Comeback yang Langka dari Timnas

timnas-indonesia_20160916_160015

Entah kenapa semenjak timnas Indonesia lepas dari sanksi FIFA saya selalu antusias untuk menyaksikan timnas bertanding. Mungkin ini juga dirasakan oleh seluruh pecinta sepakbola tanah air. Seperti meminum segelas air setelah seharian berpuasa.

Sore tadi timnas menjamu Vietnam di Stadion Maguwoharjo Sleman. Dilihat dari sejarah pertemuan kedua tim, Indonesia tidak harus merasa inferior dibandingkan tim yang memiliki banyak pemain bernama Nguyen itu. Saya cukup tua untuk mengalami momen dimana Indonesia pernah mempermalukan Vietnam di depan pendukungnya sendiri 0-3 di Piala AFF 2004.

Tetapi ini 2016, Vietnam datang ke Indonesia dengan kebanggaan tinggi setelah membantai salah satu tim kuat asia di laga ujicoba sebelumnya. Tim sekelas Korea Utara mampu mereka kalahkan dengan skor 5-2. Saya melihat highlight pertandingan tersebut di Youtube dan benar-benar kagum. Kelima gol yang mereka ciptakan tercipta dari pola serangan yang rapi dan penyelesaian akhir yang tajam.

Indonesia sendiri baru menjalani satu partai ujicoba pasca sanksi FIFA. Kemenangan 3-0 atas Malaysia saat itu disambut dengan luar biasa oleh masyarakat Indonesia. Tetapi seperti yang dikatakan pelatih Alfred Riedl, kemenangan tersebut tidak se-impresif kelihatannya. Saat itu meski berhasil mencetak tiga gol di babak pertama, Boaz Solossa dkk tampil loyo di babak kedua dan beruntung tidak kebobolan dari Malaysia.

Karena itu, Vietnam, meski tak diperkuat 4 pemain utamanya adalah lawan yang pas untuk mengukur sejauh mana tim ini mampu bersaing dengan negara-negara kuat Asia Tenggara lainnya.

Duapuluh menit pertama pertandingan tadi membuktikan betapa serangan Vietnam begitu efektif. Nguyen dkk mencetak 2 gol dari 2 shoot on target pertama mereka. Di momen itu saya mulai menyadari bahwa timnas memang masih berada di level yang jauh lebih rendah. Saya agak khawatir  tim ini akan kalah dengan skor telak dan menghancurkan semangat para pemain .

Tetapi ternyata saya salah. Sisa 70 menit pertandingan mutlak menjadi milik Indonesia. Zulham Zamrun mengawali kebangkitan tim garuda lewat gol tendangan bebas dari jarak yang cukup jauh. Ia membuktikan bahwa ia tak cuma fasih meniru gaya selebrasi Cristiano Ronaldo, tetapi juga tendangan bebas mematikannya. Irfan Bachdim mencetak gol penyeimbang empat menit kemudian. Boaz bahkan nyaris melengkapi comeback tim merah putih andai saja sundulannya memanfaatkan umpan manja Evan Dimas tidak melenceng tipis di sisi gawang.

Selain momen tadi, tidak ada kejadian penting lagi sepanjang sisa pertandingan. Skor 2-2 untuk kedua tim cukup adil.

Saya rasa ini merupakan hasil yang positif bagi timnas. Mereka tampil dengan semangat dan intensitas tinggi selama 90 menit. Mampu  menyamakan kedudukan setelah tertinggal dua gol jelas membuktikan mental yang kuat dari para pemain, sesuatu yang hampir tidak pernah dimiliki oleh timnas-timnas sebelumnya.

Namun tentu saja permainan tadi masih belum cukup jika timnas ingin berbicara banyak di Piala AFF nanti. Butuh permainan yang sangat bagus untuk mengimbangi tim-tim macam Thailand atau Filipina. Apalagi nantinya mereka akan bertanding di negara lain, tanpa dukungan suporter fanatik yang terbukti mampu melecut semangat para pemain di dua laga ujicoba yang sudah dijalani. Maka menarik untuk menyaksikan dua laga uji coba timnas selanjutnya yang sama-sama bertandang ke kandang lawan yakni melawan Myanmar dan Vietnam(lagi).

Tetapi melihat perkembangan permainan timnas dari dua laga ujicoba tampaknya Riedl melaksanakan tugasnya dengan baik. Di pertandingan tadi ia menunjukkan kemampuanya dalam meramu taktik dengan membuat perubahan-perubahan yang tepat di dalam pertandingan. Pemain-pemain yang dimasukannya di babak kedua  tampil cukup impresif. Saya rasa ia mampu membuat tim ini terus meningkat.

alfred-riedl16

Jika permainan timnas terus berkembang saya yakin Indonesia akan mampu berbicara banyak di AFF Cup nanti.

AuthorFirman

Penyuka sepak bola dan bacaan.

Punya pertanyaan atau pendapat lain? Jangan ragu untuk berkomentar!