Tudingan yang Tidak Adil Terhadap PS TNI

pstni
instagram: @PSTNI_Official

Jika anda bertanya kepada fans klub Indonesia manapun, klub mana yang paling mereka benci saat ini, kemungkinan besar mereka akan sepakat menyebut satu nama, PS TNI.

Klub ini memang menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu terakhir karena perilaku kasar beberapa pemainnya di ajang Go-Jek Traveloka Liga 1.

Pada pertandingan ‘derby aparat’ menghadapi Bhayangkara FC lalu, kapten PS TNI, Abduh Lestaluhu yang juga merupakan punggawa timnas Indonesia , tertangkap kamera memukul wajah salah seorang pemain lawan dengan sengaja.

Abduh memang telah mendapatkan sanksi larangan bertanding sebanyak 4 pertandingan dan denda 10 juta rupiah akibat insiden itu. Tetapi perbuatannya itu tampaknya tak akan begitu mudah dilupakan oleh publik.

PS TNI pun lantas turut terkena imbasnya. Klub ini dianggap membawa kekerasan yang identik dengan prajurit TNI ke lapangan sepakbola.

Apalagi kemudian di pertandingan lain kapten pengganti Abduh, Manahati Lestusen juga tertangkap kamera mencekik seorang pemain PSM Makassar.

Sontak PS TNI saat ini mendapat citra buruk sebagai tim yang selalu bermain kasar dan tidak fair.

Benarkah?

Sebenarnya, permainan keras tak hanya dilakukan oleh PS TNI saja. Kalau boleh jujur bahkan semua tim di Indonesia selalu bermain keras.

Dalam setiap pertandingan Liga Indonesia selalu saja ada tekel-tekel horor yang kalau itu dilakukan di ajang internasional sudah pasti akan mendapat hukuman kartu merah.

Tentu saja wasit juga berperan di sini. Ketidaktegasan mereka dalam memimpin pertandingan membuat para pemain dengan santai melakukan pelanggaran-pelanggaran keras dan berbahaya.

Mengenai kasus pemukulan, Abduh juga bukan satu-satunya pelakunya. Beberapa pemain lain di Liga 1 dan Liga 2 juga berperilaku sama atau bahkan lebih parah.

Tentu saja saya tak lantas membenarkan perilaku Abduh. Hanya saja saya berpendapat bahwa PS TNI tak seharusnya terus-terusan mendapatkan cibiran .

Terlebih klub yang bermarkas di stadion Pakansari tersebut adalah salah satu tim yang tampil baik dan cukup mengejutkan di ajang Liga 1 tahun ini. Sebelum digasak Madura United 4-1 kemarin, PS TNI adalah salah satu tim yang belum terkalahkan.

Karakter permainan PS TNI terlihat jelas setiap kali bertanding, terutama saat mereka berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 melawan Persib dan saat mengalahkan PSM 2-1.

Kekuatan fisik, semangat, dan kekompakan adalah ciri khas permainan PS TNI. Mereka seperti tak pernah mengendorkan permainan sepanjang 90 menit.

Tak banyak klub di Indonesia yang bisa melakukannya. Bahkan klub-klub besar seperti Persib, PSM, maupun Arema pun sering loyo menjelang akhir-akhir pertandingan.

 

PS TNI adalah salah satu klub yang menarik diikuti perjalanannya di Liga 1 musim ini. Sayangnya penampilan bagus mereka seolah tertutupi akibat perilaku beberapa pemainnya.

Semoga saja tidak ada lagi insiden-insiden kekerasan lain yang dilakukan oleh pemain-pemain  PS TNI maupun klub-klub lainnya sehingga penonton akan lebih fokus kepada ketatnya persaingan di klasemen daripada kasus-kasus kekerasan.

Karena sejatinya ajang Liga 1 musim ini adalah  kompetisi yang ketat dan sangat menghibur.

 

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.