The Invisible Guest (Contratiempo)

review-ulasan-sinopsis- film-invisible guest-contratiempo

Bicara mengenai genre film terfavorit, saya akan menyebut sci-fi pertama kali, lalu kemudian fantasi, drama, dan komedi.

Sebenarnya ada satu lagi genre film yang saya sukai yakni misteri. Bukan film horor yang saya maksud, jujur saya malah tak terlalu berani menonton film-film horor.

Film misteri yang saya maksud adalah film-film yang menghadirkan banyak pertanyaan. Misalnya, yang paling terkenal adalah Sherlock Holmes. Saya adalah penggemar novel, film, serta serial Sherlock Holmes.

Kisah-kisah Holmes, sang detektif cerdas selalu menghadirkan berbagai pertanyaan di awal dan mengakhirinya dengan kejutan yang dijelaskan dengan masuk akal. Kejutan-kejutan inilah yang saya sukai. Kejutan-kejutan yang selalu ada dalam film-film misteri.

Nah, beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film menarik bergenre misteri thriller kriminal . Film asal Spanyol yang berjudul The Invisible Guest atau dalam bahasa Spanyol Contratiempo (berarti : kecelakaan) ini dirilis awal Januari lalu dan mendapat tanggapan positif dari berbagai situs.

 

Sinopsis

Seorang pengusaha terkenal didakwa membunuh wanita cantik yang merupakan selingkuhannya.

Adrian Doria, si pengusaha, mengelak. Ia mengaku dijebak dan bersikeras bahwa dia tak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

Akan tetapi bukti-bukti yang ditemukan sangat memberatkannya. Di kamar hotel tempat mayat sang wanita ditemukan, tak ada tanda-tanda kehadiran orang lain kecuali dirinya. Pintu dan jendela kamar pun terkunci dan tak ada tanda-tanda telah dibuka secara paksa.

Sementara sidang semakin dekat, Doria yang putus asa menggantungkan harapannya kepada seorang pengacara tua bernama Virginia Goodman. Dia punya alasan kuat untuk mempercayakan nasibnya kepada wanita itu.

Mrs. Goodman bukanlah pengacara sembarangan. Sepanjang kariernya wanita itu tak pernah sekalipun kalah di persidangan.

Mrs. Goodman yang berniat segera pensiun dari dunia hukum setuju untuk menangani kasus Doria dengan syarat sang Pengusaha mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan sejujur-jujurnya.

Doria tak punya pilihan lain, melalui pertemuan di sebuah apartemen, ia mengungkapkan kisah-kisah masa lalu beserta rahasia-rahasianya kepada sang pengacara tua.

Dari situlah sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap dan kejutan-kejutan bermunculan.

Adrian Doria, sang pengusaha sukses nan tampan itu ternyata memiliki kisah masa lalu yang tak diduga-duga.

 

Review

Saya tidak ingat pernah menonton film berbahasa Spanyol sebelumnya. Tetapi di awal saya sempat kesulitan mengikuti cerita film ini karena selain dialognya panjang-panjang, ngomongnya juga cepet banget. Untungnya lama-kelamaan saya mulai terbiasa dan bisa mengikuti jalannya cerita dengan baik.

Contratiempo adalah tipe film yang langsung tancap gas sejak menit-menit awal. Tidak ada 15-30 menit pertama membosankan yang biasa ditemui di film-film lainnya. Malahan dari menit pertama saya langsung dibuat penasaran.

Film ini sebagian besar berisi kilasan balik dari kehidupan seorang Adrian Doria. Tetapi memang di situlah bagian paling serunya.

Doria tak selalu menceritakan kisahnya dengan jujur. Mrs. Goodman yang cerdas seringkali menyanggahnya dan harus memaksanya untuk tetap berkata jujur. Ini membuat ada banyak adegan flashback yang diulang-ulang dengan beberapa perbedaan.

Salut untuk para kru editing yang menjalankan tugasnya dengan luar biasa karena jika penempatan adegan-adegan di film ini tidak benar-benar tepat, suasana menontonnya akan jauh berbeda.

Saya juga sangat menyukai musik-musik latar film ini. Membuat suasana semakin tegang dan rasa penasaran menjadi-jadi. Musik latar yang diputar di adegan terakhir bahkan sampai sekarang masih terngiang-ngiang di kepala saya.

Tetapi  yang paling penting adalah Contratiempo  berhasil menjelaskan dengan tuntas semua misteri dan pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat di awal-awal menonton.

