Film-Film Dokumenter Favorit Saya

Salah satu genre film yang sangat saya gemari adalah dokumenter.

film dokumenter bagus
gambar : videopro.com.au

 

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan.

Wikipedia

 

Sejak kecil saya selalu suka menonton dokumenter di TV, saat itu kebanyakan adalah dokumenter tentang hewan.

Keterarikan saya terhadap film dokumenter semakin bertambah saat saya mulai mengenal internet. Saat itu saya sadar ternyata ada banyak film-film dokumenter bagus yang sudah lama diproduksi namun belum pernah saya tonton.

Saya pun mulai rajin berburu judul-judul film yang menarik dan menontonnya satu per satu. Di antara judul-judul tersebut beberapa akhirnya menjadi film favorit saya berikut ini. Continue reading Film-Film Dokumenter Favorit Saya

The Invisible Guest (Contratiempo)

review-ulasan-sinopsis- film-invisible guest-contratiempo

Bicara mengenai genre film terfavorit, saya akan menyebut sci-fi pertama kali, lalu kemudian fantasi, drama, dan komedi.

Sebenarnya ada satu lagi genre film yang saya sukai yakni misteri. Bukan film horor yang saya maksud, jujur saya malah tak terlalu berani menonton film-film horor.

Film misteri yang saya maksud adalah film-film yang menghadirkan banyak pertanyaan. Misalnya, yang paling terkenal adalah Sherlock Holmes. Saya adalah penggemar novel, film, serta serial Sherlock Holmes.

Kisah-kisah Holmes, sang detektif cerdas selalu menghadirkan berbagai pertanyaan di awal dan mengakhirinya dengan kejutan yang dijelaskan dengan masuk akal. Kejutan-kejutan inilah yang saya sukai. Kejutan-kejutan yang selalu ada dalam film-film misteri.

Nah, beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film menarik bergenre misteri thriller kriminal . Film asal Spanyol yang berjudul The Invisible Guest atau dalam bahasa Spanyol Contratiempo (berarti : kecelakaan) ini dirilis awal Januari lalu dan mendapat tanggapan positif dari berbagai situs.

 

Sinopsis

Seorang pengusaha terkenal didakwa membunuh wanita cantik yang merupakan selingkuhannya.

Adrian Doria, si pengusaha, mengelak. Ia mengaku dijebak dan bersikeras bahwa dia tak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

Akan tetapi bukti-bukti yang ditemukan sangat memberatkannya. Di kamar hotel tempat mayat sang wanita ditemukan, tak ada tanda-tanda kehadiran orang lain kecuali dirinya. Pintu dan jendela kamar pun terkunci dan tak ada tanda-tanda telah dibuka secara paksa.

Sementara sidang semakin dekat, Doria yang putus asa menggantungkan harapannya kepada seorang pengacara tua bernama Virginia Goodman. Dia punya alasan kuat untuk mempercayakan nasibnya kepada wanita itu.

Mrs. Goodman bukanlah pengacara sembarangan. Sepanjang kariernya wanita itu tak pernah sekalipun kalah di persidangan.

Mrs. Goodman yang berniat segera pensiun dari dunia hukum setuju untuk menangani kasus Doria dengan syarat sang Pengusaha mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan sejujur-jujurnya.

Doria tak punya pilihan lain, melalui pertemuan di sebuah apartemen, ia mengungkapkan kisah-kisah masa lalu beserta rahasia-rahasianya kepada sang pengacara tua.

Dari situlah sedikit demi sedikit misteri mulai terungkap dan kejutan-kejutan bermunculan.

Adrian Doria, sang pengusaha sukses nan tampan itu ternyata memiliki kisah masa lalu yang tak diduga-duga.

 

Review

Saya tidak ingat pernah menonton film berbahasa Spanyol sebelumnya. Tetapi di awal saya sempat kesulitan mengikuti cerita film ini karena selain dialognya panjang-panjang, ngomongnya juga cepet banget. Untungnya lama-kelamaan saya mulai terbiasa dan bisa mengikuti jalannya cerita dengan baik.

Contratiempo adalah tipe film yang langsung tancap gas sejak menit-menit awal. Tidak ada 15-30 menit pertama membosankan yang biasa ditemui di film-film lainnya. Malahan dari menit pertama saya langsung dibuat penasaran.

Film ini sebagian besar berisi kilasan balik dari kehidupan seorang Adrian Doria. Tetapi memang di situlah bagian paling serunya.

