tahu latar belakang Ryan Gosling dan Emma Stone sebelumnya, apakah mereka memang dulunya adalah seorang musisi, tetapi penampilan mereka begitu meyakinkan di film ini. Ryan Gosling yang berperan sebagai seorang musisi jazz terlihat begitu mahir memainkan piano. Keduanya juga tampil luwes saat harus menari dan bernyanyi.

Saya merasa film ini memang dibuat untuk menyenangkan siapapun yang menontonnya dan film ini berhasil. Selesai menonton film ini, saya dipenuhi dengan energi positif.

Ada banyak lagu-lagu bagus di film ini, lagu-lagu yang sangat sukar untuk dilupakan. Salah satu yang paling bagus adalah lagu berjudul City of Stars yang dinyanyikan oleh kedua pemeran utama film ini (Ryan Gosling dan Emma Stone). Lagu tersebut mempunyai lirik yang sederhana dan gampang diingat serta diiringi dengan alunan piano lembut yang menentramkan hati.

Saya juga cukup penasaran dengan makna judul film ini yang tergolong unik, La La Land. Saya menemukan arti La La Land di urbandictionary.

La La Land adalah sebuah dunia fantasi yang diciptakan oleh seseorang sampai-sampai dia melupakan dunia nyata.

 

Judulnya cukup menggambarkan keseluruhan film. Menonton film ini memang seolah membawa kita ke dunia fantasi yang menyenangkan.

 

Arrival

 

arrivalteaseronline1-shtindianoceancoordinates
Arrival/ source: here

 

Saya agak menyesal menonton film ini setelah La La Land. Bukan karena film ini buruk. Lebih karena kegembiraan yang saya dapat dari La La Land seolah tersedot oleh film ini. Ya, ini adalah film yang punya cerita yang cukup menyedihkan.

Arrival intinya berkisah tentang kedatangan alien ke bumi. Namun tak seperti film-film alien sebelumnya dimana pesawat alien selalu mendarat di Amerika, kali ini lokasi pendaratan tersebar di seluruh penjuru dunia.

Masalahnya adalah , tidak diketahui apa tujuan kedatangan para alien tersebut. Mereka juga tak bisa diajak berkomunikasi . Karena itulah militer Amerika menugaskan dua orang ahli yakni Louise (Amy Adams) dan Ian (Jeremy Renner)  untuk berkomunikasi dengan para alien tersebut.

Seperti layaknya film-film sains fiksi lainnya, tiga puluh menit pertama Arrival cukup membosankan. Saya berusaha keras untuk mengikuti cerita agar tidak ketinggalan satupun detail cerita yang bisa membuat kebingungan di akhir.

Syukurlah setelah sejam, cerita menjadi lebih menarik, terutama setelah adegan mereka berkunjung ke dalam pesawat alien, mencoba berkomunikasi dengan makhluk asing tersebut dan memecahkan misteri dibalik simbol-simbol yang mereka berikan.

Bagian memecahkan kode-kode tersebut adalah bagian paling menarik di film ini. Belum lagi adegan itu juga diselingi dengan kilasan-kilasan yang pada awalnya seperti flashback (kilas balik) tetapi ternyata itu adalah flash forward (terjadi di masa depan).

Saya suka dengan ide film ini, ceritanya menarik dan anti mainstream. Film ini menampilkan alien secara berbeda. Misalnya selama ini pesawat alien sering digambarkan dengan piring terbang, tetapi di film ini bentuk pesawat tersebut lebih menyerupai cobek raksasa (bahkan sangat mirip karena bahannya juga dari sejenis bebatuan).

Para alien yang biasanya digambarkan dengan sosok robot canggih di film ini digambarkan dengan sosok seperti cumi-cumi raksasa.

Banyak orang menyamakan Arrival dengan Interstellar tetapi menurut saya keduanya sangat berbeda. Interstellar jauh lebih ilmiah. Perjalanan menyusuri planet-planet dan lubang hitam di Interstellar bagi saya lebih masuk akal daripada kedatangan alien ke bumi. Maaf, saya memang tak pernah mempercayai adanya alien.