Semuanya itu dilakukan dengan cara yang sangat cerdas dan tentu saja, mengejutkan, meskipun kejutan terbesar di akhir film sudah bisa saya duga di pertengahan film.

Contratiempo sangat cocok ditonton bagi anda penggemar film misteri atau thriller. Ini adalah sebuah film yang akan membuat anda berpikir namun tak akan membuat anda terlalu pusing.

 

 

 

gambar: IMDb

 

 

 

 

Merasakan Sensasi Interogasi di Game Indefinite Interrogation

game indefinete inteogation

Pernahkah kalian diinterogasi ?

Bukan diinterogasi oleh polisi karena terjerat kasus penistaan agama atau kasus pornografi ya.

Interogasi  yang saya maksud di sini adalah pemeriksaan dengan cara diberi pertanyaan secara terus-menerus dalam waktu singkat.

Lagipula, interogasi sebenarnya tak harus dilakukan oleh polisi. Berdasarkan makna katanya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), interogasi bisa dilakukan oleh siapa saja.

Saya sendiri dulu pernah mengalaminya di sekolah akibat membolos pelajaran seorang guru yang terkenal galak.

Sang guru mencecar saya dengan banyak pertanyaan yang diakhiri dengan hukuman lari keliling halaman selama sepuluh putaran di siang hari.

Itu adalah pengalaman yang kurang meyenangkan, saya harap kalian tak pernah mengalaminya.

Tetapi jika kalian belum pernah diinterogasi dan ingin merasakan sensasi diinterogasi, game Indefinite Interogation (II) ini mungkin bisa kalian coba mainkan di smartphone masing-masing.

 

Cerita

Screenshot_2017-06-01-18-12-45-444_air.me.brandlibel.indefinite

Telah terjadi bencana besar di seluruh dunia. Para pemimpin negara terbunuh oleh ulah sekelompok teroris. Polisi berusaha mengusut kasus tersebut dan berhasil menangkap seseorang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.

Tak ingin membuang-buang waktu polisi segera menginterogasi terduga teroris tersebut.

Siapakah dia?

Dia adalah pemain game ini, yaitu saya, atau kamu, atau embahmu, tergantung siapa yang memainkannya.

 

Tampilan dan Gameplay

Tampilan game Indefinite Interogation sangat sederhana. Hanya ada beberapa kotak teks yang berisi pertanyaan dengan empat pilihan jawaban.

Screenshot_2017-06-01-23-45-37-655_air.me.brandlibel.indefinite
pertanyaan

Saya diharuskan menjawab setiap pertanyaan dengan cepat.

Jika berhasil menjawab dengan tepat waktu, interogasi akan terus berlangsung. Pertanyaan-pertanyaan akan terus muncul, baik pertanyaan baru ataupun pertanyaan sebelumnya yang diulang.

Jika saya gagal menjawab tepat waktu atau menjawab pertanyaan yang sudah ditanyakan sebelumnya dengan jawaban berbeda (atau berbohong), interogasi akan berakhir dan saya akan mendapat laporan sekaligus vonis.

Semakin banyak pertanyaan yang terjawab, semakin tinggi pula skor yang saya raih, semakin panjang pula laporannya.

Tetapi yang pasti adalah pada akhirnya saya akan tetap menerima vonis berupa “Indefinite Detention” atau kurungan seumur hidup.

Screenshot_2017-06-01-23-45-53-915_air.me.brandlibel.indefinite
Laporan dan vonis

Terasa ganjil dan tidak adil.

Saya sudah divonis padahal baru diinterogasi, belum disidang, belum dituntut, dan belum didemo.

#RIPhukum

 

Kesimpulan

Game ini cukup menantang walaupun sedikit menyebalkan. Kalau kalian pernah bermain flappy bird , rasa frustrasinya mungkin hampir sama karena bermain game ini seperti tak ada habisnya.

Meski demikian,  game Indefinite Interogation ini bisa berguna untuk melatih kecepatan berpikir dan daya ingat, serta tentu saja ampuh untuk mengusir kebosanan dan kesepian.

 

 

Nama          :     Indefinite Interogation

Developer  :     BrandLibel

Rating         :     4.0 ( Play Store)

Download  :     android , iOS

 

Game-game unik lainnya:

Seen, Game yang Saya Cari-Cari Selama Ini

Mencari Gadis yang Hilang di Game S. I. M

Father and Son, Game dengan Animasi yang Indah

 

 

Review 13 Reasons Why Part 2: Novel, Karakter, dan Soundtrack

Sejujurnya saya tak pernah menyangka kalau tulisan tentang serial 13 Reasons Why lalu akan mendatangkan begitu banyak pengunjung ke blog ini.

