Selfhosting dan Kesulitan-Kesulitan yang Saya Alami

bingung
knowyourmeme.com

Sebulan sebelum memutuskan untuk berpindah ke self hosting, saya rutin membaca berbagai artikel mengenai kelebihan dan kekurangannya.

Saya ingat ada sebuah artikel yang mengibaratkan pindah ke self hosting seperti berpindah ke rumah sendiri dimana pemilik situs bebas melakukan apapun terhadap situsnya tanpa takut terkena hukuman, seperti halnya yang beberapa kali terjadi pada situs-situs yang menumpang di hosting milik wordpress ataupun blogspot.

Perbandingan tadi mungkin tepat. Betul, sekarang saya merasa bahwa situs ini merupakan milik saya sendiri dan saya bebas melakukan apa saja.

Tetapi ini adalah rumah yang sangat sepi. Jauh berbeda dengan rumah lama saya yang numpang di wordpress.

Akses jalan ke rumah baru saya sangatlah sulit. Saya harus membangun jalan baru menuju rumah baru saya ini seorang diri. (optimasi situs)

Saya juga harus menyewa bus untuk mengantarkan tamu-tamu yang mengunjungi rumah saya yang lama ke rumah baru.(menyewa site redirect).

Itu masih ditambah dengan persoalan-persoalan lain seperti memindahkan perabot (impor konten) dan mempercantik rumah.(mengatur tema dan layout)

Berikut ini adalah beberapa kesulitan yang saya alami setelah berpindah ke self hosting.

 

Transfer Domain

Domain firmanstea.com sebenarnya sudah saya beli pada bulan desember tahun lalu. Saat itu saya tak tahu kalau untuk memasang domain di wordpress harus membayar biaya tambahan untuk mapping sebesar 13 USD. Alhasil karena sudah terlanjur beli domain, saya memutuskan untuk membuat blog baru yang berbasis di blogspot dan memasang firmanstea.com di blog tersebut.

Tetapi saya kurang puas, terutama karena tema- tema yang saya pasang tak ada yang sesuai dengan selera saya dan saya juga tak terlalu paham CSS dan HTML.

Sayapun lantas menelantarkan blog tersebut dan menghapusnya sebulan kemudian. Domain firmanstea.com saya biarkan nganggur selama berbulan-bulan.

Baru awal Juli kemarin saya memutuskan untuk kembali menggunakan domain tersebut untuk blog ini. Tetapi ternyata domain itu tak bisa langsung digunakan karena saya menyewa hosting di tempat yang berbeda dengan domain.

Saya harus mentransfer dulu domain tersebut ke tempat saya membeli hosting. Prosesnya sebenarnya gampang, tetapi makan waktu cukup lama. Tepat lima hari setelah mengajukan transfer, domain tersebut baru bisa aktif kembali.

 

Impor Konten

Saya sudah pernah melakukan proses ini sebelumnya, saat memindahkan konten blog dari mywapblog ke wordpress dulu. Karena itu saya cukup percaya diri bisa melakukannya lagi kali ini. Tetapi justru ini adalah proses tersulit yang saya jalani. Saya sudah mengikuti semua langkah yang saya tahu dan baca . Pertama saya ekspor konten dari blog lama. Lalu file hasil ekspor tersebut saya impor di blog baru. Seharusnya setelah itu proses selesai. Tetapi entah kenapa selalu gagal. File yang saya impor berhasil terunggah tetapi konten-konten blog lama tak mau muncul. Beberapa tutorial menyarankan untuk membagi file tersebut menjadi beberapa bagian berukuran kurang dari 2 MB. Setelah saya coba tetap tak bisa.

Karena sudah frustrasi saya terpaksa menghubungi pihak penyedia jasa hosting untuk meminta tolong mengimporkan file saya.

 

Tema

Setelah selesai dengan urusan impor konten, saya kembali dipusingkan dengan masalah yang juga tak pernah saya duga sebelumnya, tema. Saya sebenarnya tak pernah macam-macam dalam memilih tema untuk blog. Di blog lama saya juga hanya memasang tema yang tergolong sederhana dan tidak banyak dinikmati banyak orang. Tetapi begitu pindah ke self hosting ternyata tema yang selama ini saya gunakan tak tersedia. Aneh, padahal kan sama-sama wordpress.