 

Kesimpulan:

La La Land dan Arrival sama-sama bagus meski berbeda jauh dari segi cerita. Sangat wajar juga kedua film tersebut didiskusikan oleh banyak orang dan mendapat banyak review positif.

Tetapi jika harus menentukan mana film yang lebih saya sukai, saya akan memilih La La Land karena memberikan  saya begitu banyak kegembiraan sepanjang film. Sementara Arrival memang berhasil membayar kebosanan di 30 pertama dengan kejutan-kejutan di akhir, namun sejujurnya saya kurang mendapatkan kepuasan yang biasa saya dapatkan dari film-film sains fiksi. Masih ada beberapa pertanyaan yang tidak terjawab.

 

La La Land: 9/10

Arrival : 8.5/10

 

 

 

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

24 replies to Review: La La Land & Arrival

  1. Persis seperti yg saya rasakan. Nonton La La Land bersama istri sambil suap-suapan fish n chips itu sesuatu banged!!!
    Sebelum film habis saya langsung beli lagu City of Stars dari iTunes!

    Mengenai Arrival, filmnya berat sekali di awal, dan baru asyik di sepertiga akhir.

    Lebih suka Interstellar dalam story tellingnya.
    Tetap saja film ini tidak. Isa menjawab time paradoks seperti dalam film fiksi ilmiah lainnya.

    • Wah saya bisa ngebayangin betapa romantisnya momen itu. 🙂

      Sepertinya memang La La Land menjadi film favorit banyak orang. Bahkan saya yang jomblo aja sangat menikmati film ini.

      Kalau Arrival, dugaan saya mungkin mau dibikin sekuelnya sehingga ada beberapa hal yang sengaja dibiarkan menjadi misteri biar penonton pada penasaran.

        • Sayangnya, sendiri mas.

          • It is OK. Kadang saya juga nonton sendiri kok. Apalagi istri gak suka Aliens, Orcs, dan semua yang butuh imajinasi gila kecuali Harpot.

            Nonton biasanya di mana?

          • Kalau dulu pas masih tinggal di jakarta biasanya ke XXI Daan Mogot. Sekarang karena di kampung jadi agak jauh, harus ke semarang .

          • Sayang gak di Jakarta. Kalau di Jakarta kita mesti nonton bareng kapan-kapan.

          • Iya mas, mungkin kalau saya ke Jakarta lagi suatu saat.

  2. Yg la la land itu aktor dan aktrisnya latihan berbulan-bulan sebelum syuting. Dulu gak bisa main piano, trus latihan. Juga nyanyi dam nari. Tapi beberapa pereview mengatakan keburukan film ini ya suaranya ha ha ha….. Namanya juga bukan penyanyi jelas saja suaranya tidal sekeren penyanyi profesional.

    • Iya memang kalau didengar-dengar suara mereka tak terlalu istimewa sih. Tapi mereka ini pintar sekali menutupi kelemahan tersebut dengan ekspresi dan akting yang meyakinkan.

      Wah mereka latihannya pasti keras banget soalnya di film ini kelihatan udah pro banget.

  3. Hahaha cobek raksasa. Deskripsi yang tepat. Bingung dimana mas? Belum nonton Lalaland. Tapi mnrtku Arrival pesannya lbh sederhana dari interstellar.

    • Sejujurnya sehabis menonton kedua film tersebut saya sama-sama pusing. Bedanya kalau Interstellar saya menemukan semua jawabannya di forum-forum dan review-review. Sementara untuk Arrival, ada beberapa hal yang masih belum jelas.
      Misalnya saat Louise ke pesawat sendirian untuk yang terakhir kali, bagaimana ia bisa memahami pesan dari si alien dengan cepat tanpa bantuan komputer?

      Lalu kenapa anaknya bisa kena kanker? Akibat dari radiasi alien kah?
      Kemana perginya Ian? Apa ia mati karena kanker juga?
      Apa yang terjadi 3000 tahun lagi?

      haha banyak juga ya…

      Pertanyaan-pertanyaan tersebut belum saya temukan jawabannya meski sudah bolak-balik browsing.