Baca : 13 Reasons Why, Mengungkap Misteri di Balik Kematian Seorang Gadis SMA

Saat ini, sebulan setelah tulisan itu terbit, lebih dari 50% total pengunjung harian blog ini adalah pengunjung artikel tersebut.

Karena itulah saya merasa perlu untuk membuat tulisan kedua yang berisi hal-hal yang tak sempat saya jelaskan di tulisan terdahulu.

 

Peringatan!

Tulisan ini mungkin mengandung spoiler. Jika anda belum menonton serial 13 Reasons Why Season 1 dan tak ingin mendapat bocoran cerita, sebaiknya stop di sini, jangan diteruskan.

 

Novel 13 Reasons Why

Sebenarnya cerita 13 Reasons Why tidak benar-benar baru. Serial ini diangkat dari Novel berjudul sama karya Jay Asher yang terbit tahun 2007.

novel 13 reasons why pdf
ew.com

Review selengkapnya novel 13 Reasons by Jay Asher bisa dibaca di sini.

Sayangnya, saat ini novel terjemahannya sangat sulit ditemukan di pasaran. Bahkan di toko-toko online sekalipun.

Beruntung versi aslinya (dalam Bahasa Inggris) masih mudah ditemukan. Bahkan ebook-nya masih bisa dibeli di google play books.

13 Reasons Why di Playbooks ( Rp 99. 449)

Jika anda enggan membeli di Play Books, anda juga bisa mendownload ebooknya dalam format pdf di sini.

 

Karakter dan Pemeran

Serial 13 Reasons Why memiliki cukup banyak karakter. Setiap pemeran menjalankan karakter mereka masing-masing dengan baik sehingga mampu menguras emosi para penontonnya.

 

Hannah Baker (Pemeran: Katherine Langford)

mv5bytuxodkzytytntmxos00ywi2lwe4otctodk1ytm1ytzjymq3xkeyxkfqcgdeqxvynjm0njkwnti-_v1_ux214_cr00214317_al_

Hannah adalah gadis yang lugu dan sensitif. Sifat sensitif inilah yang membuatnya selalu berpikiran negatif terhadap orang-orang di sekitarnya. Beberapa orang yang ia sebut dalam kasetnya memang melakukan kejahatan yang mengerikan.

Namun, andai saja ia punya sedikit saja pikiran positif, ia akan menyadari bahwa masih ada beberapa orang yang peduli dan sayang kepadanya dan tak akan berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

Hannah, menurut saya adalah korban sekaligus pelaku . Korban bullying dan pelaku teror terhadap teman-teman sekolahnya sendiri.

 

Clay Jensen (pemeran : Dylan Minette)

mv5bmjmznjg4oti2nf5bml5banbnxkftztgwodazndmwote-_v1_uy317_cr00214317_al_

Clay adalah tipikal anak baik-baik namun juga bukan ‘anak cupu’. Meski selalu terlihat canggung dalam berkomunikasi, Clay adalah sosok yang disukai oleh teman-temannya. Sifatnya yang  jujur dan setia kawan membuat Clay tak punya banyak musuh.

Sialnya ia juga sering ragu-ragu dalam bertindak. Saat Hannah memintanya untuk menjauhinya, Clay tak tahu harus berbuat apa.

Keragu-raguannya itu harus dibayar mahal karena pada akhirnya Clay harus rela kehilangan gadis yang dicintainya itu untuk selamanya.

 

 

Tony Padilla (Christian Navarro)

Sama seperti Clay, Tony adalah karakter yang cukup saya sukai. Tony adalah sosok yang cukup misterius, terutama di episode-episode awal. Saking misterusnya, saya bahkan sempat menduga kalau Tony ini punya niat jahat.

Namun setelah Tony menceritakan semuanya kepada Clay, saya benar-benar mengagumi sosoknya. Tony adalah karakter yang paling terlihat dewasa di serial ini. Dia mampu menanggung tanggung jawab yang amat berat, menjalankan pesan terakhir Hannah tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk guru-guru, polisi, dan kedua orangtua Hannah)

 

Jessica Davies (pemeran : Alisha Boe)

Salah satu karakter yang tidak saya sukai. Jessica adalah tipe orang yang mudah melupakan teman. Bersama Alex, ia awalnya adalah sahabat dekat Hannah.

