Ketagihan Nonton TV Series

 

Belakangan ini saya lagi seneng-senengnya nonton serial tv luar negeri. Berbekal waktu luang, layanan iflix gratis dan paket unlimited indosat  saya berhasil menyelesaikan belasan episode serial tv barat.

Sejauh ini serial tv yang sudah saya tonton adalah The Big Bang Theory, The Flash, dan Sherlock.

Menonton serial tv ternyata sangat mengasikkan, bahkan saya berani bilang intensitasnya melebihi menonton sebuah film. Mungkin karena serial TV berdurasi lebih pendek sehingga ketegangan sudah tercipta sejak di awal. Berbeda dengan film yang rata-rata menyimpan twist untuk menciptakan ending yang sempurna sehingga bagian 10 sampai 15 menit pertama seringkali terasa membosankan.

Meskipun saya tahu, banyak yang sudah menonton serial-serial di atas, tolong ijinkan saya mereview dari sudut pandang saya.

The Flash.

Awalanya saya tidak terlalu tertarik dengan serial-serial  bergenre superhero. Tetapi begitu menonton episode pertama The Flash, saya langsung tertarik.

The Flash adalah superhero yang punya kemampuan bergerak dengan sangat cepat. Kemampuan ini dia dapat akibat tersambar petir yang dibarengi dengan akselerasi partikel.

Bayangan saya sebelum menonton serial ini adalah kisah superhero yang seperti biasanya, banyak adegan-adegan tak masuk akal dan makhluk-makhluk efek komputer tanpa alur cerita yang menarik dan jelas.

Ada beberapa hal yang sesuai , namun The Flash berbeda. Meski tetap menampilkan hal-hal yang tak masuk akal, saya bisa menerimanya karena jalan cerita dan karakter tokoh yang masuk akal. Dalam setiap episodenya The Flash selalu menyisipkan pesan-pesan moral tentang cinta, persahabatan , dan keluarga.

Menarik melihat Barry Allen sebagai sosok The Flash yang meski mempunyai segalanya, kekuatan, kekayaan, teman-teman yang hebat,  kehidupannya sama galaunya dengan remaja-remaja di Indonesia yang tidak bisa move on dari masa lalu.

The Flash juga berhasil meyakinkan penontonnya bahwa semua kejadian tak masuk akal yang terjadi, bisa dijelaskan secara ilmiah. Beberapa ilmu fisika seperti soal kecepatan, ruang dan waktu dijejalkan ke dalam kisah fiksi dengan sangat baik.

The Flash tampaknya akan cocok ditonton oleh siapapun, anak-anak, remaja, orang dewasa, orang terpelajar, bukan terpelajar, orang amerika, eropa, bahkan orang-orang asia yang sebenarnya secara budaya sedikit berbeda dengan latar serial ini.

Saya sudah menyelesaikan dua season the Flash dengan lebih dari 40 episode, tiap episodenya  berdurasi 40 menitan dan saya berani bilang , tiap episode di serial ini sangat menarik dan layak untuk ditonton.

 

The Big Bang Theory

Sebuah sinetron komedi yang unik. Menjadi unik karena empat tokoh utama dari serial ini adalah orang-orang cerdas bergelar doctor. Keberadaan mereka menjadi sangat kontras dengan karakter utama lainnya, Penny yang merupakan seorang pelayan di restoran yang bercita-cita menjadi aktris tanpa pernah mengenyam bangku kuliah.

Meskipun cerdas, ternyata Leonard, Sheldon, Howard, dan Raj tidak terlalu sukses dalam bersosialisasi. Kebanyakan waktu mereka hanya dihabiskan dengan penelitian, membaca komik, ataupun main game. Keberadaan Penny sebagai tetangga dari Leonard dan Sheldon sedikit mengubah keadaan dimana akhirnya mereka mendapatkan pasangan kecuali Raj, yang tak pernah bisa mengobrol pada wanita kecuali saat sedang mabuk.

 

Serial cukup membuat saya bingung. Bukan hanya karena bahasa-bahasa tingkat dewa khas orang-orang pintar yang sering sekali digunakan, namun juga guyonan-guyonan lokal yang mungkin hanya orang Amerika saja yang paham. Meski demikian, saya tetap bisa menangkap kelucuan serial ini secara keseluruhan. Lagipula saya juga menjadi lebih tahu tentang budaya-budaya Amerika yang memang jauh berbeda dengan negara kita.

Misalnya, mereka mengaku geek(kutu buku) dan sulit mendapatkan wanita tetapi di beberapa episode, mereka bahkan berhubungan seks. Bandingkan dengan geek-geek Indonesia.

 

Saya banyak mendapat ilmu dan pesan moral hanya dengan menonton  serial-serial ini. Kalian boleh tak sependapat karena harus diakui, dengan budaya barat tentu banyak adegan yang tak layak untuk ukuran Indonesia. Tetapi jika melihat secara keseluruhan, serial-serial tadi, menurut saya, jauh lebih menghibur dan mendidik daripada serial-serial Indonesia yang meski penayangannya lebih sering, tetapi tidak punya kualitas cerita yang cukup baik, yang akan membekas cukup lama di ingatan para penontonnya.

Sekian. Di postingan selanjutnya mungkin saya akan posting tentang serial Sherlock. Karena ketertarikan saya terhadap Sherlock Holmes yang cukup besar, postingan ini akan menjadi sangat panjang jika harus membahasnya.

 

gambar diambil dari: http://screenrant.com/tag/the-flash/.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

One reply to Ketagihan Nonton TV Series

  1. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!