Doria tak selalu menceritakan kisahnya dengan jujur. Mrs. Goodman yang cerdas seringkali menyanggahnya dan harus memaksanya untuk tetap berkata jujur. Ini membuat ada banyak adegan flashback yang diulang-ulang dengan beberapa perbedaan.

Salut untuk para kru editing yang menjalankan tugasnya dengan luar biasa karena jika penempatan adegan-adegan di film ini tidak benar-benar tepat, suasana menontonnya akan jauh berbeda.

Saya juga sangat menyukai musik-musik latar film ini. Membuat suasana semakin tegang dan rasa penasaran menjadi-jadi. Musik latar yang diputar di adegan terakhir bahkan sampai sekarang masih terngiang-ngiang di kepala saya.

Tetapi  yang paling penting adalah Contratiempo  berhasil menjelaskan dengan tuntas semua misteri dan pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat di awal-awal menonton.

Semuanya itu dilakukan dengan cara yang sangat cerdas dan tentu saja, mengejutkan, meskipun kejutan terbesar di akhir film sudah bisa saya duga di pertengahan film.

Contratiempo sangat cocok ditonton bagi anda penggemar film misteri atau thriller. Ini adalah sebuah film yang akan membuat anda berpikir namun tak akan membuat anda terlalu pusing.

 

 

 

gambar: IMDb

 

 

 

 

Webseries : SORE

Webseries SORE
SORE

Terakhir kali saya menonton sebuah webseries di Youtube adalah sekitar 3 atau 4 tahun lalu. Saat itu saya mengikuti Malam Minggu Miko-nya Raditya Dika dan Second Chance-nya Ernest Prakasa. Keduanya adalah webseries komedi yang cukup menghibur walaupun ceritanya sederhana.

Sebenarnya saya sangat suka menonton webseries. Salah satu sebabnya adalah karena durasinya yang pendek-pendek. Setiap episode-nya bisa ditonton di sela-sela aktivitas.

Sayangnya dengan banyaknya video-video yang beredar, saya seringkali kesulitan menemukan apa yang saya cari.

Sampai akhirnya kemarin saya menemukan kembali sebuah webseries yang menarik. Judulnya SORE – Istri dari Masa Depan.

Webseries SORE diproduksi oleh salah satu perusahaan makanan sehat dan telah dirilis sejak Januari lalu.

Lagi-lagi saya harus berterima kasih kepada Podcast Awal Minggu-nya Adriano Qalbi yang telah mengenalkan sosok Yandy Laurens, sang sutradara webseries SORE .

 

Sinopsis

Jonathan ( diperankan Diyon Wiyoko) adalah seorang fotografer asal Indonesia yang tinggal dan bekerja di Italia. Ia bersahabat dengan seorang penduduk lokal bernama Carlo.

Suatu hari saat terbangun di kamarnya, Jonathan dikejutkan oleh sesosok wanita yang tidur di sebelahnya. Ia semakin kaget saat wanita tersebut mengaku bahwa dirinya adalah istri Jonathan di masa depan.

Jonathan tentu tidak percaya dengan kata-kata wanita aneh bernama Sore itu ( diperankan oleh Tika Bravani). Ia menganggap Sore hanya ingin mengerjainya.

Tetapi lama-kelamaan Sore mampu meyakinkan Jonathan bahwa dia berkata jujur. Wanita itu tahu semua kebiasaan dan rahasia-rahasia Jonathan. Sore bahkan berhasil ‘meramalkan’ kesuksesan Carlo.

Anehnya lagi, Sore selalu memaksa Jonathan untuk membiasakan hidup sehat. Sejak kehadiran Sore, Jonathan tak lagi merokok dan minum-minum. Ia juga rajin berolah raga dan makan buah-buahan.

 

Lalu apa sebenarnya tujuan kedatangan Sore ke masa lalu Jonathan?

Apakah telah terjadi sesuatu yang buruk di masa depan?

 

Review

Saya tak akan ragu menyebut SORE adalah webseries terbaik yang pernah saya tonton. Dari segi cerita saja SORE sangat menarik dan unik. Jarang sekali ada sinema Indonesia yang berani mengangkat tema yang berbeda dari kebanyakan.

Meski mengandung unsur perjalanan waktu, jangan bayangkan SORE adalah sebuah tontonan yang berisi banyak hal yang tak masuk akal. Justru adegan-adegannya nampak nyata dan alami. SORE menyajikan kisah cinta yang romantis namun tidak terlihat berlebihan. SORE juga mampu memberikan gambaran bagus tentang perbedaan pasangan yang masih pacaran dengan yang sudah menikah.