Jessica menjauhi Hannah untuk alasan yang tidak jelas dan tak pernah benar-benar memulihkan hubungannya dengan Hannah meski gadis itu terus berusaha.

Di akhir season kondisinya cukup memprihatinkan. Selain dihantui oleh perasaan bersalah kepada Hannah, Jessica juga baru menyadari kalau dirinya diperkosa dan yang paling menyakitkan, ia dihianati oleh kekasihnya sendiri!

 

Justin Foley (pemeran : Brandon Flynn)

mv5bmje2mdg2njgyov5bml5banbnxkftztgwnjy1otgwmdi-_v1_uy317_cr910214317_al_

Orang pertama yang disebut dalam kaset Hannah. Justin disebut dua kali di kaset itu. Pertama karena dia mengambil foto syur Hannah saat mereka kencan dan membiarkan foto itu tersebar. Kedua karena ia membiarkan Jessica, pacarnya diperkosa oleh temannya sendiri.

Sebenarnya masalah yang dihadapi Justin tak kalah hebatnya dengan Hannah. Ibu kandungnya berhubungan dengan seorang pria bajingan yang membencinya.

Bahkan di akhir season Justin diusir dari rumahnya dan harus hidup di jalanan. Ia juga tak punya siapa-siapa lagi. Ia membenci sahabat terbaiknya dan dibenci oleh kekasihnya.

 

Bryce Walker ( pemeran : Justin Prentice)

mv5bnjmzmdczmzk4of5bml5banbnxkftztgwnzk1odu4nte-_v1_uy317_cr210214317_al_

Awalnya Bryce hanya digambarkan sebagai anak yang kaya dan populer di sekolah yang tak punya sopan santun.

Tetapi memasuki episode-episode terakhir kebenaran mulai terkuak. Bryce bisa dibilang adalah tokoh paling antagonis di serial ini. Ia dua kali disebutkan dalam kaset Hannah. Dua-duanya karena kasus perkosaan.

Ya, Bryce-lah yang memperkosa Jessica dan juga Hannah!

 

 

Alex Standall ( Miles Heizer)

mv5bntc0mdkwodg1mf5bml5banbnxkftztgwnty1nza2mte-_v1_uy317_cr1300214317_al_

Karakter yang nasibnya paling malang menurut saya. Alex sebenarnya adalah anak yang baik. Kesalahannya hanyalah membuat daftar konyol yang memicu terjadinya pertengkaran antara Hannah dan Jessica.

Di akhir cerita Alex diceritakan kritis akibat mencoba bunuh diri dengan menembakkan peluru ke kepalanya sendiri.

Namun, ada dugaan lain yang menyatakan bahwa Alex sebenarnya tidak bunuh diri, tetapi ditembak oleh Tyler!

 

Zach Dempsey ( pemeran : Ross Butler)

Lagi-lagi ini merupakan karakter yang terlalu baik untuk dijadikan penyebab seseorang bunuh diri. Hannah mengatakan di dalam kasetnya bahwa kesalahan Zach adalah…mencuri surat-surat yang dikirimkan untuknya.

 

Tyler Down ( pemeran : Devin Druid)

Dianggap sebagai anak culun yang suka menguntit teman-temannya kemanapun untuk difoto. Termasuk salah seorang yang ada dalam kaset karena mengambil foto syur Hannah dan Courtney dan menyebarkannya.

Kalau mau jujur, Tyler sebenarnya juga mengalami bully-an yang cukup parah.

Meskipun demikian dia tak pernah berniat untuk bunuh diri (atau belum). Di akhir cerita ia terlihat menyimpan berbagai macam senjata api di kamarnya yang menimbulkan kecurigaan kalau dialah pembunuh Alex.

Apalagi ada adegan dimana ia mencopot foto Alex dari koleksi foto-foto temannya yang ia pajang!

 

Marcus Cole ( Pemeran : Steven Silver)

Sang ketua OSIS. Marcus awalnya terlihat seperti pria baik-baik. Namun ternyata dia adalah laki-laki yang kurang ajar. Marcus bahkan  sempat berniat melecehkan Hannah saat kencan pertama mereka.

