Review The Flash Season 3 Episode 1

Salah satu serial yang ditunggu banyak orang ini akhirnya kembali hadir. Memasuki season ke 3 kisah Barry Allen, sang manusia tercepat menjadi semakin rumit. Di akhir season 2  Barry memutuskan untuk berlari ke masa lalu dan mencegah musuh utamanya , Reverse Flash membunuh ibunya. Penonton dibuat bertanya-tanya perubahan apa yang terjadi di kehidupan Barry.

Episode pertama season 3 menjawab pertanyaan itu.

mv5bmty3ntgwnta4nf5bml5banbnxkftztgwmdq0mduxmdi-_v1_

Menyambung dari ending season 2, setelah menyelamatkan Ibunya, Barry kembali ke masa depan dan membawa reverse flash bersamanya. Pada awalnya semuanya tampak berjalan normal. Barry punya keluarga yang bahagia dengan kedua orangtuanya masih sehat walafiat, ia bekerja di kepolisian, dan bahkan meski awalnya tak  saling mengenal, Iris menerima ajakan kencannya.

Kemampuannya  juga tidak hilang. Ia masih merupakan manusia tercepat di dunia, hanya saja Central City kini punya pahlawan baru yang tak lain adalah adik tirinya di kehidupan yang lalu , Wally West yang dijuluki Kid Flash.

Tetapi lama-kelamaan masalah mulai bermunculan. Setiap kali Barry mengingat sesuatu dari kehidupan lamanya, ingatan itu akan hilang. Reverse Flash memperingatkan Barry soal ini, bencana yang terjadi apabila timeline tidak dikembalikan seperti semula, semua ingatan dan orang-orang dari masa lalunya akan lenyap dan mereka akan terjebak di timeline ini.

Barry awalnya tak terlalu mempedulikan perkataan musuhnya itu. Ia berusaha keras untuk mengumpulkan kembali teman-teman lamanya untuk membantu Kid Flash mengalahkan penjahat yang menyebut dirinya The Rival. Iapun berhasil mempertemukan Cisco yang ternyata adalah seorang konglomerat dan Caitlin yang menjadi seorang dokter.

Meski akhirnya berhasil mengalahkan Rival, Barry merasa sangat bersalah karena akibat pertarungan itu Wally terluka parah dan nyaris tewas. Ia juga hampir kehilangan kemampuannya karena ingatannya tentang The Flash berangsur-angsur menghilang.

Ia sadar bahwa Reverse Flash benar, dengan berat hati akhirnya Barry memutuskan untuk mengembalikan timeline yang telah diubahnya dengan cara membiarkan Reverse Flash untuk… membunuh ibunya kembali.

Namun tampaknya segalanya tak berjalan sesuai rencana. Barry kembali ke kehidupan lamanya, bertemu Wally yang masih sehat dan Joe, ayah angkatnya. Namun ia menyadari ada satu keganjilan. Ada yang salah dengan timeline ini.

Ending episode ini benar- benar membuat para penontonnya penasaran.

Seperti biasanya, episode pembuka The Flash di tiap season selalu menarik untuk disaksikan termasuk yang satu ini. Episode ini  terasa sedikit melegakan karena terkesan lebih cerah dan ceria dibandingkan dengan episode-episode akhir season 2 yang penuh nuansa muram dan sedih. Ada lebih banyak adegan-adegan dan percakapan lucu.

Akan tetapi tak ada jaminan kalau episode berikutnya akan menjadi lebih menyenangkan mengingat ending episode ini sepertinya mengarah ke sebuah tragedi.

Sesuatu yang mengejutkan sedang menanti The Flash.

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!