Sejujurnya saya benar-benar kesulitan menemukan kekurangan webseries ini.

Dari sisi pengambilan gambar, series ini pun sangat bagus dan gambar-gambar yang dihasilkan sedap dipandang mata. Musik-musik pengiringnya juga sangat pas, mampu memperkuat setiap adegan.

Banyak orang menyebut kekurangan SORE adalah durasinya yang terlalu pendek. Tetapi saya tidak setuju. Justru kualitasnya mungkin tidak akan sebagus ini jika durasinya lebih panjang. Lagipula setahu saya webseries memang sudah semestinya tidak berdurasi terlalu panjang.

Satu lagi yang membuat saya kagum adalah meski SORE pada dasarnya adalah webseries yang diproduksi untuk kepentingan promosi, tak ada banyak iklan yang ditampilkan secara terang-terangan. Alih-alih, sang produser memilih membuat cerita yang cocok dengan kampanye produk yang diiklankan.

 

Kesimpulan

SORE tentu saja sangat layak untuk ditonton. Apalagi jika anda sedang malas atau tak punya banyak waktu menonton film maupun serial TV. SORE hanya memiliki 9 episode berdurasi 7 sampai 15 menit saja. Bahkan saya selesai menontonnya  dalam sekali duduk.

 

Tonton semua episode SORE di bawah ini

 

 

 

 

13 Reasons Why, Mengungkap Misteri di Balik Kematian Seorang Gadis SMA

mv5bytfmnzrlnwytmmfmni00ztfilwjhodgtogm5odq5ntgxzwuwl2ltywdlxkeyxkfqcgdeqxvymtexndq2mti-_v1_sy1000_cr006741000_al_
13 Reasons Why/IMDb

Seorang gadis SMA ditemukan sudah tak bernyawa di kamar mandi rumahnya. Kedua pergelangan nadinya robek, gadis itu bunuh diri.

Tak ada yang tahu pasti penyebab gadis itu nekat menghabisi nyawanya sendiri. Tak juga polisi, guru-guru, maupun kedua orangtuanya.

Akan tetapi gadis itu meninggalkan 13 buah rekaman suara yang tersimpan dalam 7 buah kaset pita. Kaset rekaman yang berisi alasan kenapa ia bunuh diri itu hanya diberikan kepada orang-orang yang bertanggung jawab akan kematiannya.

Itulah inti dari 13 reasons Why.  sebuah serial web produksi Netflix yang dirilis awal April lalu.

Serial ini cukup banyak menarik perhatian pengguna media sosial dan mendapatkan rating 9.0 di situs IMDb!

Saya sendiri pertama kali mengetahui serial ini dari sebuah  podcast yang saya dengarkan.

Tak butuh lama  untuk menyelesaikan seluruh episode 13 Reasons Why. Mungkin cuma sekitar 5 hari saja karena saya melahap dua sampai tiga episode berdurasi sejam setiap harinya.

Sinopsis

Sekilas, sekolah itu tampak seperti SMA-SMA lainnya. Kalau ada satu hal yang cukup unik dari sekolah itu adalah murid-muridnya yang sangat beragam.

Ada yang berkulit putih, ada yang berkulit hitam, ada yang berwajah latin, ada yang berwajah asia, ada yang normal, ada yang gay, ada yang lesbian, ada yang tattoan tapi nggak pakai narkoba,dll.

Selebihnya, itu adalah SMA biasa, tempat dimana semua orang ingin eksis dan populer.

Ada anak-anak yang menjadi populer karena  tergabung dalam tim basket sekolah.  Ada yang karena aktif dalam organisasi sekolah. Namun ada juga anak-anak yang hanya fokus belajar dan tak begitu populer di sekolah. Biasanya, anak-anak seperti ini jumlahnya sangat sedikit.

Clay Jensen, bisa dibilang adalah salah satu dari anak tersebut. Dia tak terlalu populer di sekolah meskipun sebenarnya dia tergolong pintar dan punya wajah yang lumayan ganteng, kombinasi antara Herjunot Ali dan Ander Herrera.

mv5bmtk2nte4ndi0m15bml5banbnxkftztgwnjazntqwmji-_v1_sx1500_cr001500999_al_
Clay Jensen dan Hannah Baker di 13 Reason Why/ IMDb

Clay adalah salah satu orang yang paling terpukul atas kematian Hannah Baker, si cewek yang nekat bunuh diri itu. Clay memendam rasa yang tak sempat ia ungkapkan kepada gadis itu.