 

Courtney Crimson ( pemeran : Michele Selene Ang)

mv5bm2qyzgeymdmtnjaxos00odk0ltk2mzctndblmzhjmguwmtcxxkeyxkfqcgdeqxvynjgxmtixnzi-_v1_ux214_cr00214317_al_

Karakter paling menyebalkan. Courtney melakukan apa saja agar identitasnya sebagai lesbian tak terungkap. Courtney bahkan rela menjauhi Hannah dan membuat teman-temannya membenci gadis itu.

 

Sheri Holland ( pemeran: Ajiona Alexus)

Gadis yang manis dan baik. Kesalahan Sheri adalah tak segera melapor kepada polisi saat mobil yang dikendarainya bersama Hannah merusak papan peringatan lalu lintas. Ia tak menghiraukan kata-kata Hannah sampai akhirnya terjadi kecelakaan maut akibat rusaknya papan tersebut.

Meski demikian Sheri berusaha menebus kesalahan-kesalahannya dengan merawat keluarga korban dan mengakui kesalahannya kepada polisi di akhir cerita.

 

Ryan Shaver ( pemeran : Tommy Dorfman)

Seorang gay yang tergabung dalam kelompok puisi bersama Hannah. Ryan juga mengelola majalah sekolah dan dengan sengaja memajang puisi galau Hannah di majalah itu.

Hannah menyalahkan Ryan atas perbuatannya itu meskipun sebenarnya Ryan tak mencantumkan namanya sebagai penulis puisi tersebut.

 

Kevin Porter- Guru BK (pemeran : Derek Luke)

Guru BK yang tak pernah benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mungkin bukanlah karakter jahat, namun jelas ia bukanlah guru yang baik.

Sebelum bunuh diri Hannah sempat bertemu dengannya untuk melaporkan kejadian-kejadian buruk yang dialaminya. Sang Guru sama sekali tak membantu dan seperti mempersilakan Hannah untuk mengakhiri hidupnya.

 

Musik / Soundtrack

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, salah satu kesenangan saat menonton 13 Reasons Why adalah soundtracknya yang sangat nyaman didengarkan.

Video di bawah ini berisi lagu-lagu terbaik dari serial ini termasuk lagu-lagu yang dinyanyikan oleh Selena Gomez,  sang produser.

 

….

 

Terlepas dari segala kontroversinya, 13 Reasons Why mungkin adalah salah satu serial terbaik yang pernah saya tonton. Serial ini digarap dengan begitu baik dan nyaris sempurna.

Kabar baiknya, Netfix telah mengkonfirmasi bahwa season kedua 13 Reasons Why akan segera diproduksi !

Kemungkinan,  season kedua akan berfokus kepada karakter Jessica Davis.

 

 

 

 

 

Review: Hidden Figures

Hidden Figures
Hidden Figures

 

Perjalanan saya “memburu” film-film peraih nominasi Academy Awards 2017  masih belum berakhir. Kali ini pilihan saya jatuh kepada Hidden Figures.

Hidden Figures adalah film yang diangkat dari kisah nyata yang terjadi di tahun 60-an. Saat itu Uni Soviet dan Amerika Serikat sedang bersaing ketat dalam hal ekspedisi antariksa.

Keberhasilan Soviet melucurkan satelit buatan yang diikuti dengan keberhasilan Yuri Gagarin menjadi orang pertama yang menjelajah ruang angkasa membuat Badan Antariksa Amerika (NASA) berada dalam tekanan.

Film ini memperlihatkan upaya keras Amerika untuk bisa menandingi dan bahkan melampaui pencapaian yang dicapai oleh Soviet.

Kita tahu pada akhirnya NASA berhasil mengungguli Soviet dengan keberhasilan mereka mengirim manusia ke bulan. Akan tetapi perjalanan tersebut tidak mudah dan melibatkan banyak orang.

Termasuk tiga wanita cerdas dan pemberani yang jasa-jasanya tertutupi selama puluhan tahun yang menjadi karakter utama di film Hidden Figures ini.

Sinopsis

Katherine Goble ( diperankan oleh Taraji. P Hanson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer), dan Mary Jackson (Jannele Monae) adalah tiga wanita cerdas yang bekerja sebagai Matematikawan untuk NASA.

Di antara ketiganya, Katherine adalah yang paling menonjol. Sejak kecil kemampuannya dalam  matematika sudah terlihat. Katherine kecil mampu memecahkan soal-soal yang tak bisa diselesaikan oleh anak-anak yang lebih tua darinya.

