Timnas Indonesia 2016: Drama Seri yang Penuh Kejutan

cxolgp2uaaaty6y
timnas Indonesia berfoto sebelum bertanding/ affsuzukicup.com

 

Marah, takut, senang, sedih.

 

Ada berbagai macam  jenis perasaan yang dimiliki oleh  manusia. Itulah yang membedakannya dengan makhluk lain.

Tak banyak momen dimana saya bisa merasakan nyaris semua perasaan tersebut secara bersamaan. Tetapi jika harus menyebutkan, saya akan bilang kalau menonton aksi timnas Indonesia di Piala AFF 2016 adalah salah satu momen itu.

Menyaksikan Boaz Solossa dkk bertanding rasanya seperti sedang menonton sebuah film thriller yang akhir ceritanya sulit ditebak dan penuh misteri.

Dan sembari  menebak-nebak akan berakhir seperti apakah ceritanya, kejutan-kejutan baru terus bermunculan hingga saya tak bisa berpaling barang sedetik pun.

…….

…….

Sabtu sore kemarin di stadion Pakansari Kabupaten Bogor timnas menjalani laga leg pertama semifinal AFF Suzuki Cup 2016 melawan Vietnam.

Stadion berkapasitas tiga puluh ribu penonton tersebut sebenarnya kurang memadai mengingat antusiasme para fans yang begitu luar biasa. Tiket yang dijual sejak beberapa hari sebelumnya dengan cepat ludes dan  meski penjualan tiket dilakukan secara online, para pembeli harus antri untuk bisa mengakses situs penjual. Kabarnya antrian tersebut ada yang sampai urutan ke sekian ribu.

Selanjutnya,setelah berhasil membeli tiket, para pembeli harus menukarkan bukti pembayaran dengan tiket asli di stadion Gelora Bung Karno yang berlokasi di Jakarta sehari sebelum pertandingan.

Sebuah proses yang bukan hanya melelahkan tetapi juga menguras waktu.

Maka akhirnya tiga puluh ribu orang yang mendapatkan kursi di stadion Pakansari sabtu lalu benar-benar merupakan tiga puluh ribu pejuang yang  berniat mendukung timnas dengan sepenuh hati.

Tak heran  atmosfer pertandingan pun terasa luar biasa.

Sepanjang pertandingan mereka tak henti-hentinya bernyanyi, bersorak, meneriakkan yel-yel dan yang terpenting …..meneror mental tim tamu.

Para pemain timnas  seakan mengerti perjuangan para suporter. Sepanjang pertandingan 90 menit mereka tampil tanpa lelah, terus berlari mengejar bola dan meladeni permainan keras yang diperagakan tim tamu. Hasilnya, Vietnam yang di 3 pertandingan sebelumnya selalu meraih kemenangan menyerah dengan skor 1-2.

Meski skor tersebut bukanlah keunggulan yang sepenuhnya aman karena laga kedua akan digelar di markas lawan, tak ada yang kecewa dengan pertunjukan malam itu. Tiga puluh ribu pasang mata di stadion dan jutaan lainnya yang meyaksikan lewat layar kaca larut dalam kegembiraan, tak terkecuali  Presiden Jokowi yang tak mampu menyembunyikan ekspresi tegangnya selama pertandingan.

 

cyykpjluoaargip
Stefano Lilypaly merayakan gol kedua timnas yang dicetak Boaz Solossa/ PSSI

 

cywm9niuaaamf-c
Presiden Jokowi memberi selamat kepada kapten tim Boaz Solossa seusai pertandingan/ twitter: @jokowi

 

Apa yang diperlihatkan timnas di ajang AFF kali ini memang patut dipuji. Mereka berhasil menciptakan kejutan. Sebelum turnamen dimulai tak ada seorangpun yang memprediksi kalau mereka bisa melaju sejauh ini. Alasannya, tim ini bukanlah tim terbaik yang dimiliki Indonesia. Pembatasan kuota 2 pemain tiap klub menurut pelatih Riedl mengurangi kekuatan timnas 20 sampai 30 persen. Ditambah lagi salah satu pemain terpenting dalam skuad, Irfan Bachdim harus absen karena mengalami cedera beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Tetapi akhirnya timnas berhasil lolos ke babak semifinal meski hanya berbekal empat poin hasil dari kemenangan atas Singapura dan imbang melawan Filipina.