Clay juga adalah salah satu orang yang mendapatkan kaset-kaset rekaman suara Hannah, yang artinya, ia juga punya andil atas kematiannya!

Clay pun berusaha menguak misteri yang menyelimuti kematian Hannah. Sambil mendengarkan kaset rekaman tersebut, ia menelusuri tempat-tempat dimana Hannah mengalami berbagai peristiwa tak mengenakkan.

Satu per satu misteri pun terkuak. Tiap rekaman berisi satu nama beserta perbuatan-perbuatan buruk yang telah mereka lakukan kepada Hannah.

Review

Dari segi cerita, 13 reasons why menurut saya sangat menarik. Ide cerita yang sudah menarik itu dieksekusi ke dalam 13 episode yang selalu berhasil menciptakan ketegangan yang intens.

Hal ini membuat saya selalu merasa “lelah batin” setiap kali menyelesaikan sebuah episodenya.

Katherine Langford yang memerankan Hannah mampu membuat saya bergidik setiap kali mendengar suaranya yang khas. Sosoknya yang cantik dan bermata sayu pun semakin membuat saya terus berempati kepada Hannah.

Pemeran Clay Jensen, Dylan Minette pun berhasil membuat saya merasakan betapa frustrasinya seorang cowok yang kehilangan gadis yang dicintainya dan terlebih dirinya merupakan salah satu penyebab gadis itu bunuh diri.

Satu hal yang paling saya suka dari serial ini adalah editing-nya yang  sangat bagus.

Serial ini seringkali menampilkan gambar dari sebuah kejadian di masa lalu, lalu tiba-tiba beralih ke masa kini. Kadang juga keduanya digabung sehingga menambah kesan dramatis.

Selain itu, saya juga suka lagu-lagu soundtrack serial ini. Lagu-lagu bagus yang selalu diputar di akhir episode ini seolah-olah menjadi penawar kesedihan dan depresi tiap kali selesai menonton sebuah episode.

Kesimpulan

Meski serial ini sangat bagus dan menarik, sebaiknya jangan ditonton saat kondisi hati sedang tak enak.

Pada episode-episode awal mungkin serial ini cukup nyaman untuk ditonton. Tetapi makin lama anda akan tertular rasa depresi dan kesedihan yang diceritakan di serial ini. Terutama di tiga episode akhir yang menurut saya cukup mengerikan.

Serial ini bisa saja memicu penonton yang pikirannya tak jernih untuk meniru apa yang dilakukan Hannah Baker, membalas dendam dengan cara bunuh diri.

Akan tetapi saya juga mendapat beberapa pelajaran yang bisa didapat dari 13 reasons why ,

  • Jika pernah kepikiran untuk bunuh diri, ingatlah orangtua, bayangkan perasaan mereka. Serial ini menggambarkan kepedihan orangtua yang anaknya bunuh diri.
  • Perhatikan orang-orang terdekat. Jika mereka terlihat sedang punya masalah, tawarkan bantuan. Jangan diam saja, jika tak mau menyesal kemudian.
  • Kalau pernah menyakiti perasaan orang lain segera minta maaf, siapa tahu dia merupakan tipe orang yang tidak mudah melupakan sesuatu.
  • Selalu berpikir positif. Setiap masalah pasti ada solusinya dan jangan pernah merasa seorang diri. Meski sedikit, percayalah selalu ada orang yang peduli kepada kita.

Silahkan tonton serial ini, tetapi jangan lupa siapkan hati dan pikiran sebelum menontonnya.

 

Baca juga: Review 13 Reasons Why Part 2: Novel, Karakter, dan Soundtrack

Agar Sinetron Indonesia Lebih Menarik

91712-0_663_382
Anak Jajanan/ viva.co.id

 

Kalian tentu sudah berulang kali mendengar tentang buruknya kualitas sinetron Indonesia.

Selama ini saya terus bertanya-tanya, kenapa stasiun TV masih mempertahankan tayangan yang jelas-jelas mendapatkan kritik dari banyak pihak.

Oke, jawabannya adalah karena rating.

Tetapi kenapa kualitas sinetron Indonesia terus buruk padahal beberapa tahun belakangan ini ada banyak film-film bagus yang beredar di bioskop?

Negeri ini juga tak kekurangan pengarang-pengarang handal yang jago menciptakan cerita-cerita yang bagus, lihat betapa banyaknya novel-novel bagus yang beredar di pasaran.