Sayangnya, saat itu rasisme masih menjadi hal yang wajar di Amerika. Alhasil, ketiga wanita  yang berasal dari kaum kulit hitam tersebut pun tak mendapat perlakuan yang selayaknya di NASA, tempat mereka bekerja.

Para pekerja berkulit hitam tak pernah dipercaya untuk mengisi posisi-posisi penting. Mereka hanya dipekerjakan untuk menghitung dan dianggap sebagai  mesin kalkulator.

Dengan keberanian, kerja keras dan kecerdasan mereka, akhirnya Katherine, Dorothy, dan Mary mampu membuktikan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi besar bagi NASA dan layak mendapat perlakuan yang setara dengan pekerja-pekerja lain.

 

Review

Tak seperti La La Land, Arrival, atau Moonlight yang ramai dibahas di media-media sosial, Hidden Figures relatif tak terlalu populer.

Padahal film ini menurut saya sangat brilian. Ceritanya bagus, akting para aktor dan aktrisnya meyakinkan , dan banyak pesan moral yang disampaikan.

Perjuangan ketiga karakter utama di film ini sangat menarik untuk diikuti. Bagaimana mereka menghadapi perlakuan rasis dalam nyaris segala hal membuat saya sangat berempati.

Bayangkan, untuk urusan toilet saja terdapat pengkotak-kotakan. Ada toilet khusus untuk orang berkulit putih dan untuk orang non kulit putih.

Belum lagi dalam bidang pendidikan. Orang-orang kulit hitam selalu mendapatkan perlakuan berbeda. Ada sekolah-sekolah maupun perpustakaan-perpustakaan yang tidak mengijinkan mereka untuk masuk karena hanya dikhususkan untuk orang-orang berkulit putih.

Meski ada banyak momen-momen yang menggambarkan diskriminasi terhadap kaum kulit hitam di film ini,  kita juga tak bisa menyalahkan kaum kulit putih 100%.

Mereka seperti tak menyadari adanya diskriminasi terhadap kaum non-kulit putih dan menganggap aturan-aturan tadi adalah hal yang wajar.

Upaya Katherine, Dorothy, dan Mary dalam menyadarkan mereka inilah yang membuat ada banyak adegan-adegan yang membuat saya merinding di film ini.

Salah satunya adalah adegan saat Mary mengajukan tuntutan di pengadilan agar ia bisa berkuliah di sekolah khusus kulit putih.

I plan on being an engineer at NASA, but I can’t do that without taking them classes at that all-white high school, and I can’t change the color of my skin. So I have no choice, but to be the first, which I can’t do without you, sir. Your honor, out of all the cases you gon hear today, which one is gon matter hundred years from now? Which one is gon make you the first?

Mary Jackson, Hidden Figures

Mary mengatakan kalimat-kalimat tersebut dengan sangat lantang dan membuat sang hakim tak bisa berbuat apapun selain mengabulkan tuntutannya.

Janele Monae yang berperan sebagai Mary jelas adalah karakter favorit saya di film ini, meski sebenarnya pemeran Dorothy dan Katherine juga tak kalah memikat.

Selain itu ada dua pemeran pembantu yang cukup menarik perhatian saya.

Yang pertama adalah Mahersala Alli, peraih pemeran pembantu terbaik Oscar 2017. Meski Ali mendapatkan Oscar berkat perannya di film Moonlight, perannya sebagai Kolonel Jim Johnson (Kekasih Katherine) cukup bagus .

Yang kedua adalah Jim Parsons yang berperan sebagai Paul Stafford, rekan sekerja Katherine. Sebagai seseorang yang nge-fans sama aktingnya sebagai Sheldon Cooper di serial The Big Bang Theory, saya sangat antusias dengan kehadirannya.

Jim mampu membawakan karakter yang benar-benar berbeda di film ini dengan baik. Tak seperti Sheldon Cooper yang cerewet, jenius, dan menyebalkan, Stafford adalah pribadi yang serius dan tak banyak bicara meski sama menyebalkannya.

 

Kesimpulan

Film ini setidaknya memberikan dua pesan penting

  •  Setiap orang harus mendapat perlakuan sama, tak peduli apapun warna kulit, atau suku asal mereka. Slogan “FIGHT AGAINST RACISM” yang sering diperlihatkan di pertandingan-pertandingan sepakbola internasional benar-benar harus dilakukan.
  • Matematika adalah ilmu yang sangat penting. Bahkan meski kita tak pernah tahu penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari. Setelah menonton film ini kita akan sadar betapa pentingnya sebuah perhitungan dan bahkan di luar sana ada orang-orang yang mempercayakan hidup dan matinya kepada perhitungan-perhitungan matematis.