Perbedaan besar yang terlihat jelas dari penampilan timnas saat ini adalah mental bertanding. Tim ini selalu memberikan semua yang mereka miliki di setiap penampilan. Tim ini tak peduli siapapun lawan. Mereka cuma tahu kalau tujuan utama bermain sepakbola adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya dan hanya ada satu cara untuk mencapainya, serang…serang…serang!

Statistik cukup menggambarkan hal-hal yang saya sebutkan tadi. Dari 4 pertandingan, timnas total telah mencetak 8 gol dan kebobolan dengan jumlah yang sama. Mereka mencetak masing-masing 2 gol ke gawang lawan-lawan yang mereka temui. Padahal di kawasan  Asia Tenggara, empat tim yang sudah dihadapi timnas bukanlah tim sembarangan.

Kegemilangan timnas kali ini seolah mengingatkan kita dengan timnas 2010 meski ada perbedaan besar antara 2 tim tersebut.

Timnas di piala AFF 2010 bermain lebih tenang dan hati-hati  ibarat anak baik-baik yang takut membuat kesalahan. Sedangkan timnas kali  ini lebih seperti anak nakal yang banyak tingkah.

Kita tahu bahwa perjalanan timnas 2010 berakhir antiklimaks. Tim yang nyaris tanpa cela itu malah “berulah” di saat-saat terakhir. Alhasil tim yang sempurna itu cuma menjadi pecundang pada akhirnya.

 

……

Sabtu malam kemarin timnas membuka skor lewat sudulan Hansamu Yama, pemain yang sempat dibenci sesaat sebelum turnamen karena ia adalah orang yang bertanggung jawab atas cederanya Irfan Bachdim. Dalam rentang waktu satu bulan ia berubah dari seorang penjahat menjadi pahlawan.

Kisah terus berlanjut. Menjelang akhir pertandingan Vietnam nyaris mencetak gol penyama. Tetapi secara ajaib Kurnia Meiga membuat penyelamatan gemilang yang memastikan kemenangan timnas.

Saat wasit menutup pertandingan Meiga tertangkap menunjukkan gesture yang seperti membungkam para pengkritiknya. Ya, Ia adalah salah satu pemain yang banyak dikritik akibat 8 gol yang sudah bersarang ke gawang timnas. Ia dianggap tak pantas berdiri di bawah mistar gawang , menanggung harapan lebih dari 200 juta rakyat Indonesia.

Kalau ini adalah sebuah drama seri, episode kemarin malam layak diberi judul  From Zero to Hero dengan  Hansamu dan Meiga sebagai protagonisnya.

Mereka menyusul karakter-karakter heroik lainnya seperti Rizky Pora, Boaz Solossa, Andik Vermansah, dan Stefano Lilipaly yang sudah lebih dulu menjadi bintang di episode-episode sebelumnya.

Episode berikutnya sudah menanti di Hanoi Rabu nanti. Apakah kisah timnas akan berakhir di Hanoi, atau masih menyisakan 2 episode laga final,kita tak pernah tahu. Sebuah drama cuma punya dua pilihan ending, tragis atau manis.

Satu hal yang pasti, sepakbola selalu menciptakan keajaiban-keajaiban dan cerita-cerita menarik, tak hanya di dalam lapangan tetapi juga di luar lapangan.

Dan jangan dilupakan, sepakbola adalah alat pemersatu bangsa yang sangat ampuh.

Suasana “nonton bareng” di sebuah ATM. Orang-orang berteduh sambil menonton pertandingan lewat smartphone.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

4 replies to Timnas Indonesia 2016: Drama Seri yang Penuh Kejutan

  1. Kemarin kayaknya karena tekanan tuan rumah. Di final harusnya tampil tanpa beban karena kita bukan unggulan.

    • Nah makanya, tapi kalah menang gapapa juga sih toh udah lebihin ekspetasi kan? Hahaha

  2. Pingback:

  3. Pingback:

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!