Sampai akhirnya beberapa saat lalu saya mendapati sebuah “pencerahan” tentang sinetron dari hasil mendengarkan Podcast Awal Minggu-nya Adriano Qalbi.

 

Apa itu podcast? Baca di sini: Mari Mendengarkan Podcast

 

Di situ Adri mengundang Bene Dion, seorang stand up comedian yang lumayan terkenal. Tak banyak yang tahu kalau dia juga adalah seorang penulis skenario film. Bahkan, Bene tak bisa dianggap penulis sembarangan. Pria asal Aceh itu adalah penulis skenario film terlaris Indonesia sampai dengan saat ini yakni Warkop DKI Reborn.

Selama kurang lebih satu jam berbincang di PAM, Bene banyak menceritakan pengalaman-pengalaman menariknya sebagai seorang penulis skenario. Dari situlah terkuak fakta-fakta menarik yang membuat saya bisa mengerti kenapa sinetron Indonesia kurang menarik dan cenderung monoton.

 

Tak Ada Alur Cerita yang Jelas

Normalnya, jika seseorang ingin membuat cerita, biasanya ia sudah tahu, siapa saja karakter-karakternya, apa yang menjadi masalah utama, dan bagaimana endingnya. Semua itu nyatanya tak dilakukan oleh para produser sinetron. Bahkan, menurut Bene, sebuah skenario sinetron bisa digarap oleh beberapa orang yang berbeda secara dadakan sehingga kadang ceritanya bisa melompat tak terkendali.

 

Tayang Setiap Hari

Saat saya masih SD dulu kayaknya tidak ada sinetron yang tayang setiap hari. Paling sering sebuah sinetron tayang hari Senin sampai Jumat. Itupun durasinya paling lama hanya satu jam.

Sekarang ini semua sinetron tayang setiap hari. Saya cukup kaget ketika beberapa hari yang lalu menonton sebuah sinetron yang ternyata menayangkan 2 episode sekaligus per hari. Saya tak bisa membayangkan bagaimana proses shooting sinetron tersebut. Apakah para pemain dan kru sinetron tersebut harus menginap di lokasi shooting?

Belum lagi kalau ada efek visualnya. Bagaimana cara tim editor menyelesaikan tugasnya?

Wajar jika hasilnya tak maksimal. Mereka ini seperti kerja rodi, tak pernah libur. Bahkan jam kerja mereka lebih panjang dari seorang buruh pabrik.

Jadi jangan heran jika melihat ada sebuah adegan pacaran di sinetron yang pemerannya terlihat males dan ogah-ogahan. Bukan karena akting mereka yang jelek, mereka sebenarnya lelah. Sorot mata kelelahan sangat gampang untuk dilihat dan tak mungkin bisa ditutupi.

 

Episode yang Terlalu Banyak

Bayangkan jika novel Harry Potter dibuat menjadi serial TV dengan 1000 episode. Kira-kira masihkah ceritanya menarik?

Ada 2 kemungkinan yang terjadi, pertama J.K. Rowling memaksakan diri menulis cerita sendirian secepat dan sesering mungkin. Atau kemungkinan kedua, Rowling meminta bantuan kepada beberapa penulis untuk menyelesaikan tulisannya.

Dua-duanya kemungkinan akan menghasilkan tulisan yang buruk. Saking banyaknya episode, penulisnya lama-lama akan kebingungan dan ceritanya akan semakin nyeleneh. Bisa jadi di episode ke 666 akan ada judul, “Harry Potter and The Swapped Son/Daughter”.

 

Mungkin saya terlalu jauh berkhayal, tetapi intinya adalah, semakin banyak episode sebuah sinetron, semakin rendah pula kualitasnya, dan semakin tidak meninggalkan kesan apapun bagi para penontonnya.

 

……

 

Menurut saya jika 3 hal di atas bisa diubah, sinetron Indonesia akan jauh lebih menarik. Sinetron tak perlu “mendidik” seperti yang disarankan banyak orang itu. Tak perlu juga menghadirkan cerita yang penuh kejutan seperti Westworld.

Bahkan sinetron-sinetron absurd macam Tuyul dan Mbak Yul, Jin dan Jun, dan Jinny Oh Jinny pun dulu sangat menarik sekali dan  sampai saat ini saya kadang masih suka nontonin di Youtube.

Saya tak bisa membayangkan 5 atau 10 tahun lagi akan ada orang yang pengen nonton lagi  sinetron Anak Jajanan .