 

Hidden Figures sangat cocok ditonton oleh kita orang Indonesia yang hidup di negara yang memiliki banyak sekali perbedaan.

Film ini akan memberikan sudut pandang baru dan bisa jadi akan menyadarkan kita bahwa mungkin, entah sadar atau tidak, kita pernah bersikap tidak adil kepada orang-orang lain di sekitar kita.

9/10

 

Baca juga review film-film pemenang/peraih nominasi oscar lainnya:

La La Land & Arrival

Manchester by the Sea, Hacksaw Ridge, Moonlight

 

gambar: IMDb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Review Westworld: Serial yang Penuh Kejutan

160819-westworld-s1-blast-07-1280

 

Pernahkah kalian kesulitan menulis tentang suatu hal?  Jika pernah mengalaminya, ada dua kemungkinan kenapa  topik itu sulit untuk ditulis.

Pertama, topik itu begitu membosankan sehingga kalian tidak tahu bagaimana harus menulisnya. Kedua, topik itu sangat menarik, banyak hal bagus yang bisa ditulis tentangnya, tetapi saking banyaknya, kalian malah bingung harus memulai dari mana.

Tulisan ini merupakan contoh kasus yang kedua.

Westworld adalah serial TV yang nyaris sempurna, banyak hal yang bisa diceritakan dari serial ini dan saya kesulitan untuk menuangkannya dalam sebuah postingan.

westworld

 

Inti cerita Westworld adalah kisah tentang sebuah taman bermain buatan yang sangat mirip dengan dunia nyata. Semuanya buatan namun sangat mirip aslinya, dari mulai rumah-rumah, pegunungan, hutan-hutan, hewan-hewan liar sampai robot manusia penghuni taman tersebut yang dikenal dengan sebutan host.

Lalu apa tujuan taman tersebut dibuat?

Jawabannya adalah sebagai tempat berlibur bagi para konglomerat. Layaknya sebuah game, taman tersebut adalah tempat hiburan bagi para pengunjungnya yang dikenal dengan sebutan guest.

Sebuah game tentunya memiliki tema dan cerita tertentu, begitu juga dengan Westworld. Tema yang bisa dinikmati oleh pengunjung di Westworld adalah  tema kehidupan dunia barat masa lalu dimana para guest akan bermain sebagai seorang koboi.

Keberadaan Westworld tentu saja menjadi daya tarik banyak orang untuk menghabiskan waktunya di sana. Bayangkan saja, para guest bebas melakukan apa saja selama berada di taman tersebut. Mereka bisa membunuh para host koboi sesuka hati tanpa takut terluka sedikitpun , mereka juga bebas meniduri para host perempuan yang kecantikannya tak kalah dengan perempuan asli.

episode-08-1280

Di Westworld, setiap guest bebas memilih peran mereka, mau jadi penjahat atau jadi pahlawan.

Semuanya berjalan dengan normal pada awalnya. Para guest menikmati waktu mereka di Westworld. Sementara para host, menjalani aktivitas rutin mereka (loop) sesuai dengan skenario yang dibuat.

Masalah mulai muncul saat para host mulai berperilaku aneh dan menyimpang. Hal ini membuat orang-orang di balik layar Westworld kerepotan. Mereka mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan para host.

Bernard Lowe (Jeffrey Wright) dan Theresa Cullen (Sidse Babett Knudsen ) adalah dua orang yang paling dibuat pusing dengan kondisi itu. Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab menjaga agar situasi di dalam Westworld tetap normal dan memastikan para host tetap berperilaku sesuai naskah.

Sementara Robert Ford (Anthony Hopkins), sang pencipta semua host yang ada di Westworld tampaknya tak mau bekerja sama dengan Bernard dan Theresa. Sebagai pencipta, Ford merasa memiliki kewenangan untuk mengatur semua yang terjadi di Westworld, termasuk mengubah jalan cerita dan karakter para host.

Di sisi lain ada seorang guest tua misterius berjuluk Man in Black yang terus menjelajahi Westworld selama tiga puluh tahun terakhir. Pria itu sedang mencari sesuatu yang selama ini menjadi rahasia Westworld.

