Kegagalan di SEA Games dan Masa Depan Timnas U-23

timnas u 23
gambar : twitter @pssi_fai

Timnas Indonesia kembali gagal meraih gelar di pentas internasional.

Kali ini giliran tim u 23 yang harus puas membawa pulang medali perunggu dari ajang SEA Games 2017.

Meski sebenarnya tim ini tampil cukup baik namun kegagalan tetaplah kegagalan.

Continue reading Kegagalan di SEA Games dan Masa Depan Timnas U-23

Catatan Paruh Musim Liga 1 & Prediksi Akhir Musim

madura united liga 1

Tak terasa kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Gojek Traveloka Liga 1 telah memasuki paruh musim. Dan seperti biasa, prediksi saya kembali meleset. 😀

Empat tim yang saya prediksi akan menjuarai kompetisi yakni PSM, Arema, Barito, dan Persib untuk sementara malah terdampar di posisi ke 5, 7, 12, dan 14. Bahkan jika Sriwijaya FC mampu memenangi laga tunda menghadapi Perseru Serui besok, Persib akan mengakhiri paruh musim di peringkat 15. Continue reading Catatan Paruh Musim Liga 1 & Prediksi Akhir Musim

Luis Milla Out ?

luis milla mengecewakan

“Melawan Malaysia kami akan melakukan permainan terbaik, karena kami sudah berlatih keras. Saya yakin dengan kemampuan semua pemain.”

Begitulah kata-kata yang terlontar dari mulut Luis Milla, pelatih timnas u 23 Indonesia sebelum laga pertama babak kualifikasi Piala Asia u 23 melawan Malaysia di National Stadium Bangkok sore tadi.

Sembilan puluh menit lebih saya dan seluruh pendukung timnas menanti janji pelatih asal Spanyol itu, tetapi permainan terbaik timnas tak pernah muncul.

Sebaliknya, anak-anak asuhan Milla malah menyuguhkan 30 menit pertama terburuk sepanjang saya menonton timnas. Continue reading Luis Milla Out ?

Ada Apa dengan Persib?

Ada apa dengan persib
gambar: viva.co.id

Punya pemain-pemain berkualitas. Centang.

Keuangan tim sehat, dana dari sponsor lancar. Centang.

Dukungan supporter luar biasa, stadion selalu penuh saat main di kandang. Contreng.

 

Seharusnya dengan kondisi- kondisi  seperti di atas, sebuah klub sepakbola minimal bisa bertengger di papan atas klasemen.

Tetapi kenyataannya hal itu tak dialami oleh Persib Bandung.

Continue reading Ada Apa dengan Persib?

Tudingan yang Tidak Adil Terhadap PS TNI

pstni
instagram: @PSTNI_Official

Jika anda bertanya kepada fans klub Indonesia manapun, klub mana yang paling mereka benci saat ini, kemungkinan besar mereka akan sepakat menyebut satu nama, PS TNI.

Klub ini memang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir karena perilaku kasar beberapa pemainnya di ajang Go-Jek Traveloka Liga 1.

Pada pertandingan ‘derby aparat’ menghadapi Bhayangkara FC lalu, kapten PS TNI, Abduh Lestaluhu yang juga merupakan punggawa timnas Indonesia , tertangkap kamera memukul wajah salah seorang pemain lawan dengan sengaja.

Abduh memang telah mendapatkan sanksi larangan bertanding sebanyak 4 pertandingan dan denda 10 juta rupiah akibat insiden itu. Tetapi perbuatannya itu tampaknya tak akan begitu mudah dilupakan oleh publik.

PS TNI pun lantas turut terkena imbasnya. Klub ini dianggap membawa kekerasan yang identik dengan prajurit TNI ke lapangan sepakbola.

Apalagi kemudian di pertandingan lain kapten pengganti Abduh, Manahati Lestusen juga tertangkap kamera mencekik seorang pemain PSM Makassar.

Sontak PS TNI saat ini mendapat citra buruk sebagai tim yang selalu bermain kasar dan tidak fair.

Benarkah?

Sebenarnya, permainan keras tak hanya dilakukan oleh PS TNI saja. Kalau boleh jujur bahkan semua tim di Indonesia selalu bermain keras.

Dalam setiap pertandingan Liga Indonesia selalu saja ada tekel-tekel horor yang kalau itu dilakukan di ajang internasional sudah pasti akan mendapat hukuman kartu merah.

Tentu saja wasit juga berperan di sini. Ketidaktegasan mereka dalam memimpin pertandingan membuat para pemain dengan santai melakukan pelanggaran-pelanggaran keras dan berbahaya.

Mengenai kasus pemukulan, Abduh juga bukan satu-satunya pelakunya. Beberapa pemain lain di Liga 1 dan Liga 2 juga berperilaku sama atau bahkan lebih parah.

Tentu saja saya tak lantas membenarkan perilaku Abduh. Hanya saja saya berpendapat bahwa PS TNI tak seharusnya terus-terusan mendapatkan cibiran .

Terlebih klub yang bermarkas di stadion Pakansari tersebut adalah salah satu tim yang tampil baik dan cukup mengejutkan di ajang Liga 1 tahun ini. Sebelum digasak Madura United 4-1 kemarin, PS TNI adalah salah satu tim yang belum terkalahkan.

Karakter permainan PS TNI terlihat jelas setiap kali bertanding, terutama saat mereka berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Persib dan saat mengalahkan PSM 2-1.

Kekuatan fisik, semangat, dan kekompakan adalah ciri khas permainan PS TNI. Mereka seperti tak pernah mengendorkan permainan sepanjang 90 menit.

Tak banyak klub di Indonesia yang bisa melakukannya. Bahkan klub-klub besar seperti Persib, PSM, maupun Arema pun sering loyo menjelang akhir-akhir pertandingan.

 

PS TNI adalah salah satu klub yang menarik diikuti perjalanannya di Liga 1 musim ini. Sayangnya penampilan bagus mereka seolah tertutupi akibat perilaku beberapa pemainnya.

Semoga saja tidak ada lagi insiden-insiden kekerasan lain yang dilakukan oleh pemain-pemain  PS TNI maupun klub-klub lainnya sehingga penonton akan lebih fokus kepada ketatnya persaingan di klasemen daripada kasus-kasus kekerasan.

Karena sejatinya ajang Liga 1 musim ini adalah  kompetisi yang ketat dan sangat menghibur.