      Saya berharap sih ini film ada sekuelnya, soalnya kehidupan mereka setelah departure si alien pasti akan sangat menarik untuk diceritakan dengan lebih detail.

      • Dr yg kupahami Louise sebetulnya sdh paham bahasa itu krn di flash forward dia yg bikin buku ttg itu. Jadi sdh tdk ada pintu penutup yg menghubungkan ingatan masa lalu dan masa depan. Ingat kata2 diawal begitu kamu bljr bahasa baru akn bljr sudut pdg baru.Anaknya tdk disebut kena kanker tp mgkn juga penyakit disebabkan interaksi dg alien tsb. Ian pergi krn ga bisa terima kenyataan ketika Louise bilang kalau dia bisa lihat masa dpn dan tahu anaknya akn mati. Mgk pikirnya kalau tahu begitu knp Louise bilang yes waktu Ian bilang mari punya anak. Tp walau tau pernikahannya akn hancur dan anaknya tdk lama bersama Louise tetap bilang yes waktu diminta. Spt kata dia blg ke Ian kl kamu tahu awal dan akhir kehidupanmu kamu mau apa? Ian jwb mgkn aku lbh bnyk mengutarakan perasaan. Untung kita manusia ga pernah tau masa depan ya…kebanyakan tentu bereaksi spt Ian.

        • Saya baru ingat tentang kata-kata bahasa mempengaruhi cara kita berpikir dan memandang sesuatu itu. Masuk akal memang.

          Kalau benar Ian meninggalkan anak dan istrinya karena masalah itu dia jahat banget sih.
          Saya tidak yakin dia tidak tega meninggalkan keluarganya.
          Saya lebih “suka” dia meninggal karena kanker.

          Tetapi saya tetap berharap akan ada sekuel yang menceritakan kehidupan rumah tangga mereka.

          • Quite sad actually, intinya sih cerita ini bkn fokus ke Ian tp lbh ke kebebasan seseorg memilih walau tahu masa depan spt apa. Mgk dg jd lbh menghargai momen yg hadir. Spt Louise dgn si anak. Ga ada sekuel lg sptnya krn ini adaptasi dr short story. The story of your life karya Ted Chiang. Hehe

          • Iya, nggak nyangka film alien bisa bikin sedih kayak gini. Sayang banget nggak ada sekuelnya.

  4. Di mana-mana La La Land ya bahasnya. Dari WA, blog, sampai obrolan warung kopi. XD

    Secara sinematografi sih memang oke ya, tapi ceritanya remeh temeh banget. Bikin sebel. Cocoknya memang buat cemilan. Dari segi fantasi sih, malah saya prefer Peter Pan versi Jeremy Sumpter 😀

    • Iya sih, intinya film ini cuma buat seneng-seneng sama nyanyi-nyanyi. Sepertinya film ini banyak disukai karena dijadikan pelarian dari kehidupan nyata yang tak seindah dunia La La Land hahaha

      Peter Pan itu film musikal juga kah? Saya belum nonton soalnya.

      • Peter Pan bukan film musikal, tapi yaa pelarian juga dari dunia nyata. Hehe.

        Kalo musikal sih, saya lebih suka yang teatrikal semacam Les Miserables atau Sweeney Todd. XD

        • Wah jadi dapat banyak rekomendasi film bagus, thanks.

  5. Wah mantap reviewnya gan.. udah nonton semua dan emang bagus filmnya..
    Tuker link boleh dong gan..
    pamertiketnonton.blogspot.com

  6. Wah, malah saya yg katro ni. Ga tau ttg 2 film ini. Bkn penggemar film sih, hanya musiman nontonnya.

    Anyway, setidaknya, dengan membaca review anda di atas, saya bisa berkhayal ttg kedua film itu. Tp membayangkannya tanpa menonton langsung tentu ttp trasa kurang. Hhm.., apakah ini pertanda saya perlu menonton film lg?

    • Saya juga awalnya nggak tertarik sama kedua film ini mas, tapi karena banyak dibahas di blog-blog dan media sosial saya jadi penasaran.

      Saya sangat menyarankan nonton La La Land sih dijamin makin bahagia hehe

  7. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!