Kehidupan para host juga diceritakan melalui sosok Dolores (Evan Rachel Wood), seorang host cantik yang skenarionya di Westworld membuat kehidupannya selalu berakhir dengan buruk dan Maeve (Thandie Newton), seorang pelacur yang juga mengelola sebuah rumah prostitusi.

Keduanya sama-sama berperilaku aneh dan menularkan perilaku tersebut pada host-host lainnya.

Masalah-masalah itulah yang menjadi inti cerita serial Westworld selama 10 episode dengan durasi kurang lebih 50 menit.

Serial ini, seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, mempunyai banyak hal yang bisa diceritakan. Setiap episodenya selalu menyajikan kejutan-kejutan sekaligus pertanyaan-pertanyaan yang selalu membuat penasaran menantikan apa yang terjadi di episode-episode selanjutnya.

Dari segi pembuatan, serial yang diproduksi oleh HBO ini benar-benar digarap dengan serius karena menghabiskan dana yang kabarnya melebihi dana pembuatan film-film box office Hollywood.

Terbukti dengan tampilan setiap adegan dalam film ini yang lekat dengan kesan megah, terutama saat adegan-adegan yang mengambil latar di dalam “dapur” Westworld, tempat dimana para host dibuat.

161212-westworld-news

Keindahan-keindahan itu masih ditambah dengan alunan-alunan musik indah yang mengiringi setiap adegan. Sebagian besar musik-musik tersebut adalah hasil aransemen ulang  dari lagu-lagu band-band rock klasik yang sudah melegenda sehingga sembari menonton Westworld para penonton akan  sedikit diajak bernostalgia lewat alunan musik latar.

Penampilan para aktornya pun menurut saya sangat memuaskan. Anthony Hopkins yang berperan sebagai Robert Ford mampu memerankan sosok pria yang cerdas, berkuasa, sekaligus misterius dengan sangat baik. Evan Rachel Wood yang mendapatkan peran sebagai Dolores, host cantik yang selalu bernasib malang , menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mampu memainkan ekspresinya dengan baik terutama saat harus beradegan menjadi seorang robot.

westworld-official-trailer-evan-rachel-wood-hbo

Demikian pula dengan aktor-aktor lain, mereka semua berhasil membuat saya larut ke dunia Westworld.

 

Satu hal yang membuat keseruan menonton Westworld semakin bertambah adalah banyaknya diskusi-diskusi sengit antar para penontonnya. Di setiap forum online yang saya temui, banyak sekali teori-teori dan asumsi-asumsi tentang apa yang sebenarnya terjadi di Westworld .

Setiap kali selesai menonton sebuah episode Westworld saya biasanya langsung mengunjungi situs-situs forum online seperti Reddit, Kaskus, maupu Facebook group untuk mencari penjelasan-penjelasan tentang hal-hal yang tidak saya mengerti di episode tersebut dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di episode selanjutnya.

Tak cukup dengan mencari jawaban di forum-forum diskusi, saya bahkan juga rajin mendengarkan podcast-podcast yang mengulas episode-episode Westworld.  

Saya rasa saya tak pernah se-niat itu dalam mengikuti sebuah serial TV maupun Film.

Ketika Westworld menyelesaikan episode terakhirnya pertengahan Desember yang lalu, saya merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya. Apalagi musim kedua Westworld baru akan tayang pada 2018 mendatang.

Untungnya sampai sekarang grup facebook yang berisi para Fans Westworld masih ramai, bahkan setiap hari masih ada orang yang posting, entah itu fakta-fakta menarik seputar Westworld atau sekedar meme-meme lucu yang berhubungan dengan serial tersebut.

Saya rasa seribu kata yang saya tulis di postingan ini pun masih kurang cukup untuk mengekspresikan betapa kagumnya saya akan serial Westworld.

Tak apalah, saya sudah cukup puas karena akhirnya bisa menyelesaikan tulisan ini.

Westworld adalah tontonan yang sangat saya rekomendasikan. Saya yakin serial ini akan menghibur dan mengejutkan siapapun yang menontonnya.

Jika anda suka tontonan bertema fiksi-ilmiah yang penuh dengan twist, anda pasti akan menyukai Westworld.

Trailler:

 

Catatan:

  • Serial ini cukup banyak menampilkan adegan-adegan telanjang para host baik laki-laki maupun perempuan namun tak sampai membuat pikiran kita “ngeres” karena mereka berakting sebagai robot.

 

Gambar: HBO