Saya harus mencari tema baru yang mirip dengan tema lama. Tetapi entah kenapa saya tak menemukan tema yang sejenis. Padahal seingat saya ada banyak tema seperti itu di wordpress.com. Alhasil saya terpaksa menginstal tema yang sebenarnya kurang saya sukai. Entah saya akan ganti tema lagi atau tidak nanti. Saya harus hati-hati karena bergonta-ganti tema bisa berpengaruh buruk terhadap penilaian blog ini.

 

Indeks Mesin Pencari

Blog lama saya bukanlah blog yang luar biasa yang memiliki ribuan pengunjung setiap harinya. Tetapi tulisan-tulisan saya tergolong cepat terindeks oleh mesin pencari. Paling lama sehari artikel terbaru saya biasanya sudah terindeks .

Tetapi di blog baru ini artikel saya cukup lama terindeks. Bahkan artikel yang saya tulis 3 hari yang lalu sampai sekarang belum juga terindeks. Mungkin ini karena factor blog baru atau karena saya melakukan kesalahan dalam optimasi, yang jelas saya sudah melakukan segala sesuatu yang disarankan oleh para bloger yang lebih senior. Semoga ini hanya masalah waktu saja.

 

Kecepatan Loading Situs

Ini adalah hal yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Maklum blog saya yang lama tak mengalami masalah dalam proses loading. Tetapi sekarang saya benar-benar merasakan betapa untuk membuat sebuah situs bisa loading dengan cepat bukanlah perkara mudah. Beberapa plugin dan tools sudah saya pasang namun perbedaannya masih tak terlalu banyak. Saya rasa saya harus belajar banyak untuk urusan ini. Karena alasan ini juga beberapa halaman seperti daftar isi dan blogwalking untuk sementara saya hilangkan.

 

Tentu saja masalah-masalah di atas adalah risiko yang harus saya tanggung karena keputusan saya sendiri. Sayapun paham dan tak menyesalinya, hanya belum terbiasa saja. Lagipula selain kesulitan-kesulitan tadi saya juga merasakan banyak kemudahan yang tak bisa saya dapatkan jika tetap bertahan di rumah yang lama. Lain kali saya mungkin akan membahasnya.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

10 replies to Selfhosting dan Kesulitan-Kesulitan yang Saya Alami

  1. Sebaiknya tidak posting dulu mas firman. Semua harus dipastikan dulu sudah berjalan dengan baik sehingga di masa depan tidak pusing lagi. Klo sudah merasa semuanya beres, maka baru mulai posting lagi.

    Kayaknya saya juga mau self host aja tahun depan. Tapi nunggu yakin dulu. Semoga situsnya baik-baik saja dan semuanya berjalan dengan normal 😀

    • Iya mas, kayaknya emang harus fokus mengoptimalkan situs dulu. Wah blog mas pengunjungnya udah banyak, mantap kalau pindah ke self-hosting, mungkin bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan.

    • Kalau di reader sih masih ada mas, justru kolom komen-nya yang nggak ada, hehehe

  2. Selamat datang di dunia self-hosting. Iya kayak rumah sendiri, jadi repotnya ya harus diseneng-senegin hehehe…Betul, beberapa tema di wp.com tidak ada di wp.org. Kalaupun ada biasanya memiliki sedikit perbedaan seperti kehilangan fitur mengubah font, dsb.

    • Iya nih mbak, baru membiasakan diri. Pengen coba pake tema premium tapi mahal dan kalau pakai bajakan nggak berani.

  3. Jadi sepertinya harus bisa html sama CSS dulu ya sebelum pindah ke self-hosting? Kemarin saya baru belajar html di Sekolah Koding di YouTube. Penjelasannya sangat jelas dan durasi videonya cukup singkat.

    • Kalau di wordpress sih kayaknya nggak wajib mas. Soalnya kebanyakan tema-nya udah bagus dan responsif.
      Lain halnya kalau pakai blogspot yang tampilannya masih standar dan kurang bagus sehingga harus diutak-atik css-nya.

  4. Kalau-kalau masih perlu sedikit utak-atik HTML, mungkin bisa dapat banyak ‘walkaround’ menarik di blog milik Panos (WPBTIPSdotwordpressdotcom). Sukses dengan selfhostingnya

    • Makasih mas , akan saya kunjungi nanti. 🙂

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!